- XRP diperdagangkan pada $1,95 karena sinyal makro dan kebijakan mendominasi Q1 2026.
- Keputusan Fed, data AS, dan peristiwa politik mendorong sentimen jangka pendek.
- Kejelasan peraturan dan aliran ETF mendukung fundamental meskipun ada volatilitas.
XRP memasuki Q1 2026 menghadapi tekanan makroekonomi baru dan pergeseran ekspektasi investor. Token terus diperdagangkan di bawah $2 karena sentimen bearish mendominasi. Pasar difokuskan pada data ekonomi AS, kebijakan Federal Reserve, dan perkembangan peraturan.
Kinerja Harga XRP Menunjukkan Volatilitas
Pada waktu pers ini, XRP diperdagangkan pada $1,95, membukukan penurunan harian 0,3% dan meningkatkan kerugian mingguannya menjadi 5,1%. Kerugian baru-baru ini telah mempersempit kenaikan bulanan menjadi 1,3%, menandakan momentum yang lebih lambat setelah akhir tahun 2025 yang bergejolak.

Secara tahunan, XRP tetap sangat negatif. Token ini telah kehilangan 37,2% selama 12 bulan terakhir, mencerminkan efek samping dari pembalikan tajam tahun lalu. XRP mencapai level tertinggi $3,66 pada Juli 2025 sebelum turun menjadi $1,77 pada Oktober.
Volatilitas itu terus memengaruhi perilaku perdagangan pada awal 2026, dengan investor berhati-hati meskipun fundamental membaik.
Kebijakan Federal Reserve Menetapkan Latar Belakang Makro
Kebijakan moneter tetap menjadi pendorong makro yang dominan untuk XRP dan pasar kripto yang lebih luas. Federal Reserve memangkas suku bunga tiga kali pada tahun 2025, terutama pada kuartal keempat, karena inflasi mendingin dan pengangguran naik tipis lebih tinggi. Namun, pejabat Fed sejak itu mengisyaratkan pengekangan.
Presiden Fed New York John Williams mengatakan pada bulan Desember bahwa pembuat kebijakan tidak terburu-buru untuk mereda lagi, menekankan risiko inflasi dan kebutuhan untuk mengandalkan data yang masuk. Akibatnya, pasar bereaksi erat terhadap setiap laporan ekonomi utama.
Data utama Q1 yang harus diperhatikan termasuk klaim pengangguran, indeks inflasi PCE inti, dan sentimen konsumen. Data tenaga kerja atau inflasi yang kuat dapat membuat suku bunga lebih tinggi lebih lama, mendukung dolar AS dan membebani aset seperti XRP. Data yang lebih lemah dapat menghidupkan kembali harapan untuk penurunan suku bunga di akhir tahun 2026.
Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal Maret diharapkan dapat memberikan panduan yang lebih jelas untuk sisa tahun ini.
Peristiwa Politik Menambah Lapisan Ketidakpastian Lain
Perkembangan politik menambah ketidakpastian pasar. Presiden Donald Trump akan berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada 21 Januari, dan investor mengamati sinyal apa pun tentang kebijakan perdagangan, tarif, atau masalah geopolitik.
Pasar kripto sering bereaksi terhadap perubahan sentimen risiko global yang didorong oleh komentar kebijakan AS, terutama ketika mereka memengaruhi kekuatan dolar dan arus modal global.
Perkembangan Regulasi Terus Membentuk Sentimen XRP
Regulasi terus memainkan peran utama dalam prospek XRP . Penyelesaian kasus SEC pada Agustus 2025 menghilangkan risiko hukum utama, memungkinkan institusi untuk mempertimbangkan XRP tanpa litigasi yang sedang berlangsung.
Anggota parlemen diharapkan untuk mendorong Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital pada Q1 2026. RUU tersebut akan mengklarifikasi regulator mana yang mengawasi berbagai bagian pasar kripto, mengurangi ketidakpastian untuk token pembayaran dan penyelesaian seperti XRP.
Secara historis, XRP telah bereaksi keras terhadap kejelasan peraturan, karena aturan yang lebih jelas cenderung menarik lebih banyak minat institusional dan pengembangan produk.
Aliran ETF dan Tren Pasokan Mendukung Struktur Pasar
Akses institusional ke XRP telah diperluas dengan peluncuran ETF XRP spot pada akhir 2025. Dana ini menarik sekitar $ 1,5 miliar dalam arus masuk dalam beberapa minggu, memperketat pasokan yang tersedia.
Pada saat yang sama, XRP yang dipegang bursa telah turun menjadi sekitar 1,6 miliar token, turun dari sekitar 3,76 miliar pada Oktober 2025, level terendah tujuh tahun. Ini mengurangi tekanan jual jangka pendek.
Analis mengatakan pasokan yang lebih ketat dapat memicu pergerakan harga yang lebih kuat ketika permintaan meningkat, tetapi juga dapat meningkatkan volatilitas selama kemunduran pasar yang lebih luas.
Q1 2026 sebagai Masa Transisi untuk XRP
Q1 2026 semakin dipandang sebagai masa transisi daripada fase breakout. Investor menggunakan waktu ini untuk menilai apakah regulasi yang lebih kuat, akses ETF, dan pasokan yang lebih ketat dapat menyeimbangkan ketidakpastian makro yang sedang berlangsung sebelum berkomitmen lebih banyak modal di akhir tahun.
Seiring berjalannya Q1, arah XRP diperkirakan akan bergantung pada interaksi antara sinyal makroekonomi, momentum peraturan, dan arus kelembagaan. Keputusan FOMC Maret kemungkinan akan berfungsi sebagai titik balik utama, menawarkan kejelasan tentang kebijakan moneter AS dan kondisi risiko yang lebih luas.
Sementara fundamental yang membaik memberikan dukungan, kinerja jangka pendek XRP tetap terkait erat dengan kekuatan ekonomi eksternal yang akan menentukan nada pasar hingga awal 2026.
Terkait: Prediksi Harga XRP: Harga XRP melemah karena derivatif mendingin dan arus spot tetap negatif
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.