- Saham COIN turun 14,90% ke Rp434 pada 16 Oktober, memperpanjang penurunan dua hari menjadi sekitar 27,67%.
- Indeks kripto CFX10 justru tercatat naik 1,65% dalam 24 jam, meskipun periode pengukurannya berbeda dengan saham COIN.
- MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market, tetapi keputusan final baru dijadwalkan pada Juni 2027.
Gejolak pasar saham Indonesia akibat ancaman penurunan klasifikasi oleh MSCI turut bertepatan dengan tekanan pada saham perusahaan induk Bursa Kripto CFX. Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) anjlok 14,90% menjadi Rp434 pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, sementara indeks aset kripto CFX10 justru tercatat menguat dalam periode 24 jam.
Perbedaan pergerakan tersebut menjadi perhatian karena COIN memiliki hubungan langsung dengan infrastruktur perdagangan kripto nasional, sedangkan CFX10 merupakan indeks yang mengukur kinerja sejumlah aset kripto utama di Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan Investing.com, harga saham COIN berada di Rp434, turun Rp76 dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar Rp510. Data tertunda yang ditampilkan tercatat pada pukul 11.29.
Sementara itu, halaman resmi Bursa Kripto CFX memperlihatkan indeks CFX10 di level 979,7 poin, meningkat 1,65% dalam 24 jam. Angka tersebut berasal dari pembaruan bertanggal 16 Oktober pukul 04.33 sebagaimana tercantum pada situs CFX.
Kontras ini muncul ketika pasar saham Indonesia menghadapi tekanan besar setelah MSCI mempertanyakan kelayakan Indonesia mempertahankan klasifikasi Emerging Market.
Saham COIN Turun Hampir 28% dalam Dua Hari di Tengah Gejolak MSCI
Penurunan saham COIN pada Jumat bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Data historis menunjukkan harga saham tersebut sudah merosot 15% pada Kamis, 15 Oktober, dari Rp600 menjadi Rp510.
Dengan harga yang kembali turun menjadi Rp434 pada 16 Oktober, perhitungan berdasarkan harga penutupan 14 Oktober menunjukkan COIN telah kehilangan sekitar 27,67% nilainya dalam dua sesi perdagangan.
Tekanan terhadap COIN juga telah terlihat sebelum periode tersebut. Pada 5 Oktober, saham ini masih berada di level Rp740. Artinya, pelemahan saham sudah berlangsung lebih lama daripada gejolak terbaru terkait MSCI.
Perkembangan ini penting untuk membedakan tekanan pasar secara keseluruhan dari faktor-faktor yang mungkin secara khusus memengaruhi saham COIN. Belum ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan seluruh penurunan tersebut disebabkan oleh pengumuman MSCI.
Menurut informasi resmi e-IPO, Indokripto Koin Semesta merupakan perusahaan induk yang berinvestasi pada PT Central Finansial X (CFX), penyelenggara bursa aset kripto, serta PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), penyedia layanan kustodian kripto.
Dengan struktur tersebut, COIN merupakan salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia yang memiliki keterkaitan langsung dengan bisnis infrastruktur aset digital nasional.
Adapun gejolak pasar saham terjadi setelah MSCI mengumumkan proposal reklasifikasi Indonesia pada 15 Oktober 2026. Penyedia indeks global tersebut mempertimbangkan perubahan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
MSCI menyoroti kekhawatiran pelaku pasar mengenai transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas penerapan reformasi pasar modal Indonesia.
Dampaknya langsung terlihat pada perdagangan Jumat. Reuters melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat merosot hingga 11,4% secara intraday, mencatat penurunan terdalam sejak Januari 1998. Rupiah juga sempat melemah ke Rp18.070 per dolar AS.
Meski demikian, penurunan klasifikasi Indonesia belum menjadi keputusan final. MSCI membuka konsultasi hingga 30 April 2027 dan akan mengumumkan keputusan paling lambat 30 Juni 2027.
Indeks CFX10 Menguat, Mengapa Berbeda dengan Saham Induk Bursa Kripto?
Di tengah tekanan terhadap saham COIN, indeks CFX10 justru memperlihatkan pergerakan positif berdasarkan pembaruan yang tersedia pada 16 Oktober.
Data CFX menunjukkan indeks tersebut mencapai 979,7 poin, dibandingkan angka referensi hari sebelumnya sebesar 963,83 poin. Dalam tampilan periode 24 jam, CFX mencatat penguatan sekitar 1,65%.
Sejumlah aset kripto utama yang ditampilkan pada halaman tersebut juga berada di zona positif. Bitcoin (BTC) menguat 1,46%, Ethereum (ETH) naik 3,12%, dan Solana (SOL) meningkat 2,87%.
Perbedaan ini dapat dipahami dari karakter kedua instrumen yang tidak sama.
COIN merupakan saham perusahaan terbuka yang harganya dipengaruhi aktivitas jual beli investor di Bursa Efek Indonesia, kondisi perusahaan, serta sentimen pasar modal.
Sebaliknya, CFX10 bukan indeks harga saham perusahaan induk CFX. Berdasarkan penjelasan metodologi resmi CFX, indeks yang diluncurkan pada Juni 2026 itu dirancang untuk mengukur kinerja sepuluh aset kripto utama dalam Daftar Aset Keuangan Digital berdasarkan data perdagangan yang dilaporkan kepada bursa.
Karena itu, kenaikan CFX10 tidak secara otomatis berarti nilai saham COIN harus ikut meningkat. Begitu pula sebaliknya, penurunan harga saham COIN tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa harga aset kripto atau aktivitas perdagangan di Bursa Kripto CFX sedang melemah.
Ada pula perbedaan penting dalam periode pengukuran. Penurunan COIN sebesar 14,90% merupakan perubahan terhadap penutupan perdagangan saham sebelumnya, sedangkan kenaikan CFX10 sebesar 1,65% merupakan perubahan dalam 24 jam berdasarkan waktu pembaruan indeks.
Kedua angka tersebut tidak mewakili interval pengamatan yang sepenuhnya sama. Dengan demikian, data yang tersedia belum cukup untuk memastikan bahwa pasar kripto Indonesia mampu mempertahankan penguatan sepanjang periode ketika IHSG mengalami penurunan tajam.
Belum ditemukan pula bukti bahwa investor pasar saham Indonesia memindahkan dananya ke aset kripto sebagai respons terhadap ancaman reklasifikasi MSCI.
Temuan dari kedua pasar ini justru memperlihatkan pentingnya membedakan kinerja saham perusahaan infrastruktur aset digital dengan pergerakan harga aset kripto yang diperdagangkan melalui ekosistemnya.
Ke depan, perkembangan saham COIN, pembaruan indeks CFX10, dan respons pasar terhadap proses konsultasi MSCI menjadi sejumlah indikator yang dapat diamati untuk mengetahui apakah perbedaan arah tersebut berlanjut atau hanya berlangsung sementara.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.