- CBI menangkap tersangka yang terkait dengan perdagangan lintas batas ke kompleks penipuan Myanmar.
- Korban terpikat dengan pekerjaan palsu dan kemudian dipaksa ke dalam skema penipuan kripto dan online.
- Interpol menandai jaringan tersebut sebagai ancaman global dengan tautan di 60+ negara.
Biro Investigasi Pusat India (CBI) menangkap seorang tersangka yang berbasis di Mumbai yang dituduh menjalankan jaringan perdagangan lintas batas yang memaksa korban ke dalam operasi penipuan kripto dan online di Myanmar. Pihak berwenang mengatakan tawaran pekerjaan palsu digunakan untuk memikat individu sebelum mengarahkan mereka ke kompleks penipuan.
Pekerjaan Palsu Digunakan untuk Mendorong Korban Ke Penipuan Kripto
Menurut Biro Investigasi Pusat, Ramakrishnan bertindak sebagai fasilitator utama dalam mengangkut korban dari Delhi ke Bangkok dengan dalih pekerjaan yang sah. Dari sana, orang-orang diam-diam dipindahkan ke kompleks di Myanmar, khususnya di daerah KK Park di Myawaddy.
Di dalam fasilitas ini, korban dilaporkan dipaksa untuk melakukan operasi penipuan dunia maya, termasuk penipuan asmara, skema “penangkapan digital”, dan penipuan investasi terkait cryptocurrency.
Kesaksian yang dikumpulkan oleh penyelidik menggambarkan kondisi yang melibatkan penahanan ilegal, pergerakan terbatas, dan pelecehan fisik dan psikologis.
Kesaksian Korban dan Tautan Internasional
Penangkapan itu menyusul intelijen yang diberikan oleh seorang warga negara India yang sebelumnya melarikan diri dari salah satu kompleks dan dipulangkan tahun lalu. CBI mengatakan wawancara dengan beberapa korban membantu membangun struktur operasional jaringan perdagangan manusia dan mengidentifikasi individu kunci yang terlibat.
Lembaga penegak hukum global juga telah menandai senyawa penipuan semacam itu sebagai ancaman yang berkembang. Interpol telah mengkategorikan operasi ini sebagai bagian dari jaringan kriminal transnasional yang berdampak pada korban di lebih dari 60 negara.
Pihak berwenang AS sebelumnya telah membekukan lebih dari $ 580 juta aset kripto yang terkait dengan skema penipuan serupa, sementara satu penyelenggara yang terkait dengan penipuan “penyembelihan babi” telah menerima hukuman penjara 20 tahun.
CBI menyatakan bahwa penyelidikan terus berlanjut untuk mengidentifikasi tersangka tambahan, termasuk warga negara asing yang terhubung ke jaringan.
Penyelidikan paralel oleh Badan Investigasi Nasional telah mengungkap kasus perdagangan manusia terkait di beberapa negara bagian India, termasuk Delhi, Maharashtra, dan Uttar Pradesh, dengan hubungan yang meluas ke negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Kamboja, Vietnam, dan Laos.
Terkait: CBI India Menangkap Ayush Varshney, Salah Satu Pendiri Darwin Labs, Atas Penipuan GainBitcoin
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.