- YoungHoon Kim memprediksi XRP bisa mencapai $10 dan memasuki supercycle pada tahun 2026.
- ETF Spot XRP membuka akses yang diatur, membawa lebih dari $1 miliar dari investor tradisional.
- Jepang akan meningkatkan aktivitas XRP Ledger dengan stablecoin Ripple-SBI RLUSD.
Prediksi baru yang berani mendapatkan perhatian di komunitas kripto. YoungHoon Kim, yang dikenal secara online karena mengklaim IQ 276, mengatakan XRP bisa mencapai $10 atau lebih tinggi pada tahun 2026. Dia juga percaya XRP dapat memasuki apa yang dia sebut “supercycle” tahun depan.
Namun, harga XRP telah berada di bawah tekanan akhir-akhir ini dan diperdagangkan di bawah level resistensi penting di dekat $2. Tapi berikut adalah perkembangan terbaru dan katalis mendatang yang dapat membentuk proyeksi berani Kim pada tahun 2026.
Harapan Penurunan Suku Bunga Fed Dapat Mengangkat XRP di Awal 2026
Inflasi AS mendingin, dengan IHK inti berada di level terendah empat tahun. Ini memberi Federal Reserve ruang untuk memangkas suku bunga pada awal 2026, sebuah langkah yang biasanya mendukung cryptocurrency seperti XRP.
Suku bunga yang lebih rendah sering melemahkan dolar AS dan mendorong investor untuk kembali ke pasar spekulatif. Laporan inflasi yang akan datang dan komentar Fed akan menjadi penting untuk arah harga XRP.
ETF Memudahkan Akses Institusional
ETF Spot XRP diluncurkan pada November 2025, membawa arus masuk lebih dari $1 miliar pada pertengahan Desember dari perusahaan seperti Canary Capital, Grayscale, dan Franklin Templeton. ETF menyederhanakan pembelian XRP untuk investor, menghilangkan kebutuhan akan pertukaran, dompet, dan risiko kustodian.
Keuangan besar mengikutinya. Pada awal Desember, Vanguard membuka akses ke ETF XRP untuk 50+ juta kliennya. Ini menandakan pergeseran dari memperdebatkan legitimasi kripto menjadi mencari cara mengintegrasikannya ke dalam portofolio arus utama.
Peluncuran RLUSD Jepang Dapat Meningkatkan Penggunaan Dunia Nyata
Jepang juga menjadi pasar utama bagi Ripple. Ripple dan SBI Holdings berencana untuk meluncurkan RLUSD, stablecoin yang didukung dolar, pada awal 2026 melalui SBI VC Trade, sambil menunggu persetujuan.
Jepang sudah menangani sebagian besar volume pembayaran global Ripple. Menggunakan RLUSD untuk pembayaran domestik dan lintas batas akan meningkatkan aktivitas di XRP Ledger, mendukung XRP sebagai token infrastruktur penyelesaian.
Pasokan XRP Turun, Menciptakan Kelangkaan
Data on-chain baru-baru ini menunjukkan 1,35 miliar XRP pindah dari bursa dalam waktu kurang dari dua bulan, mengurangi pasokan yang tersedia dari 3,95 miliar menjadi 2,6 miliar. Saldo pertukaran yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan jual dan memperkuat pergerakan harga jika permintaan naik.
Ripple Memperluas Infrastruktur Keuangan
Ripple juga telah membangun fondasi untuk adopsi jangka panjang. Stablecoin RLUSD-nya melampaui nilai pasar $1 miliar, dan kemitraan dengan Mastercard meningkatkan penggunaan buku besar. Ripple mengganti nama Hidden Road menjadi Ripple Prime, mendapatkan akses DTCC, dan memperluas ke keuangan institusional. Langkah ini berfokus pada integrasi dunia nyata, bukan hype.
Dengan kepastian hukum, akses ETF, pengetatan pasokan, dan infrastruktur yang berkembang, XRP memiliki banyak katalis yang berbaris untuk tahun 2026.
Terkait: Evernorth yang Didukung Ripple Menghadapi Kerugian Belum Terealisasi $230 Juta pada Kepemilikan XRP
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.