- Trump membagikan video AI yang menunjukkan Stephen Colbert dilemparkan ke tempat sampah setelah final The Late Show.
- Klip viral itu menghidupkan kembali perseteruan lama Trump dan Colbert, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun secara online.
- Colbert mengakhiri perjalanan larut malamnya dengan tamu selebriti, musik, dan episode perpisahan yang emosional.
Presiden AS Donald Trump menghidupkan kembali perseteruannya dengan pembawa acara larut malam Stephen Colbert setelah memposting video buatan AI yang menunjukkan Colbert dibuang ke tempat sampah. Ini mengikuti episode terakhir The Late Show dengan Stephen Colbert.
Klip berdurasi 22 detik pertama kali diposting di akun Truth Social Trump dan kemudian dibagikan oleh Gedung Putih dengan keterangan “Bye-bye”. Video yang diedit menunjukkan Trump meraih Colbert selama monolog, melemparkannya ke tempat sampah hijau, dan kemudian menari mengikuti lagu Village People “YMCA.”
Video itu dengan cepat menyebar secara online, mendapatkan ratusan ribu suka dan menghidupkan kembali perdebatan atas bentrokan publik Trump yang sudah berlangsung lama dengan komedian itu.
Perseteruan Panjang Trump dan Colbert Berlanjut
Video itu muncul hanya beberapa jam setelah Colbert mengakhiri hampir 11 tahun sebagai pembawa acara The Late Show di Ed Sullivan Theater New York City.
Trump kemudian merayakan akhir acara itu dalam posting media sosial tambahan, menyebut Colbert sebagai “total” dengan “tidak ada bakat, tidak ada peringkat, tidak ada kehidupan.”
Colbert sering mengkritik Trump, pemerintahannya, dan gerakan MAGA selama monolog malamnya. Trump sering menanggapi secara online dengan menyerang peringkat dan gaya komedi Colbert.
Salah satu pertukaran mereka yang paling terkenal terjadi setelah Colbert mengatakan kepada Trump untuk “pergi — diri sendiri” selama monolog di udara, momen yang kemudian menjadi viral.
Colbert Mengakhiri Pertunjukan Dengan Perpisahan yang Emosional
Episode terakhir Colbert lebih berfokus pada perayaan daripada politik. Final termasuk penampilan dari sesama pembawa acara larut malam Jimmy Kimmel, Seth Meyers, Jimmy Fallon, dan John Oliver.
Legenda musik Paul McCartney dan Elvis Costello juga muncul. McCartney membawakan “Hello, Goodbye” dengan Colbert sebelum pasangan itu secara simbolis mematikan lampu di dalam teater bersejarah. Tempat ini terkenal karena menjadi tuan rumah The Beatles selama penampilan TV Amerika pertama mereka pada tahun 1964.
TV larut malam di bawah tekanan
Kepergian Colbert menandai akhir dari waralaba larut malam yang dimulai dengan David Letterman pada tahun 1993. Meskipun acara larut malam masih menarik jutaan pemirsa, banyak pemirsa sekarang lebih suka menonton klip pendek secara online daripada episode TV penuh.
Trump juga menggunakan keluarnya Colbert untuk mengkritik pembawa acara larut malam lainnya, menyebut mereka “tidak berbakat, jahat, dibayar terlalu tinggi, tidak lucu, dan dinilai sangat buruk.”
Presiden juga secara terbuka berseteru dengan Kimmel dan tokoh TV lainnya, membuat komedi larut malam menjadi titik nyala lain dalam budaya politik dan media Amerika yang terpecah.
Terkait: Trump Memerintahkan Fed Meninjau Akses Kripto ke Infrastruktur Pembayaran AS
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.