Harga Bitcoin Hari Ini 8 Oktober 2026: BTC Turun, Transfer Kripto AS dan Risiko ECDSA Disorot

Last Updated:
Harga Bitcoin Hari Ini 8 Oktober 2026: BTC Turun, Transfer Kripto AS dan Risiko ECDSA Disorot
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Harga Bitcoin turun 1,6% menjadi US$82.722,62, sementara Ethereum dan XRP juga melemah dalam 24 jam terakhir.
  • Wallet terkait pemerintah AS memindahkan aset kripto senilai sekitar US$670 juta selama 32 jam, termasuk Bitcoin dan USDT.
  • Peneliti Ethereum memperingatkan potensi risiko ECDSA, sementara kenaikan imbal hasil obligasi AS menambah perhatian pasar.

Pasar kripto kembali melemah pada Kamis, 8 Oktober 2026, ketika harga Bitcoin hari ini tercatat di US$82.722,62 setelah turun 1,6% dalam 24 jam. Di tengah tekanan harga tersebut, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada transfer aset kripto pemerintah AS dan peringatan mengenai keamanan dompet digital.

Kapitalisasi pasar kripto global menyusut 0,9% menjadi US$2,93 triliun dalam sehari. Meski mengalami penurunan harian, Bitcoin relatif stabil dibandingkan sepekan sebelumnya, dengan kenaikan tipis sekitar 0,4%.

Sementara itu, peneliti Ethereum Justin Drake memperingatkan bahwa kemajuan kecerdasan buatan (AI) berpotensi mempercepat penemuan kelemahan kriptografi ECDSA, yang digunakan untuk mengamankan banyak dompet kripto.

Harga Bitcoin Turun, XRP dan Ethereum Ikut Tertekan

Pelemahan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum (ETH) diperdagangkan di US$2.565,64, turun 3,1% dalam sehari, meskipun masih mencatat kenaikan 4,1% selama tujuh hari.

XRP mengalami penurunan harian lebih besar, yakni 3,6% menjadi US$1,42. Namun, secara mingguan, aset tersebut masih menguat 4,3%.

Solana (SOL) turun 2,2% ke US$115,72, sedangkan BNB melemah 0,3% menjadi US$769,45. Zcash (ZEC) juga mengalami koreksi 0,6% ke US$1.297,55, tetapi tetap menguat 7,2% dibandingkan pekan sebelumnya.

Di luar aset berkapitalisasi besar, sejumlah token justru menunjukkan kenaikan tajam. Quantus naik 46,4% menjadi US$138,43, sedangkan Pons menguat 10% ke US$0,4273. Sebaliknya, STONK turun 18,3% menjadi US$0,1654.

Dalam daftar aset dengan kenaikan tertinggi, GRX Chain melonjak 62,1%, Meteora menguat 49,5%, dan Quantum Resistant Ledger mencatat kenaikan 42,4%.

Perbedaan pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa pelemahan pasar secara keseluruhan tidak terjadi secara merata pada seluruh aset kripto.

Peneliti Ethereum Soroti Risiko Keamanan ECDSA

Selain pergerakan harga, keamanan kriptografi menjadi perhatian setelah Justin Drake menyampaikan peringatan melalui akun X miliknya.

Drake menilai algoritme tanda tangan digital ECDSA berpotensi menghadapi ancaman lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya. Menurutnya, perkembangan algoritme komputasi klasik yang dipercepat AI dapat menjadi faktor risiko bahkan sebelum komputer kuantum mencapai kemampuan yang diperlukan untuk membobol sistem kriptografi tersebut.

Dalam skenario terburuk yang ia kemukakan, terobosan itu dapat muncul dalam hitungan bulan, bukan tahun. Namun, peringatan tersebut merupakan penilaian risiko, bukan bukti bahwa ECDSA saat ini telah berhasil dibobol.

Drake menyarankan pemegang aset dalam jumlah besar mulai merencanakan perpindahan dana secara terkendali ke alamat baru yang kunci publiknya belum terekspos. Ia juga menyarankan penggunaan alamat baru setelah transaksi ditandatangani untuk membatasi paparan kunci publik.

Sementara itu, pendiri Ethereum Vitalik Buterin menanggapi kekhawatiran tersebut dengan mengingatkan bahwa migrasi aset secara tergesa-gesa juga dapat menimbulkan risiko kehilangan dana akibat kesalahan konfigurasi atau proses pemindahan.

Persoalan ini berkaitan dengan ancaman keamanan yang lebih luas terhadap blockchain. Dalam panduan mengenai komputasi kuantum dan aset kripto, CoinEdition Indonesia sebelumnya menjelaskan bagaimana paparan kunci publik dapat menjadi salah satu titik risiko apabila teknologi pemecah kriptografi berkembang lebih jauh.

