CFTC Longgarkan Aturan, Bursa AS Bisa Kembangkan Futures Perpetual

Last Updated:
Komisaris CFTC Menginginkan Regulasi Standar Industri untuk Kripto
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) memberikan keringanan bersyarat yang memungkinkan bursa berjangka AS tertentu menawarkan kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa.

Keringanan tersebut diterbitkan pada 3 Oktober dan diumumkan dua hari kemudian. Langkah ini membuka jalan bagi produk bergaya perpetual yang terkait dengan indeks sekuritas, format yang selama ini banyak digunakan di pasar derivatif dan kripto global.

Keputusan CFTC tersebut memberi bursa yang memenuhi syarat ruang lebih luas untuk mengembangkan kontrak perpetual, selama tetap memenuhi ketentuan yang ditetapkan regulator.

CFTC Tetapkan Sejumlah Syarat

Keringanan ini muncul setelah Coinbase Derivatives pada 1 Oktober meminta CFTC menghapus masa tunggu standar selama 10 hari kerja.

Bursa berjangka lain yang berstatus designated contract market juga dapat memanfaatkan keringanan tersebut selama memenuhi persyaratan regulator.

Sebelum menghapus tanggal kedaluwarsa suatu kontrak, bursa diwajibkan berkonsultasi dengan trader yang masih memiliki posisi terbuka dan memberikan pemberitahuan setidaknya lima hari sebelumnya.

Trader juga harus tetap diberi kesempatan untuk menutup kontrak berdasarkan ketentuan yang berlaku sebelum perubahan dilakukan.

Selain itu, bursa diwajibkan mengungkapkan risiko dari perubahan tersebut dan tidak diperbolehkan melakukan perubahan material lain terhadap kontrak pada saat yang sama.

Dorongan Lebih Luas untuk Derivatif Kripto

Keputusan terbaru ini melanjutkan langkah CFTC pada Mei lalu yang mencakup sejumlah futures perpetual yang terkait dengan Bitcoin dan komoditas digital lainnya.

Namun, aset lain di luar cakupan tersebut masih memerlukan peninjauan regulator. Keputusan ini juga datang beberapa hari setelah KalshiEX memperoleh persetujuan pada 2 Oktober untuk menawarkan futures perpetual berbasis indeks sekuritas yang luas.

Keringanan terbaru dari CFTC akan berlaku hingga 20 Oktober 2026. Sementara itu, regulator masih meminta masukan publik terkait perdagangan kripto berleverage oleh investor ritel.

Terkait: CFTC Usulkan Kerangka Federal untuk Perdagangan Kripto Ritel Berleverage

Apa Artinya bagi Trader Indonesia?

Bagi trader Indonesia, keputusan CFTC ini tidak mengubah aturan perdagangan kripto domestik secara langsung. Namun, perkembangan tersebut tetap relevan karena produk derivatif kripto juga sudah masuk ke kerangka regulasi Indonesia. Melalui POJK Nomor 23 Tahun 2025, OJK memperluas pengaturan perdagangan aset keuangan digital hingga mencakup derivatif, dengan penekanan pada mekanisme perdagangan, prinsip kehati-hatian, dan perlindungan konsumen.

Konteks pasarnya juga sudah nyata. OJK mencatat nilai transaksi derivatif aset keuangan digital Indonesia mencapai Rp3,41 triliun pada Juli 2026. Karena itu, langkah CFTC di AS menarik untuk dipantau sebagai pembanding bagaimana regulator besar mulai mengakomodasi produk derivatif bergaya perpetual dalam kerangka pasar yang lebih formal.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.