AI Menggantikan DAT? Perusahaan Crypto Treasury Mengubah Strategi - Coin Edition

AI Menggantikan DAT? Perusahaan Crypto Treasury Mengubah Strategi

Last Updated:
AI Menggantikan DAT? Perusahaan Crypto Treasury Mengubah Strategi
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Perusahaan treasury kripto kini mencari opsi baru, termasuk AI.
  • Di tengah tren pasar bearish, DAT kripto kehilangan momentum secara signifikan.
  • CEO Coinbase Brian Armstrong mengatakan bahwa perubahan ini dapat menguntungkan sektor kripto.

Ledakan treasury aset digital (DAT) tampaknya mulai kehilangan sensasi awalnya. Namun tren ini kini bergeser di tengah sentimen pasar kripto yang secara keseluruhan bearish. Menurut laporan Bloomberg, banyak perusahaan treasury aset kripto kini memilih bisnis kecerdasan buatan (AI) dan pusat data untuk mencari peluang pertumbuhan baru.

Perusahaan Keuangan Kripto Sedang Meninjau Ulang Strategi Mereka

Laporan terbaru dari Bloomberg berfokus pada penurunan hype perusahaan treasury kripto. Meskipun banyak perusahaan publik telah mengumpulkan modal untuk membeli dan memegang mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan XRP, momentum mereka kini mulai memudar.

Perusahaan seperti Strategy dan BitMine mendominasi ruang treasury kripto, di mana mereka mendirikan DAT Bitcoin dan Ethereum terbesar, masing-masing. Selain dua raksasa ini, ada juga banyak perusahaan publik lain di pasar. Namun karena pasar kripto kini memasuki salah satu periode tersulit, perusahaan-perusahaan ini dilaporkan mengambil pendekatan baru.

Harga Bitcoin telah turun tajam dari rekor tertinggi sepanjang masa $126k menjadi $64.500 saat ini. Akibatnya, banyak DAT Bitcoin sudah menjual kepemilikan mereka. Bahkan DAT Bitcoin terbesar, Strategy, telah menjual sekitar 3.620 BTC dan juga menyetujui penjualan tambahan. Selain itu, perusahaan telah menghentikan pembelian BTC reguler, melaporkan tidak ada pembelian baru selama empat minggu terakhir.

Perusahaan kecil juga telah mengambil langkah serupa, bahkan yang lebih drastis. Sebagai contoh, Satsuma Technology telah menyetujui penjualan penuh 668 kepemilikan BTC-nya. Perusahaan lain, Sequans Communications, menjual lebih dari 1.000 BTC.

Perusahaan penambangan Bitcoin juga dilaporkan mengikuti jalur serupa. Perusahaan seperti MARA Holdings dan Bitdeer juga telah menjual sebagian cadangan Bitcoin mereka untuk mengurangi utang, membeli kembali saham, dan berinvestasi pada infrastruktur berbasis AI.

Mengapa DAT dan penambang Bitcoin memilih AI?

Perlu dicatat bahwa antusiasme yang memudar terhadap perusahaan treasury kripto menyebabkan munculnya AI. Banyak DAT kini mengalihkan fokus ke AI daripada hanya mengandalkan aset kripto. Saat ini, platform AI menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat.

Perusahaan treasury kripto kini menambahkan AI ke dalam strategi jangka panjang mereka karena menawarkan peluang pendapatan baru di luar sekadar menyimpan aset digital. Dengan paparan AI, perusahaan-perusahaan ini membuka pintu ke bidang baru seperti pusat data, komputasi awan, dan infrastruktur AI.

Bagi penambang Bitcoin, transisi ini lebih praktis dibandingkan dengan DATs. Hal ini karena saat ini mereka beroperasi dengan fasilitas seperti pasokan listrik, sistem pendingin, dan infrastruktur pusat data, yang diperlukan untuk beban kerja AI. Ini berarti masuknya penambang Bitcoin ke ruang AI akan mungkin dengan investasi tambahan yang relatif rendah.

Namun, ini tidak berarti semuanya berjalan tanpa tantangan. Perusahaan pertambangan masih perlu berinvestasi besar-besaran di bidang lain, termasuk GPU, jaringan berkecepatan tinggi, dan perangkat lunak. Namun, dengan bantuan infrastruktur yang sangat dibutuhkan yang sudah ada, pergeseran akan menjadi lebih mudah.

Pertumbuhan AI akan Memperkuat Kripto, Kata CEO Coinbase

Di tengah tren yang berubah ini, para ahli seperti CEO Coinbase Brian Armstrong percaya bahwa perubahan ini dapat menguntungkan industri kripto. Dalam sebuah posting X hari ini, dia menulis, “AI sebagai megatrend tidak mengurangi apa pun dari crypto. Jika ada, hal ini justru membuat kripto menjadi lebih penting.” Menurut Armstrong, baik ruang AI maupun kripto adalah teknologi pelengkap, bukan dua pesaing.

Ia mencatat bahwa kripto akan semakin diandalkan oleh AI. Jika agen AI berkembang, mereka perlu mengirim dan menerima pembayaran, menyimpan dana, meminjam modal, dan melakukan transaksi keuangan. Untuk layanan ini, AI akan memilih kripto daripada layanan keuangan tradisional. CEO Coinbase menambahkan bahwa hal ini bisa secara signifikan meningkatkan permintaan kripto daripada menggantikannya.

Terkait: Nvidia, Pemimpin Industri Meluncurkan Aliansi AI Aman Terbuka untuk Keamanan AI

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.