- Harga XRP melemah 4,6% ke sekitar US$1,36 setelah laporan PPI AS menunjukkan inflasi produsen masih tinggi.
- Likuidasi derivatif XRP mencapai US$13,85 juta dalam 24 jam, termasuk US$13,66 juta posisi long.
- ETF spot XRP menerima arus masuk US$12,29 juta pada 9 September, sementara support US$1,35 menjadi perhatian.
Harga XRP mengalami tekanan jual pada 10 September 2026 setelah data inflasi produsen Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
XRP diperdagangkan di sekitar US$1,36, melemah 4,6% dalam 24 jam. Penurunan tersebut berlangsung ketika posisi long di pasar derivatif mengalami gelombang likuidasi, dengan nilai mencapai US$13,66 juta.
Meski harga melemah, permintaan terhadap produk investasi XRP masih terlihat dari arus masuk ETF spot sebesar US$12,29 juta sehari sebelumnya. Perbedaan kondisi antara pasar derivatif dan ETF ini menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan investor.
Dari sisi teknikal, XRP menghadapi ujian penting di sekitar support US$1,35. Jika level tersebut ditembus, risiko penurunan menuju US$1,26 dapat meningkat.
PPI AS Naik 5,4%, Harga XRP Tertekan
Tekanan terhadap XRP meningkat setelah Amerika Serikat merilis data Producer Price Index (PPI) atau indeks harga produsen untuk Agustus 2026.
Berdasarkan laporan resmi Bureau of Labor Statistics (BLS) yang diterbitkan pada 10 September, PPI untuk permintaan akhir meningkat 0,4% secara bulanan.
Secara tahunan, indeks tersebut naik 5,4%, menunjukkan tekanan harga di tingkat produsen masih cukup tinggi.
Sementara itu, indeks harga produsen di luar makanan dan energi meningkat 4,6% secara tahunan. Angka ini menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi tekanan inflasi di luar komponen harga yang relatif bergejolak.
Data tersebut memperkuat perhatian pasar terhadap prospek suku bunga Federal Reserve, terutama karena inflasi yang bertahan tinggi dapat mempersulit langkah pelonggaran kebijakan moneter.
Suku bunga yang tinggi cenderung menjadi tantangan bagi aset berisiko, termasuk kripto, karena dapat mengurangi daya tarik investasi spekulatif dibandingkan instrumen dengan imbal hasil tetap.
XRP sebenarnya telah menghadapi tekanan jual sebelum pengumuman PPI. Namun, hasil inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan turut memperburuk sentimen dalam perdagangan pada hari tersebut.
Kendati demikian, data inflasi tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya penyebab penurunan harga XRP. Kondisi likuiditas, posisi trader berleverage, serta pergerakan pasar kripto secara keseluruhan juga memengaruhi volatilitas.
Likuidasi Long XRP Capai US$13,66 Juta
Pelemahan harga XRP memberikan tekanan besar terhadap trader yang sebelumnya membuka posisi dengan ekspektasi kenaikan.
Berdasarkan data derivatif CoinGlass yang digunakan dalam analisis 10 September, total likuidasi posisi XRP mencapai sekitar US$13,85 juta dalam 24 jam.
Dari jumlah tersebut, likuidasi posisi long menyumbang US$13,66 juta, jauh lebih besar dibandingkan likuidasi posisi short.
Tekanan semakin terlihat dalam periode empat jam menjelang pengamatan, ketika nilai likuidasi XRP mencapai US$6,40 juta.
Sekitar US$6,35 juta dari total tersebut berasal dari posisi long.

Besarnya proporsi likuidasi long menunjukkan bahwa penurunan harga terutama berdampak pada trader yang menggunakan leverage untuk mengambil posisi bullish.
Likuidasi terjadi ketika nilai margin suatu posisi tidak lagi mencukupi akibat pergerakan harga yang berlawanan dengan arah perdagangan. Dalam kondisi tertentu, penutupan posisi secara otomatis dapat memperbesar volatilitas pasar.
Meski demikian, open interest XRP pada periode tersebut masih relatif stabil di sekitar US$3,06 miliar.
