Derivatif Kripto RI Tumbuh 2,6 Kali Lebih Cepat dari Spot, Jumlah Kontrak Tak Bertambah

Last Updated:
Pertumbuhan pasar derivatif kripto Indonesia berdasarkan data OJK dan CFX
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

Pasar derivatif kripto Indonesia mencatat akselerasi tajam pada Agustus 2026. Nilai transaksinya tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan perdagangan aset kripto reguler, sementara jumlah kontrak derivatif yang tersedia justru tidak bertambah.

Berdasarkan data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi derivatif aset keuangan digital mencapai Rp4,56 triliun pada Agustus, naik 33,76% secara bulanan. Pada periode yang sama, transaksi aset kripto naik 12,87% menjadi Rp23,16 triliun.

Perhitungan Coin Edition Indonesia menunjukkan laju pertumbuhan derivatif tersebut sekitar 2,62 kali lebih cepat dibandingkan pasar spot.

Porsi Derivatif Kripto Ikut Membesar

Perbedaan kecepatannya terlihat lebih jelas ketika dibandingkan dengan Juli.

Dalam laporan OJK bulan sebelumnya, transaksi aset kripto pada Juli tercatat Rp20,52 triliun, sedangkan derivatif sebesar Rp3,41 triliun.

Artinya, nilai derivatif saat itu setara sekitar 16,6% dari transaksi spot. Pada Agustus, rasionya meningkat menjadi sekitar 19,7%, atau melebar lebih dari 3 poin persentase hanya dalam satu bulan.

Kenaikan aktivitas tersebut juga jauh melampaui pertumbuhan basis akun kripto secara keseluruhan. Jumlah akun konsumen naik 1,23% dari 22,93 juta menjadi 23,21 juta akun pada Agustus.

Namun, data ini tidak berarti bahwa seluruh pertambahan aktivitas berasal dari pengguna derivatif karena OJK tidak merinci jumlah akun derivatif secara terpisah.

Transaksi Melonjak Tanpa Kontrak Baru

Hal lain yang menonjol adalah jumlah produk derivatif yang tidak berubah. OJK mencatat terdapat 49 derivatif aset keuangan digital dalam daftar CFX pada Juli dan jumlahnya masih 49 pada Agustus.

Dengan demikian, lonjakan transaksi 33,76% terjadi tanpa ekspansi jumlah kontrak yang tersedia.

Data CFX Crypto Bourse menunjukkan BTCUSDT-PERP, ETHUSDT-PERP, WLDUSDT-PERP, SOLUSDT-PERP dan PUMPUSDT-PERP menjadi lima kontrak dengan volume terbesar sepanjang Agustus. CFX juga mencatat jumlah pengguna aktif derivatif meningkat 35% sejak awal tahun.

Pertumbuhan tersebut berlangsung ketika kerangka regulasi derivatif kripto Indonesia semakin jelas. Melalui POJK Nomor 23 Tahun 2025, OJK telah mengatur mekanisme margin, persetujuan penyelenggaraan derivatif serta kewajiban knowledge test bagi konsumen sebelum memperdagangkan produk tersebut.

Data Agustus menunjukkan bahwa, setidaknya dalam satu bulan terakhir, derivatif mulai mengambil porsi lebih besar dalam aktivitas perdagangan kripto domestik.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.