- Harga Monero (XMR) melonjak 13,18 persen dalam 24 jam, dengan resistance berikutnya di US$670 dan US$690.
- Open interest derivatif Monero meningkat menjadi US$331,72 juta, memperbesar risiko volatilitas dan likuidasi posisi leverage.
- Spot netflow XMR tercatat negatif US$363.930 pada 22 Oktober, menunjukkan tekanan jual terbatas di tengah penguatan harga.
Harga Monero (XMR) melanjutkan reli hingga menembus US$600, dengan area US$650–US$653 menjadi perhatian trader di tengah penguatan momentum bullish. Dalam perdagangan yang diamati pada 22 Oktober 2026, kripto berfokus pada privasi tersebut mencatat kenaikan 13,18 persen dalam 24 jam dan sempat mencapai US$653,91.
Aktivitas perdagangan turut meningkat, dengan volume sekitar US$274,3 juta. Kondisi ini mencerminkan bertambahnya partisipasi pasar, meskipun lonjakan aktivitas derivatif dan aliran dana spot yang belum konsisten menunjukkan bahwa reli Monero masih menghadapi sejumlah risiko.
Harga Monero Uji Resistance US$653, Target Berikutnya US$670
Berdasarkan grafik harian Monero di TradingView, XMR mempertahankan struktur bullish setelah bergerak di atas exponential moving average (EMA) 20 hari, 50 hari, 100 hari, dan 200 hari. Posisi harga di atas keempat indikator tersebut menunjukkan dominasi pembeli pada beberapa horizon pergerakan.
Keberhasilan menembus resistance penting US$600 juga menjadi landasan bagi kelanjutan penguatan. Namun, area US$650–US$653 masih menjadi zona penentu karena harga memerlukan penutupan candle harian yang meyakinkan untuk mengonfirmasi breakout.
Jika XMR mampu mencatatkan penutupan harian di atas US$653, momentum pembelian berpotensi meningkat dan membuka jalan menuju resistance US$670.
Penembusan berkelanjutan di atas level tersebut kemudian dapat membawa harga Monero menuju US$690, sebelum menguji level psikologis US$700 apabila tekanan beli tetap bertahan.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum di sekitar US$653 dapat mendorong trader jangka pendek melakukan aksi ambil untung. Support awal berada di US$620, disusul area US$600 yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance.
Apabila harga turun kembali di bawah US$600, prospek bullish akan melemah dan membuka kemungkinan koreksi menuju EMA 20 hari di sekitar US$573,96. EMA 50 hari pada US$539,05 menjadi acuan berikutnya jika tekanan jual semakin besar.
Indikator directional movement turut mendukung tren penguatan tersebut. Positive directional indicator (+DI) tercatat di 26,46, lebih tinggi dibandingkan negative directional indicator (-DI) pada 11,82.
Sementara itu, average directional index (ADX) berada di sekitar 29,96, menunjukkan bahwa tren yang sedang berlangsung memiliki kekuatan relatif signifikan.
Open Interest Monero Melonjak, Risiko Likuidasi Meningkat
Aktivitas pasar derivatif Monero meningkat seiring kenaikan harga XMR. Berdasarkan data CoinGlass yang digunakan dalam analisis 22 Oktober, open interest naik dari bawah US$50 juta menjadi sekitar US$331,72 juta.
Peningkatan tersebut menunjukkan bertambahnya nilai kontrak derivatif yang masih terbuka, seiring meningkatnya partisipasi trader yang menggunakan posisi leverage.

Kondisi ini dapat memperkuat pergerakan harga ketika pelaku pasar menyesuaikan eksposur mereka. Namun, kenaikan open interest juga berpotensi memperbesar volatilitas apabila perubahan harga memicu penutupan posisi secara bersamaan.
Perlu dicatat bahwa open interest tidak secara langsung menunjukkan apakah trader lebih banyak mengambil posisi bullish atau bearish. Karena itu, kenaikan indikator tersebut tidak dapat dijadikan bukti tunggal bahwa harga Monero akan terus meningkat.
Lonjakan open interest sebelumnya juga pernah diikuti kontraksi tajam, sehingga risiko likuidasi perlu diperhatikan ketika pasar bergerak dengan volatilitas tinggi.
