XRP Ledger Pastikan Tak Ada XRP Baru Tercipta Usai Celah Kritis Ditutup

Last Updated:
XRP Ledger Pastikan Tak Ada XRP Baru Tercipta Usai Celah Kritis Ditutup
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • XRP Ledger Foundation memastikan tidak ada XRP tambahan yang tercipta akibat kerentanan kritis pada mesin pembayaran.
  • Celah yang diduga sudah ada sejak 2015 diperbaiki melalui pembaruan darurat xrpld 3.4.1 pada 25 September.
  • XRPL menyiapkan pengujian keamanan berbantuan AI, verifikasi formal, dan penguatan program bug bounty.

XRP Ledger Foundation (XRPLF) memastikan tidak ada XRP baru yang tercipta akibat kerentanan kritis yang sebelumnya memungkinkan penyerang menghasilkan token tambahan di luar ketentuan pasokan jaringan. Yayasan tersebut juga menyatakan tidak ditemukan bukti eksploitasi pada jaringan publik setelah celah keamanan tersebut berhasil diperbaiki.

Melalui pernyataan resmi pada 11 Oktober 2026, XRPLF menjelaskan bahwa pasokan awal XRP ditetapkan sebanyak 100 miliar token dan tidak ada mekanisme penerbitan tambahan dalam aturan normal jaringan. Kerentanan yang ditemukan berpotensi melewati pembatasan tersebut, tetapi tidak ditemukan adanya penambahan pasokan akibat eksploitasi.

Sebagai konteks, XRP Ledger merupakan jaringan blockchain yang berbeda dari perusahaan Ripple, sementara XRP adalah aset digital aslinya. Tidak seperti aset kripto yang menerbitkan token baru secara berkala, seluruh 100 miliar XRP telah dibuat sejak awal jaringan.

Menurut yayasan, sekitar 99,986 miliar XRP masih ada di jaringan. Jumlah ini lebih rendah daripada pasokan awal karena sebagian kecil XRP terus dimusnahkan melalui mekanisme biaya transaksi.

Klarifikasi tersebut menyusul publikasi laporan teknis pada 9 Oktober yang menjelaskan bagaimana kerentanan ditemukan, potensi dampaknya terhadap pasokan XRP, serta alasan pengembang memilih menerapkan perbaikan darurat tanpa menunggu proses aktivasi perubahan protokol seperti biasanya.

Perbaikan telah tersedia sejak 25 September melalui perangkat lunak xrpld versi 3.4.1, sebelum rincian teknis kerentanan diumumkan kepada publik.

Celah Sejak 2015 Bisa Menciptakan XRP Tanpa Pembayaran Penuh

Berdasarkan laporan pengungkapan kerentanan resmi XRP Ledger, masalah tersebut berasal dari kesalahan perhitungan bilangan bulat atau integer overflow pada mesin pembayaran jaringan.

Dalam kondisi tertentu, penyerang berpotensi membuat ratusan penawaran perdagangan dengan pengaturan harga yang tidak lazim, kemudian memprosesnya melalui satu transaksi pembayaran.

Kesalahan terjadi ketika mesin pembayaran menjumlahkan nilai transaksi yang melibatkan banyak penawaran. Apabila hasil penjumlahan melampaui kapasitas bilangan yang digunakan perangkat lunak, nilainya dapat berputar kembali menjadi angka yang jauh lebih kecil.

Akibatnya, sistem berpotensi mengkreditkan XRP dalam jumlah besar kepada sejumlah akun penjual, sementara akun pembeli hanya dikenai pembayaran yang jauh lebih rendah.

Selisih tersebut dapat menghasilkan XRP tambahan yang seharusnya tidak pernah ada.

Masalah ini semakin serius karena pemeriksaan internal untuk mencegah penciptaan XRP ternyata menggunakan mekanisme perhitungan yang memiliki kelemahan serupa. Dengan demikian, pemeriksaan tersebut berpotensi gagal mendeteksi ketidaksesuaian pasokan.

Peneliti Cayden Liao dan Veria AI melaporkan kerentanan itu melalui program bug bounty XRPL pada 22 September 2026.

Tim RippleX kemudian mereproduksi eksploitasi tersebut pada server pengujian terisolasi. Pengujian mengonfirmasi bahwa XRP yang dihasilkan melalui celah tersebut dapat digunakan dalam transaksi berikutnya.

Temuan itu membuat tingkat keparahan kerentanan dinaikkan menjadi kritis.

Menurut laporan teknis, akar masalahnya diperkirakan sudah ada sejak mesin pembayaran yang digunakan saat ini dikembangkan pada 2015. Namun, kondisi yang diperlukan untuk memicu kesalahan sangat tidak lazim dan tidak terjadi melalui pembayaran atau aktivitas perdagangan biasa.

Eksploitasi membutuhkan serangkaian operasi yang sengaja dirancang dengan nilai ekstrem. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa kelemahannya dapat bertahan sekitar satu dekade tanpa teridentifikasi.

