- Peter Kažimír memperingatkan ECB mungkin perlu kembali menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.
- Harga energi, pangan, dan pelemahan euro berisiko meningkatkan tekanan inflasi di kawasan Eropa.
- ECB memilih dua konsorsium penyedia jaringan menjelang uji coba euro digital selama 12 bulan pada 2027.
Bank Sentral Eropa (ECB) kembali menghadapi tekanan untuk menaikkan suku bunga setelah Gubernur Bank Sentral Slovakia, Peter Kažimír, memperingatkan bahwa inflasi yang terus meningkat dapat membutuhkan pengetatan moneter tambahan.
Dalam pernyataan pada 2 November 2026, Kažimír menilai pasar mungkin meremehkan besarnya kenaikan suku bunga yang diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke target ECB sebesar 2 persen.
Di tengah ketidakpastian kebijakan moneter tersebut, ECB juga melanjutkan pengembangan euro digital. Bank sentral itu telah menunjuk dua konsorsium teknologi dan telekomunikasi untuk menyediakan infrastruktur jaringan menjelang uji coba pada paruh kedua 2027.
Meski sama-sama berkaitan dengan ECB, keputusan suku bunga dan proyek euro digital merupakan dua kebijakan berbeda yang berjalan melalui proses masing-masing.
Inflasi Masih Tinggi, ECB Berpotensi Kembali Naikkan Suku Bunga
Dalam pernyataan resmi berjudul “The Limits of Patience,” Kažimír memperingatkan bahwa lonjakan biaya energi, kenaikan harga pangan, dan pelemahan nilai tukar euro dapat memperpanjang tekanan inflasi.
Menurutnya, harga energi kini hampir 20 persen lebih tinggi dibandingkan setahun sebelumnya. Kondisi ini meningkatkan biaya operasional perusahaan, sementara euro yang melemah membuat barang impor semakin mahal.
Tekanan tersebut berisiko menyebar ke konsumen apabila perusahaan mulai meneruskan kenaikan biaya produksi ke harga barang dan jasa.
Kažimír juga menyoroti kemungkinan perubahan ekspektasi inflasi sebelum dampaknya terlihat secara menyeluruh dalam data ekonomi resmi.
Peringatan itu muncul setelah ECB mempertahankan tiga suku bunga acuannya pada 29 Oktober.
Suku bunga deposito tetap sebesar 2,50 persen, suku bunga operasi refinancing utama 2,65 persen, dan fasilitas pinjaman marginal 2,90 persen.
ECB menilai dampak kenaikan biaya energi terhadap inflasi belum sepenuhnya terlihat, sementara pertumbuhan upah belum menunjukkan tekanan yang signifikan.
Namun, Kažimír menegaskan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga tidak berarti siklus pengetatan telah berakhir.
Ia mempertanyakan apakah dua kenaikan sebelumnya sudah cukup untuk mengendalikan inflasi secara berkelanjutan.
Pertemuan kebijakan ECB berikutnya pada Desember akan menjadi perhatian karena bank sentral memperoleh proyeksi ekonomi terbaru dan data tambahan untuk mengevaluasi risiko inflasi.
Kažimír tidak menyebutkan jumlah maupun besaran kenaikan suku bunga yang mungkin diperlukan.
Bagi pasar keuangan, pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa ekspektasi terhadap arah suku bunga dapat berubah apabila tekanan inflasi bertahan lebih lama dari perkiraan.
ECB Pilih Dua Konsorsium untuk Uji Coba Euro Digital pada 2027
Secara terpisah, ECB melanjutkan persiapan penerbitan mata uang digital bank sentral atau central bank digital currency (CBDC) melalui proyek euro digital.
Dalam pengumuman resmi pada 30 Oktober, ECB memilih dua konsorsium sebagai penyedia layanan jaringan yang akan menghubungkan lembaga pembayaran dan bank sentral nasional dengan platform euro digital.
Konsorsium pertama terdiri atas Nexi Payments dan Deutsche Telekom Business Solutions.
Kontrak kelompok tersebut mulai berlaku pada 28 September 2026, dengan tugas awal menyediakan konektivitas untuk tahap uji coba euro digital.
Konsorsium kedua terdiri atas Telefónica dan unit teknologi Indra, termasuk Minsait. Kontrak kelompok ini dijadwalkan mulai berlaku pada Mei 2027.
Kedua penyedia ditargetkan siap menghadirkan layanan konektivitas pada 2029 apabila ECB memutuskan untuk menerbitkan euro digital.
Sistem tersebut dirancang agar penyedia layanan pembayaran dapat memilih salah satu jaringan untuk terhubung ke platform euro digital.
Uji Coba Melibatkan 36 Penyedia Layanan Pembayaran
Berdasarkan rencana resmi ECB, uji coba euro digital akan dimulai pada paruh kedua 2027 dan berlangsung selama 12 bulan.
Sebanyak 36 penyedia layanan pembayaran telah dipilih untuk mengikuti pengujian bersama bank sentral dan pelaku usaha tertentu.
Uji coba tersebut akan menggunakan versi beta euro digital untuk mengevaluasi fungsi pembayaran, kesiapan teknologi, proses operasional, dan pengalaman pengguna.
Namun, pelaksanaan uji coba tidak berarti euro digital telah memperoleh persetujuan untuk diterbitkan kepada masyarakat luas.
ECB menegaskan bahwa keputusan penerbitan baru dapat diambil setelah regulasi Uni Eropa yang relevan disahkan dan Dewan Gubernur ECB memberikan persetujuan.
Jika proses legislasi berjalan sesuai rencana, ECB menargetkan kesiapan untuk kemungkinan penerbitan pertama pada 2029.
Berbeda dari aset kripto terdesentralisasi, euro digital dirancang sebagai bentuk elektronik dari mata uang euro yang diterbitkan bank sentral.
Pembaca dapat memahami karakteristik teknologi tersebut melalui panduan Coin Edition Indonesia mengenai mata uang digital bank sentral atau CBDC.
Sebelumnya, Coin Edition Indonesia juga melaporkan sikap ECB terhadap risiko stablecoin berbasis euro, yang menunjukkan pentingnya stabilitas sistem pembayaran dalam agenda bank sentral tersebut.
Dengan demikian, ECB kini menjalankan dua agenda penting secara bersamaan: menjaga inflasi agar kembali ke target 2 persen melalui kebijakan moneter, sekaligus mempersiapkan infrastruktur euro digital untuk kemungkinan penggunaan pada masa mendatang.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.