Harga Bitcoin Turun 2 Persen Saat Minyak Tembus US$110, Bisakah BTC ke US$85.000?

Last Updated:
Harga Bitcoin Turun 2 Persen Saat Minyak Tembus US$110, Bisakah BTC ke US$85.000?
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Prediksi harga Bitcoin tetap bullish selama BTC bertahan di atas support US$80.819, dengan target pemulihan menuju US$85.000.
  • ETF spot Bitcoin AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$1,08 miliar selama tiga sesi perdagangan berturut-turut, menurut SoSoValue.
  • Caroline Mauron dari Orbit Markets memperkirakan BTC kembali menguji US$85.000 dalam beberapa hari mendatang, meski tekanan makroekonomi masih membatasi keyakinan pasar.

Harga Bitcoin (BTC) turun sekitar 2 persen pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, di tengah kenaikan harga minyak mentah Brent hingga melampaui US$110 per barel dan pelemahan pasar saham global. Meski demikian, peluang pemulihan menuju US$85.000 masih terbuka selama BTC mampu mempertahankan support penting di US$80.819.

Pada saat analisis dilakukan, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$82.245,90 setelah sebelumnya sempat menyentuh US$84.305,87. Pelemahan tersebut membawa BTC kembali ke bawah garis tren naik serta exponential moving average (EMA) 20 hari.

Tekanan pasar terjadi meskipun ETF spot Bitcoin Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sekitar US$1,08 miliar selama tiga sesi berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap situasi makroekonomi untuk sementara masih membayangi permintaan institusional.

Analisis Harga Bitcoin: Support US$80.819 Jadi Penentu

Berdasarkan grafik harga Bitcoin di TradingView, BTC masih bertahan di atas EMA 50 hari yang berada pada US$80.819,36. Level tersebut menjadi support penting untuk mempertahankan struktur bullish dalam jangka pendek.

Namun, harga telah bergerak di bawah EMA 20 hari pada US$82.638,06 serta garis tren naik yang berada di sekitar US$83.000.

Penutupan candle harian kembali di atas US$83.000 akan membawa Bitcoin melewati kedua hambatan tersebut dan memperkuat peluang pemulihan.

Sementara itu, EMA 100 hari berada pada US$77.411,78 dan EMA 200 hari di US$76.139,79. Kedua indikator tersebut masih bergerak naik di bawah harga, menunjukkan bahwa struktur tren yang lebih luas belum sepenuhnya melemah.

Indikator relative strength index (RSI) tercatat di 49,21, mendekati level netral 50 dan sedikit di bawah rata-ratanya pada 49,84.

Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum pasar belum memberikan keunggulan yang jelas bagi pembeli maupun penjual.

Dalam struktur teknikal tersebut, peluang Bitcoin mempertahankan US$80.819 masih terbuka. Namun, penutupan harian di bawah EMA 50 hari akan memperlemah skenario bullish dan membuka risiko penurunan menuju EMA 100 hari di sekitar US$77.412.

Berikut level support dan resistance Bitcoin berdasarkan analisis 22 Oktober 2026.

LevelHargaPeran teknikal
ResistanceUS$82.638EMA 20 hari, dekat garis tren naik
ResistanceUS$85.000Level psikologis di atas puncak pekan ini
ResistanceUS$87.000Area tertinggi September dan awal Oktober
SupportUS$80.819EMA 50 hari
SupportUS$77.412EMA 100 hari
SupportUS$76.140EMA 200 hari

Bitcoin Turun Saat Harga Minyak Brent Melampaui US$110

Pelemahan Bitcoin berlangsung bersamaan dengan meningkatnya tekanan terhadap aset berisiko di pasar global.

Berdasarkan laporan Bloomberg oleh Suvashree Ghosh, BTC sempat turun sekitar 2 persen pada awal perdagangan Asia, Kamis, sebelum berada di sekitar US$82.700 pada pukul 12.00 WIB.

Pergerakan tersebut menghapus sebagian kenaikan dari sesi sebelumnya. Ether (ETH), Solana (SOL), dan XRP juga mengalami pelemahan sekitar 2 persen hingga 3,5 persen.