Pemerintah AS Pindahkan Aset Kripto Senilai US$670 Juta

Pergerakan dana pemerintah Amerika Serikat juga menjadi perhatian setelah sebuah alamat yang dikaitkan dengan pemerintah memindahkan aset kripto senilai sekitar US$670 juta dalam periode 32 jam.

Transfer tersebut mencakup sekitar 6.215,7 BTC senilai US$520 juta, 119 juta USDT, serta 40.285 BNB dengan nilai sekitar US$31,63 juta.

Bitcoin dan USDT dilaporkan dikirim ke Coinbase Prime, layanan aset digital yang melayani kebutuhan institusional. Sementara itu, tujuan akhir perpindahan BNB belum dipastikan dalam data transaksi yang tersedia.

Sebelumnya, CoinEdition Indonesia telah melaporkan perpindahan Bitcoin pemerintah AS senilai sekitar US$71 juta, yang turut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan tekanan jual di pasar.

Meski demikian, transfer menuju Coinbase Prime tidak otomatis membuktikan aset telah dijual. Perpindahan tersebut juga dapat berkaitan dengan pengelolaan kustodian atau aktivitas administratif lainnya.

Hingga kini, belum terdapat konfirmasi bahwa seluruh dana yang dipindahkan selama periode tersebut telah dilepas ke pasar.

Imbal Hasil Obligasi AS Naik, Pasar Pantau Kebijakan The Fed

Tekanan makroekonomi turut menjadi sorotan setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun naik melewati 5,7%, level tertinggi sejak 2002. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun juga meningkat menjadi sekitar 5,33%.

Kenaikan imbal hasil obligasi dapat memengaruhi daya tarik aset berisiko, termasuk Bitcoin, karena investor berpotensi mempertimbangkan kembali alokasi dana mereka ketika instrumen pendapatan tetap menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Hubungan antara pasar obligasi dan aset digital sebelumnya telah dibahas CoinEdition Indonesia melalui analisis kenaikan imbal hasil Treasury dan implikasinya bagi Bitcoin.

Di sisi kebijakan moneter, risalah pertemuan Federal Reserve September menunjukkan para pejabat mendukung kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Sebagian besar peserta pertemuan juga memandang pengetatan tambahan sebelum akhir tahun sebagai kemungkinan yang perlu dipertimbangkan. Investasi infrastruktur AI menjadi salah satu faktor yang dibahas karena berpotensi meningkatkan permintaan agregat.

Sementara itu, survei konsumen Federal Reserve Bank of New York menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun meningkat menjadi 3,9%, level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.

TOKEN2049, Pendanaan AI dan Perkembangan Pasar Lainnya

Di tengah pergerakan pasar tersebut, konferensi TOKEN2049 di Singapura menghadirkan sejumlah pandangan mengenai prospek industri kripto.

Ketua Bitmine sekaligus Kepala Riset Fundstrat, Tom Lee, menyampaikan pandangan optimistis bahwa pasar kripto kemungkinan telah melewati titik terendahnya dan berpotensi memasuki fase kenaikan besar.

Ia menyoroti tokenisasi institusional, perpindahan kekayaan antargenerasi, permintaan perusahaan pengelola aset kripto, dan pembayaran berbasis agen AI sebagai sejumlah pendorong potensial. Lee juga menyebut Bitmine akan membatasi kepemilikan ETH hingga 5% dari total pasokan Ethereum.

Pendiri Hyperliquid Jeff Yan menyatakan perdagangan opsi akan menjadi salah satu fokus pengembangan produk berikutnya. Sementara itu, CEO Polymarket Shayne Coplan mengkritik perilaku spekulatif yang terlalu berorientasi pada peluang keuntungan token hingga 100 kali lipat.

Dari sektor teknologi, penyedia layanan komputasi awan Lambda, yang didukung Nvidia, dilaporkan tengah mengupayakan pendanaan hingga US$4 miliar menjelang rencana penawaran saham perdana. Pendanaan tersebut dikaitkan dengan valuasi perusahaan sebesar US$14,5 miliar.

Samsung Electronics juga memperkirakan laba operasional kuartal ketiga mencapai 107,4 triliun won, ditopang permintaan chip untuk pengembangan infrastruktur AI.

Sementara itu, Hunter Biden merilis hasil investigasi independen mengenai anjloknya token meme LAPTOP. Investigasi tersebut menyebut kontribusi likuiditas yang sangat kecil dari pembuat pasar menyebabkan lonjakan harga ekstrem sebelum token kehilangan sekitar 98% nilainya dalam waktu satu jam.

Rangkaian perkembangan ini menunjukkan bahwa pasar kripto pada 8 Oktober tidak hanya menghadapi tekanan harga, tetapi juga perubahan kondisi makroekonomi, aktivitas wallet institusional, perkembangan keamanan blockchain, dan dinamika spekulasi pada aset berkapitalisasi kecil.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.