CEO Ripple Mengatakan Pergerakan Emas yang Lambat Menunjukkan Mengapa Kripto Penting

CEO Ripple Mengatakan Pergerakan Emas yang Lambat Menunjukkan Mengapa Kripto Penting

Last Updated:
CEO Ripple Mengatakan Pergerakan Emas yang Lambat Menunjukkan Mengapa Kripto Penting
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Bank sentral Belanda memindahkan 86 ton emas dari Amerika Utara ke Inggris untuk akses yang lebih mudah.
  • CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mengatakan transfer emas yang lambat menunjukkan kekurangan dalam keuangan tradisional.
  • Garlinghouse mengatakan kripto dapat menawarkan transfer nilai lintas negara yang lebih cepat dan murah.

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, telah menyoroti keputusan bank sentral Belanda untuk memindahkan cadangan emas dari Amerika Utara ke Inggris sebagai contoh mencolok dari keterbatasan infrastruktur keuangan tradisional dan potensi penggunaan kripto.

Bank Sentral Belanda Memindahkan 86 Ton Emas

Bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB), memindahkan sekitar 86 ton emas dari AS dan Kanada ke Inggris antara Maret dan Agustus. Langkah ini mewakili lebih dari seperempat cadangan emas bank yang disimpan di New York dan Ottawa.

DNB mengatakan mereka memindahkan emas tersebut untuk mempersiapkan kemungkinan krisis yang disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik. Emas tersebut kini disimpan di Bank of England, di mana emas tersebut dapat diperdagangkan dan diakses lebih mudah jika diperlukan.

Gubernur DNB Olaf Sleijpen mengatakan langkah ini membuat cadangan emas bank lebih mudah digunakan. Ia menambahkan bahwa meskipun bank tidak mengharapkan kebutuhan emas tersebut dalam keadaan darurat, mereka ingin lebih siap.

Pertanyaan Garlinghouse tentang Keuangan Tradisional

Sementara itu, Garlinghouse menggunakan langkah tersebut untuk mengkritik cara keuangan tradisional yang lambat dan usang memindahkan uang dan aset ke seluruh dunia.

“Pengingat yang baik tentang bagaimana keuangan masih berjalan hingga hari ini,” tulis CEO Ripple tersebut.

Ia menunjukkan bahwa sekitar 70% dari emas senilai $11 miliar yang terlibat dalam transfer besar tersebut tidak dipindahkan secara fisik. Sebaliknya, emas tersebut dijual di New York dan dibeli lagi di London. Ia juga menyebutkan bahwa, pada awal 2010-an, Jerman membutuhkan waktu empat tahun untuk memindahkan 674 ton emas senilai sekitar $36 miliar dari Paris dan New York saat itu.

Garlinghouse mengatakan proses yang lambat ini menunjukkan seberapa jauh keuangan tradisional masih harus berkembang, terutama jika dibandingkan dengan laju teknologi yang sangat cepat selama dekade terakhir.

Crypto menawarkan model yang berbeda

Garlinghouse berpendapat bahwa sistem keuangan belum mengikuti perkembangan teknologi lain. Ia menunjukkan bahwa mobil swakemudi dapat menjelajahi kota, AI telah mengubah cara kita bekerja, dan Starlink dapat menyediakan internet hampir di mana saja. Namun, memindahkan uang dan aset ke seluruh dunia masih bisa terasa lambat dan rumit.

Ia percaya kripto menawarkan solusi yang lebih baik. Menurut Garlinghouse, aset blockchain memindahkan nilai dengan cepat dan aman lintas batas, dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan sistem keuangan tradisional.

Pendukung XRP Menyoroti Manfaat Blockchain

Komentar Garlinghouse juga mendapat dukungan dari validator XRP Ledger, Vet. Ia berpendapat bahwa aset digital seperti XRP menawarkan beberapa manfaat yang terkait dengan emas sekaligus memberikan kecepatan dan fleksibilitas teknologi blockchain.

Vet menggambarkan XRP sebagai aset netral yang tidak bergantung pada bank, perusahaan, atau negara tertentu. Ia juga menyoroti potensinya untuk membuat transfer lebih cepat dan lebih murah.

Validator juga menunjuk pada keuangan terdesentralisasi (DeFi), dengan mengatakan aset tokenisasi dapat mendukung lebih banyak aplikasi keuangan tanpa harus memindahkan aset dasar secara fisik.

Risiko Geopolitik Menempatkan Penyimpanan Emas dalam Fokus

Keputusan bank sentral Belanda ini muncul saat meningkatnya ketegangan geopolitik membuat bank mempertimbangkan kembali bagaimana dan di mana mereka menyimpan cadangan mereka.

DNB mengatakan langkah ini telah membagi emasnya lebih merata. London kini memegang 32,1% emasnya, sementara pusat kas di Zeist memegang 30,8%. New York dan Ottawa masing-masing memegang 18,5%. Bank sentral lain juga meninjau di mana mereka menyimpan emas mereka dan seberapa cepat mereka dapat mengaksesnya.

Bagi para pendukung kripto, isu ini menunjukkan bahwa sistem keuangan global masih bergantung pada infrastruktur lama, meskipun teknologi modern dapat memindahkan informasi dan aset digital hampir seketika.

Terkait: Ripple Menandatangani Kemitraan Multi-Tahun dengan Florida Athletics

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.