Tekanan terhadap pasar kripto terjadi ketika investor mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi yang memberikan sinyal beragam, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Perkembangan geopolitik tersebut turut mendorong harga minyak mentah Brent melampaui US$110 per barel.

Pada saat yang sama, pasar saham Asia dan kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak melemah, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pelaku pasar masih memperkirakan peluang pemulihan harga Bitcoin.

Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets, menilai pelemahan pasar saham telah membawa Bitcoin kembali ke kisaran perdagangan sebelumnya.

Ia memperkirakan BTC dapat menguji kembali US$85.000 dalam beberapa hari mendatang, meskipun keyakinan investor terhadap arah pasar kemungkinan tetap terbatas.

Mauron juga mengingatkan bahwa sinyal kebijakan moneter yang lebih hawkish dari Federal Reserve berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap sentimen.

Pandangan yang lebih optimistis disampaikan Pratik Kala, manajer portofolio Apollo Crypto.

Menurut Kala, Bitcoin relatif mampu bertahan menghadapi berbagai guncangan makroekonomi, termasuk tekanan akibat pelepasan posisi perdagangan yang berkaitan dengan tren kecerdasan buatan (AI).

Ia memperkirakan pergerakan harga Bitcoin berikutnya cenderung mengarah lebih tinggi.

Namun, pasar opsi masih menunjukkan kehati-hatian. Harga kontrak opsi Deribit memperlihatkan bahwa permintaan perlindungan terhadap risiko penurunan tetap kuat.

Posisi put terbesar yang masih terbuka untuk kontrak dengan jatuh tempo Jumat, 23 Oktober, berada pada strike price US$78.000.

Opsi put tersebut memberikan keuntungan bagi pemegangnya ketika harga aset turun melewati level yang relevan, sehingga konsentrasi posisi di US$78.000 menjadi salah satu area perhatian pasar.

ETF Bitcoin Catat Arus Masuk US$1,08 Miliar dalam Tiga Hari

Meski harga Bitcoin kembali melemah, permintaan terhadap ETF spot Bitcoin Amerika Serikat menunjukkan pemulihan.

Berdasarkan data SoSoValue, ETF spot Bitcoin AS mencatat arus masuk bersih sebesar US$528,40 juta pada perdagangan 21 Oktober 2026.

Produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menjadi penyumbang terbesar dengan arus masuk US$234,99 juta.

Sementara itu, Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) mencatat arus masuk sebesar US$212,71 juta.

Kinerja positif tersebut melanjutkan arus masuk US$23,16 juta pada 20 Oktober serta US$526,60 juta pada 19 Oktober.

Dengan demikian, akumulasi arus masuk selama tiga sesi perdagangan berturut-turut mencapai sekitar US$1,08 miliar.

TanggalArus bersih ETF Bitcoin AS
19 Oktober 2026+US$526,60 juta
20 Oktober 2026+US$23,16 juta
21 Oktober 2026+US$528,40 juta
Total tiga sesi+US$1,08 miliar

Perubahan tersebut terjadi setelah ETF Bitcoin mengalami arus keluar bersih selama dua pekan sebelumnya, dengan total sekitar US$909,6 juta.

Pemulihan dalam tiga sesi terakhir juga membawa akumulasi arus dana bersih sepanjang Oktober kembali positif, yakni sekitar US$461 juta.

Sementara itu, total arus masuk bersih kumulatif ETF spot Bitcoin AS sejak peluncurannya telah mencapai sekitar US$57,96 miliar.

Data tersebut menunjukkan bahwa minat terhadap produk investasi Bitcoin masih bertahan meskipun pasar menghadapi tekanan dalam jangka pendek.

Namun, arus masuk ETF belum cukup untuk langsung mendorong kenaikan harga BTC. Kenaikan minyak Brent di atas US$110, pelemahan saham global, serta ketidakpastian kebijakan Federal Reserve masih menjadi faktor yang membayangi sentimen investor.

Sebagai perbandingan, dalam analisis Bitcoin pada 17 Oktober, ETF spot Bitcoin AS sebelumnya masih mencatat arus keluar mingguan sebesar US$228,58 juta.

