Bank Bawah Tanah Panshi Rusak: Transaksi Lebih dari 2 Miliar Yuan

Last Updated:
Panshi Underground Bank Busted: Over 2 Billion Yuan in Transactions
  • Polisi Panshi menghancurkan bank bawah tanah menggunakan mata uang virtual.
  • Lebih dari 2,1 miliar yuan dalam transaksi ilegal diidentifikasi.
  • Enam tersangka ditangkap karena memfasilitasi pertukaran mata uang ilegal.

Polisi di Kota Panshi di Provinsi Jilin telah berhasil menindak operasi bank bawah tanah berskala besar yang melibatkan mata uang virtual, dengan jumlah total transaksi melebihi 2,14 miliar yuan (sekitar $ 317 juta USD).

Operasi, yang melibatkan enam tersangka, memfasilitasi pertukaran mata uang ilegal antara yuan China (RMB) dan won Korea Selatan (KRW) dengan mengeksploitasi anonimitas dan sifat desentralisasi mata uang virtual.

Menurut pihak berwenang, penyelidikan dimulai setelah Brigade Investigasi Ekonomi Biro Keamanan Umum Kota Panshi menemukan aktivitas mencurigakan terkait dengan dua individu, Jin Moudong dan Shen Mou. Investigasi mengungkapkan volume transaksi harian yang tinggi, banyak pelanggan, dan pola yang konsisten dengan perbankan bawah tanah.

Setelah penyelidikan komprehensif, polisi menangkap Jin Moudong, Shen Mou, dan tersangka lainnya. Pihak berwenang juga menyita sejumlah besar kartu bank dan alat kriminal terkait.

Investigasi menemukan bahwa kelompok tersebut melakukan transaksi valuta asing ilegal melalui berbagai metode, termasuk menggunakan akun domestik untuk transfer dana, perdagangan mata uang virtual over-the-counter (OTC), dan penyelesaian won Korea. Kegiatan ini melayani klien seperti agen pembelian Korea, bisnis e-commerce lintas batas, dan perusahaan impor/ekspor yang ingin menukar RMB dan KRW.

Tersangka yang tersisa, Chen Mouguang, Luo Moutao, He Mouda, dan Zheng Mouyu, ditangkap melalui penyelidikan lebih lanjut dan pengumpulan bukti. Kasus ini menyoroti tantangan yang berkembang dari kegiatan keuangan ilegal yang difasilitasi oleh mata uang virtual. Ini juga menunjukkan efektivitas lembaga penegak hukum di Tiongkok dalam memerangi operasi semacam itu.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.