- Pasar bersiap untuk volatilitas karena tarif AS-UE baru dan putusan Mahkamah Agung bertabrakan minggu ini.
- Data dan pendapatan utama AS dapat mengatur ulang ekspektasi pertumbuhan dan inflasi di seluruh aset global.
- Bitcoin dan kripto menghadapi tekanan makro dari pergerakan likuiditas Fed dan pergeseran sentimen risiko.
Pasar global memasuki minggu perdagangan yang berat karena tindakan tarif AS baru, pengawasan hukum, dan data ekonomi yang diawasi secara ketat bertemu. Dengan pasar AS ditutup pada hari Senin untuk Hari Martin Luther King Jr., investor bersiap untuk kecemasan yang meningkat setelah perdagangan dilanjutkan.
Selama akhir pekan, Presiden Donald Trump mengumumkan tarif baru 10% untuk impor dari Uni Eropa. Langkah ini merupakan eskalasi besar pertama dalam langkah-langkah perdagangan AS-UE dalam hampir tiga bulan dan menargetkan arus perdagangan yang diperkirakan mencapai hampir $ 1,5 triliun. Pasar saham berjangka diperkirakan akan bereaksi ketika pasar dibuka kembali.
Menambah ketidakpastian, Mahkamah Agung AS dijadwalkan untuk memutuskan pada hari Selasa tentang validitas hukum tarif era Trump. Kasus ini telah ditunda dua kali, dan pelaku pasar memantau hasilnya dengan cermat. Keputusan untuk menegakkan atau membatalkan tarif akan berimplikasi pada ekspektasi kebijakan perdagangan, pasar mata uang, dan sentimen risiko yang lebih luas.
Data Ekonomi AS dalam Fokus
Beberapa rilis ekonomi AS dijadwalkan akhir pekan ini. Data penjualan rumah yang tertunda Desember akan dirilis pada hari Rabu, diikuti oleh angka PDB kuartal ketiga 2025 AS dan data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) November.
Pada hari Jumat, Januari, pembacaan indeks manajer pembelian (PMI) S&P Global akan memberikan wawasan terbaru tentang aktivitas bisnis. Musim pendapatan juga semakin dekat, dengan sekitar 10% perusahaan S&P 500 akan melaporkan hasil selama seminggu.
Pasar Kripto Menghadapi Konvergensi Makro
Di pasar aset digital, Bitcoin diperdagangkan lebih rendah pada 18 Januari di tengah penurunan volume dari minggu sebelumnya. Perhatian sekarang bergeser ke serangkaian peristiwa makro yang diperkirakan akan memengaruhi arah harga jangka pendek.
Pada hari Senin, Federal Reserve akan melakukan pelepasan likuiditas $15 miliar melalui operasi tagihan Treasury, menambahkan uang tunai jangka pendek ke pasar pendanaan. Selasa akan melihat rilis pernyataan ekonomi FOMC, yang akan memperbarui penilaian resmi pertumbuhan, inflasi, dan ekspektasi suku bunga. Putusan tarif Mahkamah Agung juga diharapkan pada hari Selasa, sejalan dengan perkembangan moneter ini.
Terkait: Undang-Undang CLARITY dan Tekanan Fed Membentuk Pergeseran Pasar Bitcoin yang Tenang
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.