- Charles Schwab memperluas akses trading Bitcoin dan Ethereum kepada seluruh nasabah ritel yang memenuhi persyaratan.
- Layanan Schwab Crypto mengenakan biaya transaksi 0,75 persen dan masih terbatas pada wilayah tertentu di Amerika Serikat.
- Solana, Avalanche, dan Chainlink masuk rencana ekspansi, tetapi belum memiliki tanggal peluncuran pasti.
Charles Schwab memperluas akses perdagangan langsung Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) melalui Schwab Crypto kepada seluruh nasabah ritel yang memenuhi syarat. Perusahaan pialang asal Amerika Serikat itu mengumumkan perluasan layanan pada Jumat (16/10/2026), setelah sebelumnya membuka akses secara bertahap.
Melalui akun resminya di X, Schwab menyatakan bahwa nasabah kini dapat membeli dan menjual kedua aset kripto tersebut di samping investasi pada rekening pialang mereka. Perubahan ini memperluas cakupan pengguna, bukan menandai peluncuran pertama layanan perdagangan kripto perusahaan.
Skala bisnisnya cukup besar. Menurut laporan keuangan kuartal III 2026, Charles Schwab mengelola aset nasabah senilai US$13,33 triliun pada akhir September, naik 15 persen dibandingkan setahun sebelumnya.
Namun, angka tersebut merupakan total aset nasabah perusahaan, bukan dana yang telah dialokasikan ke kripto.
Akses Bitcoin dan Ethereum Dibuka Lebih Luas
Schwab pertama kali mengumumkan rincian Schwab Crypto pada April 2026, lalu mulai menggulirkan akses perdagangan spot pada Mei. Pada tahap awal, layanan tersebut hanya tersedia untuk kelompok nasabah tertentu sebelum diperluas kepada seluruh nasabah ritel yang memenuhi persyaratan.
Pengguna dapat melakukan transaksi BTC dan ETH melalui rekening kripto terpisah yang terhubung dengan rekening pialang Schwab. Charles Schwab Premier Bank bertindak sebagai kustodian aset digital, sedangkan Paxos menyediakan layanan sub-kustodian dan eksekusi perdagangan.
Berdasarkan ketentuan resmi Schwab Crypto, biaya pembelian maupun penjualan ditetapkan sebesar 0,75 persen dari nilai transaksi, dengan biaya minimum US$0,01. Persetujuan pembukaan rekening tetap diperlukan, sehingga tidak semua nasabah otomatis memperoleh akses.
Ada pula pembatasan wilayah. Layanan ini belum tersedia untuk penduduk negara bagian New York dan Louisiana, wilayah teritorial AS, maupun nasabah di yurisdiksi internasional.
Dengan demikian, pengumuman tersebut bukan berarti investor yang berdomisili di Indonesia dapat langsung membuka rekening Schwab Crypto.
SOL, AVAX, dan LINK Masih dalam Rencana
Selain Bitcoin dan Ethereum, Schwab menyiapkan perluasan daftar aset melalui Solana (SOL), Avalanche (AVAX), dan Chainlink (LINK). Ketiga altcoin tersebut belum diumumkan sebagai aset yang sudah bisa diperdagangkan pada platform tersebut.
Rencana penambahan ini sebenarnya telah dipublikasikan perusahaan sejak 27 Agustus 2026. Pada saat itu, Schwab menyebut ketiganya akan hadir dalam beberapa bulan berikutnya.
Hingga pengumuman terbaru, belum ada tanggal peluncuran khusus untuk masing-masing aset tersebut.
Schwab juga merencanakan fitur transfer aset kripto dari luar platform, termasuk kemampuan deposit dan penarikan, tetapi belum menetapkan jadwal penerapannya.
Di luar perdagangan kripto, CEO Rick Wurster turut menyebut pasar prediksi sebagai salah satu peluang pengembangan pendapatan berbasis transaksi.
Perluasan tersebut melanjutkan rencana Schwab memasuki perdagangan kripto langsung yang sebelumnya diberitakan Coin Edition Indonesia.
Perkembangan ini menunjukkan bertambahnya pilihan akses aset digital melalui lembaga keuangan konvensional di AS, meski ketersediaannya tetap bergantung pada ketentuan layanan dan wilayah masing-masing.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.