Jika open interest mampu bertahan di atas US$300 juta, kondisi tersebut dapat mengindikasikan bahwa partisipasi pasar derivatif masih kuat.
Sebaliknya, penurunan mendadak dapat menunjukkan berkurangnya posisi terbuka, baik akibat penutupan posisi secara sukarela maupun likuidasi paksa.
Spot Netflow XMR Tunjukkan Sentimen Investor yang Beragam
Berbeda dari pasar derivatif yang mencatat ekspansi aktivitas, pergerakan aliran dana di pasar spot Monero memperlihatkan kondisi yang lebih beragam.

Pada Januari 2026, data spot netflow menunjukkan arus keluar yang cukup besar, dengan salah satu lonjakan mendekati US$24 juta. Periode tersebut mencerminkan ketidakseimbangan aktivitas perdagangan yang signifikan.
Kondisi mulai berubah antara akhir Mei hingga Juli, ketika netflow positif berulang kali muncul dan menunjukkan membaiknya aktivitas pembelian di pasar spot.
Namun, September kembali mencatat pembacaan yang beragam, seiring munculnya kembali tekanan jual.
Pola serupa berlanjut sepanjang Oktober, dengan arus masuk dan keluar yang bergantian. Pada 22 Oktober, spot netflow tercatat sekitar negatif US$363.930.
Angka tersebut menunjukkan adanya arus keluar bersih yang relatif terbatas dibandingkan fluktuasi besar pada periode sebelumnya. Data ini juga menegaskan bahwa aktivitas spot belum memberikan sinyal penguatan yang sepenuhnya konsisten dengan lonjakan di pasar derivatif.
Dengan demikian, keberlanjutan reli XMR masih perlu dikonfirmasi melalui tekanan beli yang mampu mempertahankan harga di atas resistance utama.
Level Support dan Resistance Monero yang Perlu Diperhatikan
Struktur teknikal Monero masih menguntungkan pembeli, tetapi pergerakan berikutnya sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan breakout.
Skenario bullish: US$652,70 menjadi batas resistance penting, dengan area US$653 sebagai level konfirmasi penutupan harian. Jika berhasil ditembus dan dipertahankan, XMR berpotensi bergerak menuju US$670, kemudian US$690. Level psikologis US$700 menjadi target lanjutan apabila momentum pembelian terus meningkat.
Skenario bearish: Support terdekat berada di US$620, disusul US$600. Penurunan di bawah area tersebut dapat membuka koreksi lebih dalam menuju EMA 20 hari di US$573,96 dan EMA 50 hari di US$539,05.
Di sisi lain, posisi harga di atas EMA utama serta pembacaan +DI yang lebih tinggi daripada -DI masih menunjukkan keunggulan pembeli. ADX di sekitar 29,96 turut memperlihatkan kekuatan tren yang sedang berlangsung.
Sebagai konteks, dalam analisis harga Monero pada 14 Oktober, resistance US$625 sebelumnya menjadi perhatian ketika XMR masih bergerak di sekitar US$556. Penguatan terbaru menunjukkan perubahan struktur harga dibandingkan periode tersebut.
Prospek Harga Monero: Mampukah XMR Menuju US$700?
Prospek harga Monero dalam jangka pendek ditentukan oleh dua kondisi utama, yakni keberhasilan menutup perdagangan harian di atas US$653 dan kemampuan mempertahankan zona support US$600.
Jika kedua kondisi tersebut terpenuhi, peluang kelanjutan reli menuju US$670 dan US$690 tetap terbuka. Momentum yang lebih kuat dapat membawa harga mendekati US$700.
Namun, lonjakan open interest ke sekitar US$331,72 juta juga menunjukkan meningkatnya eksposur derivatif yang berpotensi memperbesar pergerakan harga ke kedua arah.
Sementara itu, spot netflow negatif sekitar US$363.930 pada 22 Oktober mengindikasikan bahwa aktivitas pasar spot belum sepenuhnya sejalan dengan penguatan harga.
Apabila XMR gagal melewati resistance terdekat, aksi ambil untung dapat memicu koreksi menuju US$620 atau US$600.
Untuk saat ini, struktur teknikal Monero masih bullish, tetapi keberlanjutan kenaikan menuju US$700 membutuhkan konfirmasi breakout dan tekanan beli yang konsisten.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.