Meski pengujian membuktikan bahwa kerentanan dapat digunakan untuk menciptakan XRP tambahan, XRPLF menegaskan hasil itu berasal dari lingkungan pengujian, bukan bukti penciptaan token secara ilegal pada jaringan publik.

Perbedaan tersebut penting karena kerentanan yang secara teknis dapat dieksploitasi tidak selalu berarti serangan benar-benar pernah terjadi.

Perbaikan Darurat Tanpa Voting, Keamanan XRPL Diperketat

Pengembang XRP Ledger merilis xrpld versi 3.4.1 pada 25 September 2026 sebagai pembaruan darurat untuk menangani sejumlah masalah keamanan, termasuk kesalahan perhitungan pada mesin pembayaran.

Sebelum perbaikan darurat tersebut, pengembang telah memperkenalkan XRPL versi 3.4.0 dengan fitur pinjaman dan perubahan infrastruktur pada 18 September 2026. Versi 3.4.1 yang dirilis sepekan kemudian membawa perbaikan keamanan tambahan, termasuk penanganan celah pada mesin pembayaran.

Keputusan tersebut tidak menggunakan prosedur aktivasi amendment untuk perbaikan mesin pembayaran.

Dalam mekanisme normal, perubahan aturan pemrosesan transaksi harus memperoleh dukungan lebih dari 80 persen validator tepercaya selama dua minggu sebelum berlaku di seluruh jaringan secara bersamaan.

Namun, pengembang menilai proses tersebut terlalu berisiko untuk kerentanan ini. Alasannya, kode perbaikan yang dipublikasikan akan sekaligus menunjukkan lokasi masalah kepada pihak yang berpotensi menyalahgunakannya.

Apabila prosedur normal digunakan, serangan masih mungkin dilakukan selama masa tunggu aktivasi meskipun informasi mengenai celah sudah diketahui publik.

XRPLF, RippleX, pengembang inti, dan operator validator kemudian berkoordinasi untuk mempercepat distribusi versi yang telah diperbaiki.

Pembaruan tersebut mulai melindungi server segera setelah operator memasangnya. Berdasarkan laporan resmi, lebih dari 80 persen validator dalam daftar Default Unique Node List (UNL) telah menggunakan versi 3.4.1 atau lebih baru pada hari perilisan.

Meski begitu, penerapan perbaikan secara bertahap juga memiliki risiko karena server dengan versi perangkat lunak berbeda dapat memproses transaksi eksploitasi secara tidak konsisten.

Pengembang menilai risiko sementara tersebut lebih dapat diterima dibandingkan membiarkan celah kritis tetap terbuka selama beberapa minggu.

Perlu dibedakan bahwa pembaruan yang sama juga menangani kerentanan lain pada fitur Batch. Masalah ini terkait validasi format transaksi yang berpotensi menyebabkan ketidaksepakatan antar versi server.

Berbeda dari perbaikan mesin pembayaran yang berlaku saat server diperbarui, masalah Batch diselesaikan melalui amendment fixBatchV1_2 yang aktif di Mainnet pada 9 Oktober 2026.

Dengan demikian, terdapat dua kerentanan dan dua mekanisme penerapan perbaikan yang berbeda, meskipun keduanya tercakup dalam rilis xrpld 3.4.1.

Sebagai tindak lanjut, XRPLF menyatakan akan memperkuat pengujian keamanan melalui verifikasi formal, pengujian adversarial berbantuan kecerdasan buatan, serta kerja sama dengan para peneliti keamanan.

Tim pengembang juga menambahkan prosedur pengujian ulang untuk setiap temuan yang dinyatakan telah diperbaiki. Tujuannya memastikan kerentanan tidak lagi dapat direproduksi pada kandidat versi perangkat lunak sebelum dirilis.

Di sisi lain, penanganan insiden tersebut memunculkan perdebatan mengenai insentif bagi peneliti keamanan.

Penyelidik blockchain ZachXBT mempertanyakan imbalan bug bounty yang dilaporkan mencapai US$250.000 untuk penemuan kerentanan kritis tersebut. Menurut kritiknya, besarnya potensi risiko perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan penghargaan bagi peneliti yang melakukan pengungkapan secara bertanggung jawab.

Sementara itu, program bug bounty resmi Ripple tetap menyediakan jalur pelaporan khusus bagi peneliti yang menemukan kelemahan pada komponen XRP Ledger.

Bagi pengguna dan pemegang XRP, temuan ini menunjukkan besarnya potensi konsekuensi kesalahan perangkat lunak terhadap aturan pasokan aset kripto. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan yang diumumkan XRPLF, tidak ada bukti bahwa kerentanan tersebut dimanfaatkan untuk menciptakan XRP tambahan di jaringan publik.

Fokus pengembangan berikutnya adalah memastikan perlindungan serupa dapat mendeteksi kesalahan lebih awal, sebelum pihak lain menemukan cara untuk memanfaatkannya.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.