- Vitalik Buterin menilai peluang seluruh enkripsi kunci publik berhenti berfungsi kurang dari 10 persen.
- Buterin mengusulkan penggunaan STARK agar Ethereum mendukung berbagai tanda tangan tanpa precompile tambahan.
- Eli Ben-Sasson menyarankan pengujian kriptografi lattice selama tiga hingga lima tahun sebelum digunakan untuk dana besar.
Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mengusulkan cara agar jaringan tetap dapat menggunakan beragam skema tanda tangan kriptografi tanpa menambahkan precompile baru. Gagasan itu disampaikan melalui unggahannya di X pada Senin, 19 Oktober 2026, ketika komunitas membahas ketahanan sistem keamanan digital terhadap ancaman komputasi masa depan.
Perdebatan bermula dari pertanyaan peneliti Starknet, Eli Ben-Sasson, mengenai kemungkinan enkripsi kunci publik berhenti berfungsi sepenuhnya.
Buterin menaksir peluang skenario ekstrem tersebut kurang dari 10 persen, tetapi mengingatkan kemungkinan sistem membutuhkan kunci berukuran jauh lebih besar untuk mempertahankan keamanannya.
Ethereum Hadapi Perdebatan Kriptografi Pascakuantum
Diskusi kemudian beralih pada dua pendekatan kriptografi pascakuantum, yaitu berbasis hash dan lattice. Keduanya diteliti untuk mengurangi ketergantungan pada metode yang dapat terancam oleh perkembangan komputer kuantum.
Pakar hukum kripto Gabriel Shapiro menilai pendekatan berbasis hash memungkinkan Ethereum bergerak lebih cepat. Menurutnya, dompet dan akun berbasis lattice dapat dipertimbangkan belakangan apabila ketahanannya, termasuk terhadap serangan yang dibantu kecerdasan buatan, sudah terbukti.
Ben-Sasson menyampaikan pandangan berbeda. Ia menyoroti struktur matematika lattice yang kompleks dan kemungkinan munculnya metode serangan baru. Karena itu, ia menyarankan agar dana bernilai besar tidak dipercayakan kepada skema tersebut sebelum melalui pengujian selama tiga hingga lima tahun.
Perbedaan pandangan ini memperlihatkan tantangan Ethereum dalam meningkatkan keamanan tanpa tergesa-gesa memilih teknologi yang belum cukup teruji.
Sebelumnya, Coin Edition Indonesia juga membahas ancaman komputasi kuantum terhadap berbagai sistem kripto, termasuk tanda tangan digital dan dompet.
Vitalik Buterin Usulkan Agregasi STARK Lewat EIP-8288
Buterin berpendapat solusi tersebut tidak harus ditempuh dengan menambah precompile, yakni fungsi khusus pada protokol Ethereum untuk menjalankan operasi tertentu secara efisien.
Melalui skema yang ia jelaskan, pengguna membuat tanda tangan pilihan mereka secara lokal, kemudian membuktikan keabsahannya menggunakan STARK. Bukti itu digabungkan melalui agregator yang diusulkan dalam EIP-8288, sehingga blockchain tidak perlu memuat seluruh data tanda tangan berukuran besar.
Menurut Buterin, keterbatasan ruang data dalam blok menjadi alasan utama pendekatan tersebut. Komputasi berat dapat dilakukan dan dibuktikan pada perangkat pengguna, termasuk ponsel, sementara jaringan memverifikasi hasilnya melalui bukti gabungan.
Alih-alih menyertakan seluruh data kriptografi mentah, pendekatan itu memungkinkan jaringan mengandalkan referensi data dan bukti agregat. Tujuannya adalah mengurangi beban penyimpanan dan pemrosesan transaksi.
Dokumen resmi EIP-8288 menjelaskan agregasi STARK rekursif untuk tanda tangan tahan kuantum. Namun, statusnya masih rancangan sehingga mekanisme tersebut belum menjadi fitur aktif Ethereum.
Sebagai konteks pasar, harga Ethereum (ETH) pada 19 Oktober berada di sekitar Rp43,8 juta per koin, berdasarkan data historis CoinGecko. Harga tersebut tidak menunjukkan adanya dampak langsung dari perdebatan kriptografi terhadap ETH.
Usulan ini memperlihatkan arah pengembangan keamanan jangka panjang Ethereum, meskipun penerapannya masih bergantung pada pengujian dan persetujuan teknis.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.