Open interest mencerminkan nilai posisi kontrak derivatif yang masih terbuka. Stabilitas metrik ini menunjukkan bahwa penurunan harga tidak disertai penyusutan besar seluruh posisi terbuka.
Selain itu, funding rate XRP sebagian besar berada di wilayah positif selama beberapa pekan sebelumnya.
Kondisi ini mengindikasikan kecenderungan posisi berleverage yang masih mengarah bullish sebelum tekanan jual meningkat. Namun, funding rate positif tidak menjamin bahwa harga akan kembali naik.
ETF XRP Masih Catat Inflow US$12,29 Juta
Di tengah tekanan pada pasar spot dan derivatif, produk ETF spot XRP di Amerika Serikat memperlihatkan perkembangan berbeda.
Menurut data SoSoValue untuk ETF XRP, produk tersebut menerima arus masuk bersih sekitar US$12,29 juta pada perdagangan 9 September 2026.
Arus masuk terbesar berasal dari ETF XRP Bitwise yang mencatat sekitar US$9,30 juta.
Sementara itu, Grayscale XRP Trust ETF (GXRP) menyumbang arus masuk sekitar US$2,98 juta. Perbedaan kecil antara penjumlahan kedua angka dan total arus masuk disebabkan pembulatan.
Pada periode tersebut, total aset bersih ETF spot XRP mencapai sekitar US$1,51 miliar.
Adapun arus masuk bersih kumulatif sejak peluncuran mencapai sekitar US$1,70 miliar.
Data tersebut menunjukkan bahwa produk investasi XRP masih menerima dana baru meskipun harga token mengalami tekanan di pasar.
Namun, arus masuk ETF tidak otomatis berarti harga XRP akan menguat. Investor ETF dan trader derivatif dapat memiliki strategi, horizon investasi, dan toleransi risiko yang berbeda.
Karena itu, pergerakan dana ETF perlu dibaca bersama aktivitas pasar lainnya, bukan digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk memperkirakan arah harga.
Analisis Harga XRP: Support US$1,35 Jadi Penentu
Dari sisi teknikal, harga XRP pada 10 September berada sedikit di atas level Fibonacci retracement 0,5 yang terletak di sekitar US$1,35.
Level tersebut dihitung berdasarkan rentang pergerakan harga yang lebih luas, yakni dari sekitar US$0,99 hingga US$1,70.
Selama XRP bertahan di atas US$1,35, peluang pemulihan menuju Fibonacci retracement 0,382 di sekitar US$1,43 masih terbuka.
Penembusan di atas US$1,43 dapat menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda, meskipun diperlukan konfirmasi lanjutan untuk menentukan kekuatan pemulihan.
Sebaliknya, apabila XRP kehilangan support US$1,35, area Fibonacci retracement 0,618 di sekitar US$1,26 menjadi support berikutnya yang perlu diperhatikan.
Penurunan lebih dalam berpotensi membawa harga menuju US$1,15, yang berada di dekat level Fibonacci retracement 0,786.
Berikut level teknikal berdasarkan kondisi pasar saat analisis diterbitkan.
| Level | Harga |
|---|---|
| Resistance terdekat | US$1,43 |
| Support utama | US$1,35 |
| Support berikutnya | US$1,26 |
| Support lanjutan | US$1,15 |
Level-level tersebut merupakan gambaran historis perdagangan pada 10 September 2026, bukan harga support dan resistensi terkini.
Secara keseluruhan, penurunan XRP memperlihatkan bagaimana perkembangan inflasi AS dapat bertepatan dengan meningkatnya tekanan pada pasar kripto, terutama ketika banyak trader menggunakan leverage.
Di sisi lain, arus masuk ETF spot dan open interest yang relatif stabil menunjukkan bahwa tidak semua indikator pasar bergerak ke arah yang sama.
Untuk perkembangan setelah periode tersebut, pembaca dapat mengikuti analisis harga BTC, ETH, dan XRP pada 8 Oktober 2026, ketika XRP kembali menghadapi pengujian support penting di sekitar US$1,3880.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.