Crypto Indonesia Pagi Ini 30 Oktober: BTC di Bawah US$80.000

Last Updated:
Crypto Indonesia Pagi Ini 30 Oktober BTC di Bawah US$80.000
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Bitcoin turun di bawah US$80.000, sementara Ethereum, Solana, dan XRP ikut tertekan pada perdagangan Jumat pagi.
  • The Fed mempertahankan suku bunga di 3,75–4,00 persen, sedangkan inflasi PCE AS masih berada di atas target.
  • Indeks CFX10 melemah menjelang pembaruan komposisi, sementara pasar menanti keputusan Bank of Japan dan data ketenagakerjaan AS.

Pasar kripto memasuki Jumat, 30 Oktober 2026, dalam tekanan setelah Bitcoin kembali diperdagangkan di bawah US$80.000. Pelemahan juga menjalar ke Ethereum dan sejumlah altcoin besar, sementara investor mencerna data inflasi terbaru AS serta keputusan suku bunga The Fed.

Di Indonesia, indeks kripto CFX10 turut menunjukkan pelemahan menjelang pergantian komposisi indeks pada awal November.

Harga Bitcoin, Ethereum dan Altcoin Melemah Pagi Ini

Berdasarkan pantauan CoinGecko sekitar pukul 09.00 WIB, Bitcoin berada di kisaran US$77.000 atau sekitar Rp1,4 miliar per BTC. Ethereum diperdagangkan di sekitar US$2.240, setara Rp40–41 juta, sementara Solana bergerak di sekitar Rp1,7 juta dan XRP berada pada kisaran Rp23.000.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan jual tidak hanya terbatas pada Bitcoin. Kapitalisasi pasar kripto global berada di sekitar US$2,7 triliun, dengan penurunan lebih dari 3 persen dalam 24 jam menurut data CoinGecko.

Bagi trader, area US$80.000 kini menjadi level psikologis penting untuk dipantau. Kembalinya Bitcoin ke atas area tersebut dapat membantu meredakan tekanan jangka pendek, sedangkan kegagalan untuk merebutnya kembali berpotensi membuat pasar tetap defensif.

Namun demikian, pergerakan harga dalam beberapa jam mendatang masih dapat berubah, terutama menjelang rilis data ekonomi berikutnya.

Inflasi AS dan Keputusan The Fed Membayangi Pasar Kripto

Tekanan pasar muncul setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan AS di kisaran 3,75–4,00 persen pada pertemuan 28 Oktober. Dalam pernyataan resminya, The Fed menegaskan inflasi masih tinggi dan keputusan kebijakan berikutnya bergantung pada perkembangan data ekonomi.

Sehari kemudian, Bureau of Economic Analysis melaporkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS naik 3,6 persen secara tahunan pada September, sedangkan PCE inti, yang tidak memasukkan makanan dan energi, meningkat 3,1 persen.

Secara bulanan, masing-masing naik 0,5 persen dan 0,3 persen. Data ini menjaga perhatian pasar pada kemungkinan suku bunga tetap tinggi lebih lama.

Untuk agenda Jumat, investor menunggu keputusan kebijakan Bank of Japan, yang mengakhiri pertemuannya hari ini. Pada malam hari pukul 19.30 WIB, AS dijadwalkan merilis Employment Cost Index (ECI) kuartal III, indikator yang mengukur perubahan biaya tenaga kerja.

Kedua agenda tersebut berpotensi memengaruhi sentimen pasar global, termasuk aset berisiko seperti kripto.

Indeks Kripto Indonesia CFX10 Turun, Ada Pembaruan November

Di pasar domestik, Bursa Kripto CFX mencatat indeks CFX10 pada level 951,32 berdasarkan pembaruan 29 Oktober pukul 22.00 WIB, turun 2,67 persen dalam 24 jam.

Indeks tersebut merepresentasikan pergerakan sepuluh aset kripto utama dalam indeks acuan bursa Indonesia berdasarkan data perdagangan yang dilaporkan para pedagang aset digital.

CFX juga telah mengumumkan perubahan konstituen indeks untuk periode 1 November 2026 hingga 31 Januari 2027. Karena itu, selain memantau harga Bitcoin dalam rupiah, pelaku pasar domestik dapat mencermati pembaruan komposisi CFX10 menjelang akhir pekan.

Di sisi lain, pasar kripto juga diguncang dugaan peretasan besar terhadap Binance yang mencuat pada Kamis (29/10). Bursa tersebut mengonfirmasi adanya insiden keamanan dan menghentikan sementara layanan deposit serta penarikan. Hingga Jumat pagi, aset terkait insiden senilai US$2,54 miliar dilaporkan telah dibekukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Binance menegaskan dana pengguna tetap aman, meskipun besaran kerugian belum dipastikan.

Insiden ini turut memperburuk sentimen pasar, dengan Bitcoin sempat jatuh ke bawah US$79.000. Karena itu, selain agenda ekonomi AS dan Jepang, perkembangan investigasi Binance serta pemulihan layanan penarikan dana menjadi perhatian penting investor kripto menjelang akhir pekan.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.