- Kehancuran kejahatan kripto Polandia mengungkap risiko yang meningkat dari serangan terkait telekomunikasi.
- Skema SIM-swap diduga memungkinkan pencurian di berbagai platform kripto.
- Investigasi yang didukung FBI menunjukkan jaringan penipuan internasional yang lebih luas.
Pihak berwenang Polandia telah membongkar dugaan jaringan kejahatan cryptocurrency yang dituduh mencuri aset digital melalui serangan SIM-swap yang canggih, menandai salah satu operasi kejahatan dunia maya paling signifikan di negara itu dalam beberapa tahun terakhir. Penyelidik menangkap empat tersangka selama penggerebekan terkoordinasi dan menempatkan mereka dalam penahanan pra-persidangan.
Operasi tersebut menarik perhatian internasional setelah penyelidik blockchain ZachXBT menyarankan bahwa aktor rekayasa sosial terkenal yang dikenal sebagai “Merry” mungkin termasuk di antara mereka yang ditahan. Pihak berwenang belum secara terbuka mengidentifikasi salah satu tersangka, mengutip sifat penyelidikan yang sedang berlangsung.
Penyelidik Melacak Skema ke Akses Telekomunikasi
Menurut Biro Pusat Polandia untuk Memerangi Kejahatan Siber (CBZC), para tersangka diduga menargetkan perusahaan yang memelihara hubungan dengan operator telekomunikasi. Alih-alih mengandalkan teknik peretasan tradisional, kelompok tersebut dilaporkan menggunakan taktik rekayasa sosial dan perangkat lunak khusus untuk mendapatkan akses ke akun karyawan dan sistem internal.
Begitu masuk, penyelidik mengatakan para tersangka memperoleh kendali atas nomor ponsel korban melalui serangan SIM-swap. Akibatnya, mereka mencegat kode otentikasi dan pesan pemulihan akun. Akses ini memungkinkan mereka untuk mengambil alih akun pertukaran mata uang kripto dan mentransfer aset digital tanpa izin.
Selain membahayakan nomor telepon, para penyerang diduga mengeksploitasi kelemahan dalam sistem pemulihan akun. Banyak platform cryptocurrency terus bergantung pada verifikasi berbasis SMS, yang tetap rentan terhadap serangan terkait telekomunikasi.
Terkait: Trump Menunda RUU Perumahan, Mengaburkan Masa Depan Larangan CBDC
ZachXBT Menghubungkan Penangkapan dengan Aktor Ancaman yang Diketahui
Kasus ini mendapatkan visibilitas tambahan setelah ZachXBT menghubungkan salah satu penggerebekan ke Wojtek Kulisz, seorang tokoh rekayasa sosial Polandia yang dikenal secara online sebagai “Merry.” Penyelidik menunjuk pada pakaian dan perhiasan mewah yang ditampilkan dalam rekaman penggerebekan resmi yang tampak mirip dengan barang-barang yang ditampilkan di profil media sosial publik Kulisz.
Namun, pihak berwenang Polandia belum mengkonfirmasi atau membantah klaim tersebut. Penyelidik terus menyembunyikan nama sementara mereka mengejar petunjuk tambahan dan berkoordinasi dengan mitra internasional.
CBZC menekankan bahwa penyelidikan tetap aktif dan meluas melampaui perbatasan Polandia. Oleh karena itu, para pejabat menolak untuk merilis informasi tentang korban, akun yang disusupi, atau aset yang dipulihkan.
Kerjasama Internasional Berkembang
Operasi itu melibatkan dukungan dari Biro Investigasi Federal AS dan Investigasi Keamanan Dalam Negeri. Partisipasi mereka menunjukkan bahwa penyelidik mungkin telah mengidentifikasi korban asing, transaksi keuangan, atau infrastruktur digital yang terkait dengan dugaan kejahatan.
Pihak berwenang memperkirakan bahwa kelompok tersebut mencuci dana senilai puluhan juta zloty Polandia melalui rekening bank domestik dan internasional, layanan pembayaran, dan dompet cryptocurrency. Selain itu, jaksa percaya para tersangka memperlakukan operasi itu sebagai perusahaan kriminal yang terorganisir dan berkelanjutan.
Jika terbukti bersalah, para terdakwa dapat menghadapi hukuman hingga 25 tahun penjara. Sementara itu, penyelidik terus memeriksa bukti yang disita selama penggerebekan saat mereka berusaha untuk mengungkap ruang lingkup penuh dari dugaan skema tersebut.
Terkait: Lummis Menolak Kritik Dimon terhadap RUU Crypto
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.