Indonesia Perluas Tindakan Keras Taruhan Kripto Setelah Larangan Polymarket

Indonesia Perluas Tindakan Keras Taruhan Kripto Setelah Larangan Polymarket

Last Updated:
Indonesia Perluas Tindakan Keras Taruhan Kripto Setelah Larangan Polymarket
  • Indonesia memblokir Polymarket dan melabeli platform tersebut sebagai aktivitas perjudian online.
  • Pihak berwenang mengatakan pasar prediksi berbasis kripto melanggar undang-undang perjudian Indonesia.
  • Indonesia melacak akun terkait Polymarket dan memantau platform serupa.

Indonesia telah memblokir akses ke platform pasar prediksi berbasis kripto Polymarket setelah pihak berwenang menyimpulkan bahwa layanan tersebut melanggar undang-undang perjudian online negara itu. Keputusan itu diumumkan oleh Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi negara itu melalui divisi Pengawasan Ruang Digital, yang menyatakan bahwa platform tersebut memungkinkan taruhan spekulatif pada hasil yang tidak pasti meskipun beroperasi di bawah struktur pasar prediksi.

Menurut laporan lokal, kementerian mengatakan pembatasan itu adalah bagian dari upayanya untuk mencegah perjudian online dan melindungi pengguna digital, terutama pengguna internet yang lebih muda, dari risiko keuangan yang terkait dengan platform spekulatif.

Pihak berwenang mengatakan mereka juga memantau akun media sosial yang berafiliasi dan saluran online terkait yang terkait dengan Polymarket sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang lebih luas terhadap platform perjudian online

Otoritas Indonesia Menargetkan Platform Pasar Prediksi

Alexander Sabar, direktur jenderal pengawasan ruang digital di kementerian, menyatakan bahwa platform yang memungkinkan pengguna untuk memasang taruhan moneter pada acara di masa depan tetap dilarang oleh hukum Indonesia, bahkan ketika teknologi blockchain atau aset kripto terlibat dalam proses transaksi.

Pasar prediksi biasanya memungkinkan peserta untuk memperdagangkan kontrak yang terkait dengan hasil acara di masa depan, seperti pemilu, perkembangan ekonomi, atau kompetisi olahraga. Regulator Indonesia berpendapat bahwa struktur Polymarket secara efektif memungkinkan taruhan keuangan dan aktivitas spekulatif, menempatkannya dalam kategori layanan perjudian online.

Kementerian mengatakan upaya penegakan hukum tidak akan berhenti pada Polymarket saja. Para pejabat mengindikasikan bahwa platform lain yang menawarkan layanan pasar prediksi serupa juga dapat menghadapi pembatasan akses jika ditemukan melanggar peraturan nasional.

Pemerintah Perluas Langkah-Langkah Pemantauan Digital

Pihak berwenang menyatakan bahwa kementerian telah mulai melacak akun dan saluran online yang terkait dengan Polymarket untuk memperkuat penegakan di berbagai platform digital. Pemerintah menambahkan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum dan pemangku kepentingan lainnya sambil memantau layanan online yang beroperasi dalam ekosistem digital Indonesia.

Para pejabat juga mendesak warga untuk tidak terlibat dalam taruhan spekulatif pada aset digital, memperingatkan bahwa kegiatan tersebut dapat mengakibatkan kerugian finansial dan konsekuensi hukum di bawah peraturan Indonesia.

Langkah Indonesia mengikuti tindakan serupa yang diambil di beberapa yurisdiksi di seluruh dunia. Menurut kementerian tersebut, negara-negara termasuk Singapura, Brasil, dan India telah memblokir akses ke Polymarket, sementara Taiwan, Thailand, China, dan Jepang telah memberlakukan pembatasan berdasarkan undang-undang domestik masing-masing.

Terkait: Kongres AS Meluncurkan Penyelidikan ke Polymarket dan Kalshi Atas Dugaan Perdagangan Orang Dalam

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.