Minyak melonjak di atas $116 saat dolar mencapai level tertinggi 10 bulan, kripto menunjukkan ketahanan - Coin Edition

Minyak melonjak di atas $116 saat dolar mencapai level tertinggi 10 bulan, kripto menunjukkan ketahanan

Last Updated:
Minyak melonjak di atas $116 saat dolar mencapai level tertinggi 10 bulan, kripto menunjukkan ketahanan
  • Minyak melonjak melewati $ 116 karena ketegangan Timur Tengah memicu kekhawatiran pasokan dan kecemasan pasar.
  • Dolar mendekati level tertinggi 10 bulan di tengah permintaan safe-haven, yen dan euro melemah tajam.
  • Kripto naik karena investor mencari alternatif, dengan Bitcoin dan Ethereum menunjukkan keuntungan.

Pasar global membuka minggu ini dengan gelisah karena harga minyak melonjak melewati $ 116 per barel dan dolar AS melayang di dekat level tertinggi 10 bulan. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah, kekhawatiran gangguan pasokan, dan meningkatnya permintaan untuk aset safe-haven di seluruh komoditas dan mata uang.

Kekhawatiran Pasokan Mendorong Reli Harga Minyak

Minyak mentah Brent, patokan minyak internasional, naik sekitar 2% pada awal perdagangan Senin, memperpanjang reli tajam yang telah melihat harga meroket dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan itu menyusul komentar dari Donald Trump, yang menyarankan kemungkinan merebut infrastruktur minyak Iran. Tindakan potensial semakin mengintensifkan kekhawatiran geopolitik.

“Sejujurnya dengan Anda, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS berkata, ‘Mengapa Anda melakukan itu?’ Tapi mereka adalah orang-orang bodoh,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Financial Times.

Trump juga mengisyaratkan tindakan potensial yang menargetkan pusat ekspor utama Iran, Pulau Kharg, menambah kekhawatiran gangguan pasokan di pasar energi yang sudah rapuh.

Sementara itu, komentator pasar percaya bahwa ketika konflik berlanjut, minyak bisa naik lebih tinggi menjadi $ 150 hingga $ 200 per barel. Tingkat tersebut dapat memicu penghancuran permintaan yang parah dan meningkatkan kemungkinan perlambatan ekonomi global.

Dolar Menguat karena Investor Mencari Keamanan

Pasar ekuitas di seluruh Asia jatuh karena investor melarikan diri dari aset berisiko. Indeks Nikkei Jepang turun sekitar 3%, sementara Kospi Korea Selatan turun lebih dari 3%. Hang Seng Hong Kong juga mencatat kerugian, mencerminkan kekhawatiran yang meluas di antara ekonomi yang bergantung pada energi.

Sementara, dolar AS melonjak menuju level tertinggi 10 bulan karena investor berputar ke aset safe-haven. Yen melemah menuju 160 per dolar, sementara euro juga berada di bawah tekanan.

Harga minyak yang lebih tinggi dan dolar yang lebih kuat biasanya memperketat kondisi keuangan, meningkatkan volatilitas di seluruh aset berisiko.

Pasar Kripto Menunjukkan Kekuatan Relatif

Terlepas dari ketidakpastian makro, pasar kripto menunjukkan ketahanan. Bitcoin naik 1,39% menjadi $67.597, sementara total pasar kripto naik 1,33%.

Ethereum naik 2,92% menjadi $ 2.061, dan XRP menambahkan 1,54% untuk diperdagangkan di dekat $ 1,36. Langkah ini menunjukkan rotasi modal menjadi aset digital di tengah ketidakstabilan global.

XRP juga membukukan kenaikan, naik 1,54% menjadi $1,36 dalam 24 jam. Langkah ini didukung oleh minat institusional yang meningkat, didorong oleh komentar CEO baru-baru ini dan perkembangan seputar potensi eksposur ETF.

Karena ketegangan geopolitik terus mendorong volatilitas di pasar tradisional, aset kripto semakin memposisikan diri sebagai penyimpan nilai alternatif di masa yang tidak pasti.

Terkait: Harga Minyak vs Bitcoin: Apakah Ada Korelasi Tersembunyi di Pasar Global?

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.