- Bitcoin meluncur menuju level $70,000, menarik altcoin utama lebih rendah di tengah meningkatnya volatilitas.
- Aksi jual terjadi tanpa berita ekonomi atau peraturan utama untuk menjelaskan langkah tersebut.
- Analis memperdebatkan apakah harga Bitcoin sekarang lebih didorong oleh derivatif daripada permintaan on-chain.
Pasar cryptocurrency turun tajam pada hari Rabu, dengan Bitcoin meluncur ke level $70,000 dan menyeret altcoin utama lebih rendah.
Bitcoin menyentuh level yang terakhir terlihat pada November 2024 selama sesi, dan penurunan mendadak ini memicu perdebatan di media sosial tentang apa yang mendorong aksi jual terbaru.
Analis kripto The Bitcoin Therapist mengatakan penurunan itu “sangat gila,” menambahkan bahwa tidak ada penjelasan yang jelas untuk penurunan tersebut. Analis menepis alasan yang umum dikutip seperti gangguan teknis lama atau siklus pasar empat tahun tradisional, menyebutnya indikator yang tidak dapat diandalkan.
Namun, analis teknis lain menawarkan penilaian yang lebih tajam, dengan alasan bahwa kebingungan tersebut mencerminkan kesalahpahaman yang lebih dalam tentang bagaimana harga Bitcoin sekarang ditentukan.
Pergeseran dalam Penemuan Harga
Menurut analis, Bitcoin tidak lagi dihargai terutama oleh pasokan dan permintaan on-chain. Sebaliknya, pergerakan harga semakin didorong oleh pasar derivatif, di mana volume besar eksposur Bitcoin sintetis dapat dibuat tanpa memiliki aset dasar.
Pada tahun-tahun sebelumnya, nilai Bitcoin terkait erat dengan pasokan tetap sebesar 21 juta koin dan ketahanannya terhadap duplikasi. Premis itu, kata analis, telah melemah karena instrumen keuangan yang terkait dengan Bitcoin telah berkembang.
Kontrak berjangka yang diselesaikan secara tunai, kontrak abadi, opsi, dana yang diperdagangkan di bursa, pinjaman broker, token yang dibungkus, dan produk swap sekarang memungkinkan beberapa klaim keuangan dibangun di atas satu Bitcoin.
Dari Kelangkaan hingga Pasokan Sintetis
Begitu pasokan sintetis memasuki sistem, kelangkaan menjadi kurang relevan, analis menjelaskan. Perilaku harga kemudian mulai menyerupai komoditas tradisional seperti emas, perak, dan minyak, yang mengalami pergeseran struktural serupa setelah derivatif menjadi dominan.
Di pasar seperti itu, institusi besar dapat menciptakan eksposur kertas, menjual ke dalam reli harga, memicu likuidasi, dan membeli kembali pada tingkat yang lebih rendah, mengulangi proses tanpa memerlukan pasokan fisik.
“Ini bukan lagi pasar penawaran dan permintaan murni,” kata analis, menggambarkan struktur saat ini lebih dekat dengan sistem penetapan harga cadangan fraksional.
Terkait: Binance Mengonversi Cadangan SAFU ke Bitcoin dengan Pembelian $100 Juta
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.