Anggota Parlemen AS Memperkenalkan RUU untuk Melawan Penggunaan Kripto dalam Pendanaan Teror

Last Updated:
Anggota Parlemen AS Memperkenalkan RUU untuk Melawan Penggunaan Kripto dalam Pendanaan Teror
  • Legislator di Amerika Serikat memperkenalkan rancangan undang-undang untuk menghentikan penggunaan kripto dalam pendanaan terorisme.
  • Para anggota parlemen mengatakan RUU tersebut memberikan sanksi untuk melawan munculnya penggunaan aset digital oleh aktor asing untuk pendanaan teror.
  • Undang-undang tersebut juga menetapkan tindakan terhadap perusahaan asing yang melakukan bisnis dengan kelompok teror.

Anggota parlemen Amerika Serikat pada hari Kamis memperkenalkan undang-undang bipartisan untuk memerangi penggunaan kripto untuk pendanaan terorisme sebagai bagian dari proposal yang lebih luas untuk memperketat tindakan regulasi terhadap kelompok teror.

Memang benar, undang-undang bertajuk Undang-Undang Pencegahan Pendanaan Terorisme, yang didorong oleh serangan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel, disponsori oleh Senator AS Mitt Romney, Mark Warner, Mike Rounds dan Jack Reed. Menurut Romney, RUU tersebut akan “melawan peran kripto dalam pendanaan terorisme… dan mengatasi ancaman yang muncul yang melibatkan aset digital.”

Selain itu, RUU tersebut juga akan memperkenalkan sanksi baru terhadap pihak asing yang memfasilitasi transaksi keuangan dengan kelompok teror. Selain itu, undang-undang tersebut akan memperluas kelompok teror yang diberi sanksi di AS hingga mencakup Hamas.

Senator Rounds berkomentar mengenai perkembangan tersebut, “Undang-undang Pencegahan Pendanaan Terorisme mengambil langkah-langkah yang masuk akal untuk membasmi terorisme dengan memberikan sanksi kepada lembaga keuangan asing dan perusahaan aset digital asing yang membantu mereka melakukan tindakan keji ini.”

Selain itu, Senator Reeds mengatakan RUU tersebut akan memberdayakan Departemen Keuangan dengan alat untuk melindungi keamanan nasional dan ekonomi. Dia melanjutkan dengan mengatakan RUU itu akan memaksa lembaga keuangan asing dan perusahaan kripto asing untuk memilih antara berbisnis dengan organisasi teroris atau mempertahankan akses ke sistem keuangan AS. Sebelumnya pada bulan Oktober, otoritas Israel memerintahkan platform perdagangan kripto Binance untuk menutup ratusan akun yang terkait dengan Hamas. Sebagaimana dicatat dalam laporan tersebut, pihak berwenang Israel menyatakan bahwa mereka telah menyita aset kripto senilai hampir jutaan dolar AS.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.