- Bitcoin mendekati titik terendah saat target tercapai; Tom Lee menyebut level saat ini sebagai peluang pembelian yang kuat.
- Analis Bull Theory melihat pengaturan gaya 2020 karena emas memimpin, mengisyaratkan rotasi Bitcoin di masa depan.
- Prospek Bitcoin bergantung pada arus keluar ETF dan apakah modal bergeser dari safe haven ke aset berisiko.
Bitcoin diperdagangkan sekitar $75.000 pada waktu pers, memangkas kerugian mingguan menjadi lebih dari 14%. Analis menilai tren makroekonomi dan pergeseran arus modal, karena Emas juga turun dari level tertinggi sepanjang masa minggu sebelumnya.
Setelah menurun dari level tertinggi baru-baru ini di dekat $88.000, Bitcoin telah menguji level $75.000 sebagai zona dukungan utama di tengah meningkatnya volatilitas di seluruh pasar global, termasuk komoditas, ekuitas, dan aset digital.
Tom Lee: Bitcoin Bottom Ada di Sini, “Peluang Pembelian Fantastis”
Pada hari Senin, Tom Lee dari Fundstrat mengatakan kepada CNBC bahwa Bitcoin mungkin berada di dekat titik terendah, dengan penguatan fundamental mungkin memicu rebound. Timnya memproyeksikan Bitcoin di $77 ribu dan Ethereum di $2.400 pada November 2025.
Dengan level ini terwujud selama akhir pekan, Lee menyarankan momentum bearish mungkin memudar, dan pemulihan bisa dekat. Dia menyebut posisi terendah saat ini sebagai “peluang pembelian yang fantastis.”
Teori Bullish Menyoroti Rotasi Historis Emas-ke-Bitcoin
Secara terpisah, analis pasar Bull Theory menyoroti kesamaan antara kondisi saat ini dan siklus pasar 2020, terutama dalam hubungan antara emas dan Bitcoin.

Pada Agustus 2020, emas mencapai puncaknya mendekati $2.075 dan turun sekitar 9–10% selama minggu-minggu berikutnya. Bitcoin awalnya jatuh bersama emas sebelum berbalik lebih tinggi. Antara September 2020 dan April 2021, Bitcoin naik lebih dari 500%, sementara emas berkinerja buruk.
Teori Bull mencatat bahwa siklus saat ini menunjukkan emas kembali mengungguli Bitcoin secara relatif. Emas telah naik lebih dari 20% year-to-date, sementara Bitcoin tertinggal setelah koreksi baru-baru ini. Menurut analis, periode seperti itu secara historis mendahului rotasi modal menuju aset berisiko lebih tinggi, meskipun waktunya masih belum pasti.
Teori Bull juga merujuk data makro, termasuk Indeks Manufaktur ISM, yang berada di atas 50 dalam pembacaan terakhir. Level di atas 50 biasanya menunjukkan ekspansi ekonomi, suatu kondisi yang sebelumnya selaras dengan kinerja aset berisiko yang lebih kuat.
Maurizio Pedrazzoli Memeriksa Bitcoin Harga Emas
Dalam sebuah podcast, analis di saluran Maurizio Pedrazzoli berfokus pada penilaian Bitcoin relatif terhadap emas daripada dolar AS. Pada grafik rasio BTC-ke-emas, Bitcoin diperdagangkan mendekati level yang terakhir terlihat lebih dari setahun yang lalu.
Para analis mencatat bahwa nilai Bitcoin relatif terhadap emas telah menurun sekitar 50-60% dari puncak siklusnya, menempatkannya di dekat ujung bawah kisaran persentil historisnya. Mereka mencatat bahwa kondisi serupa dalam siklus sebelumnya bertepatan dengan periode stabilisasi harga daripada pembalikan langsung.
Para analis juga menunjuk pada pergerakan emas baru-baru ini sebagai luar biasa curam pada kerangka waktu yang lebih tinggi. Secara historis, kenaikan harga komoditas yang diperpanjang telah melambat atau terkoreksi, yang dapat mengubah valuasi relatif di seluruh kelas aset.
Arus Keluar ETF dan Faktor Makro Tetap Kunci
Dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin telah mencatat arus keluar bersih yang berkelanjutan dalam beberapa pekan terakhir, dengan beberapa sesi melihat penarikan dengan total ratusan juta dolar. Data tersebut mencerminkan penyeimbangan ulang portofolio di tengah imbal hasil yang lebih tinggi dan kekuatan aset safe-haven tradisional.
Para analis menekankan bahwa aliran ETF harus dilihat bersama dengan indikator makro yang lebih luas, termasuk ekspektasi suku bunga, kekuatan dolar, dan kinerja komoditas.
Langkah Bitcoin selanjutnya mungkin tergantung pada apakah modal tetap terkonsentrasi pada aset defensif atau bergeser kembali ke aset berisiko. Perkembangan harga emas, data makro, dan arus investor diperkirakan akan memainkan peran sentral dalam beberapa bulan mendatang.
Terkait: Mengapa Ledakan Emas Mungkin Tidak Menandakan Akhir untuk Bitcoin
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.