- XRP telah jatuh di bawah basis biaya pemegang rata-rata, memicu tekanan jual yang didorong oleh kerugian.
- Ketidakpastian makro dan memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga awal membebani sentimen.
- Permintaan institusional tetap relatif tangguh, dengan aliran ETF menghindari arus keluar baru-baru ini.
XRP diperdagangkan di dekat $1,35, turun sekitar 2,4% dalam 24 jam terakhir, karena melemahnya profitabilitas on-chain, ketidakpastian makroekonomi, dan sentimen investor bearish terus membebani pasar. Meskipun terjadi kemunduran, indikator permintaan institusional tetap relatif stabil, mencegah penurunan yang lebih tajam.
Di bawah ini adalah tampilan terstruktur tentang apa yang saat ini mendorong aksi harga XRP dan apa yang diawasi investor selanjutnya.
Situasi Pasar Saat Ini: XRP Jatuh di Bawah Basis Biaya Pemegang
Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa XRP telah memasuki fase stres yang sering terlihat selama koreksi tahap akhir. Perusahaan analitik Glassnode melaporkan bahwa XRP telah jatuh di bawah basis biaya pemegang agregatnya, yang berarti banyak investor sekarang merugi.
- Rasio Laba Output Guna (SOPR) XRP turun dari 1,16 (Juli 2025) menjadi sekitar 0,96, menunjukkan bahwa banyak transaksi dieksekusi dengan kerugian.
- Harga yang direalisasikan diperkirakan mendekati $1,48, sekarang di atas harga pasar saat ini, mengkonfirmasi profitabilitas negatif bagi pemegang rata-rata.
- Struktur on-chain serupa diamati pada awal 2022, periode yang melihat konsolidasi yang diperpanjang daripada rebound langsung.
Secara historis, kondisi seperti itu sering mengarah pada kapitulasi, realisasi kerugian, dan stabilisasi bertahap, daripada pemulihan harga yang cepat.
Terkait: Risiko XRP Turun ke $1,28 karena Analis Menandai Struktur Pasar yang Lemah
Arus ETF Menunjukkan Ketahanan Kelembagaan
Sementara sentimen ritel tetap lemah, permintaan institusional tampak relatif stabil:
- ETF spot XRP AS mencatat nol arus bersih pada 12 Februari, menghindari arus keluar untuk sesi kedelapan berturut-turut.
- Sejak diluncurkan, ETF spot XRP telah melihat sekitar $1,23 miliar dalam arus masuk kumulatif, mengungguli tren aliran ETF spot Bitcoin selama periode yang sama, di mana arus keluar bersih baru-baru ini mendominasi.
Aliran ETF yang stabil dapat berarti bahwa investor institusional memegang posisi daripada keluar, yang mungkin membatasi volatilitas penurunan.
Katalis yang Harus Diperhatikan Dalam Waktu Dekat
Beberapa peristiwa dapat membentuk lintasan jangka pendek XRP:
- Data inflasi IHK AS, yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan Fed
- Spot tren aliran ETF, terutama jika arus masuk dilanjutkan dengan kuat
- Perkembangan adopsi regulasi dan kelembagaan terkait pembayaran lintas batas
- Pergeseran likuiditas yang lebih luas terkait dengan perubahan suku bunga global dan kemungkinan kemunduran carry trade yen.
Apa Selanjutnya?
Dalam waktu dekat, XRP mungkin melihat satu penurunan lagi sebelum terbentuk dasar yang berarti. Analis memperkirakan zona support berikutnya akan berada di sekitar $1,31–$1,26, dengan fallback yang lebih dalam menuju $1,19 mungkin jika tekanan jual berlanjut, sementara $1,39–$1,44 tetap menjadi area resistensi langsung setelah penolakan baru-baru ini di sana.

Sumber: TradingView
Peristiwa yang menggerakkan pasar seperti data inflasi yang akan datang dapat memicu volatilitas jangka pendek, tetapi sinyal pemulihan yang berkelanjutan kemungkinan akan mengharuskan XRP untuk menembus dan bertahan di atas sekitar $1,40–$1,41,
Terkait: Prediksi Harga XRP (XRP): Bisakah Bulls Membalik $1.72 untuk Menggeser Tren?
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.