Perubahan menjadi arus masuk selama tiga sesi terbaru menunjukkan membaiknya aliran dana, meskipun belum memastikan bahwa tekanan terhadap harga Bitcoin telah berakhir.

Prediksi Harga Bitcoin 22 Oktober: Skenario Bullish dan Bearish

Pergerakan Bitcoin berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan pembeli mempertahankan EMA 50 hari di US$80.819 dan merebut kembali resistance di sekitar US$83.000.

Skenario Bullish: BTC Berpeluang Menuju US$85.000

Dalam skenario positif, Bitcoin perlu bertahan di atas US$80.819 sebelum kembali menembus EMA 20 hari pada US$82.638.

Setelah itu, BTC perlu merebut kembali garis tren naik di sekitar US$83.000 dan melewati titik tertinggi perdagangan 22 Oktober di sekitar US$84.306.

Jika seluruh hambatan tersebut berhasil ditembus, peluang pengujian US$85.000 akan semakin terbuka.

Level tersebut juga menjadi target yang diperkirakan Caroline Mauron dari Orbit Markets akan diuji kembali dalam beberapa hari mendatang.

Apabila tekanan beli terus berlanjut, resistance berikutnya berada di sekitar US$87.000, yang sebelumnya menjadi area tertinggi pada September dan awal Oktober.

Arus masuk ETF Bitcoin yang berkelanjutan dapat mendukung skenario pemulihan tersebut, meskipun tetap diperlukan konfirmasi dari pergerakan harga.

Skenario Bearish: Risiko Penurunan Menuju US$77.412

Sebaliknya, apabila Bitcoin gagal mempertahankan EMA 50 hari pada US$80.819, tekanan jual berpotensi meningkat.

Penutupan candle harian di bawah level tersebut dapat membawa BTC menuju area US$78.000, tempat konsentrasi kontrak put Deribit dengan jatuh tempo 23 Oktober berada.

Apabila penurunan berlanjut, EMA 100 hari di sekitar US$77.412 menjadi support teknikal berikutnya.

Penembusan di bawah level tersebut kemudian dapat membuka risiko koreksi menuju EMA 200 hari di sekitar US$76.140.

Skenario bearish ini dapat semakin relevan apabila harga minyak Brent tetap bertahan di atas US$110 per barel dan Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish.

Dengan demikian, struktur Bitcoin masih menyisakan peluang bullish selama support US$80.819 dapat dipertahankan. Namun, target US$85.000 membutuhkan pemulihan harga di atas US$82.638 dan US$83.000 terlebih dahulu.

FAQ

Berapa prediksi harga Bitcoin pada 22 Oktober 2026?

Prediksi harga Bitcoin masih cenderung bullish selama BTC bertahan di atas US$80.819. Jika harga berhasil menembus EMA 20 hari pada US$82.638 dan garis tren naik di sekitar US$83.000, target berikutnya berada di US$85.000. Sebaliknya, penutupan harian di bawah US$80.819 dapat membuka risiko penurunan menuju US$77.412.

Mengapa harga Bitcoin turun hari ini?

Bitcoin mengalami penurunan hingga sekitar 2,4 persen pada awal perdagangan Asia, 22 Oktober, seiring pelemahan aset berisiko global. Tekanan dipengaruhi laporan keuangan sektor teknologi yang beragam, meningkatnya ketegangan Timur Tengah, dan kenaikan harga minyak Brent di atas US$110 per barel. ETH, SOL, dan XRP juga mengalami pelemahan sekitar 2 persen hingga 3,5 persen.

Apakah ETF Bitcoin sedang mengalami arus masuk atau keluar?

ETF spot Bitcoin AS mencatat arus masuk bersih selama tiga sesi berturut-turut, yakni US$526,60 juta pada 19 Oktober, US$23,16 juta pada 20 Oktober, dan US$528,40 juta pada 21 Oktober. Totalnya mencapai sekitar US$1,08 miliar berdasarkan SoSoValue, dengan arus masuk bersih kumulatif sejak peluncuran sekitar US$57,96 miliar.

Apakah Bitcoin akan kembali menguji US$85.000?

Peluang tersebut masih terbuka, tetapi BTC perlu terlebih dahulu merebut kembali EMA 20 hari di US$82.638 serta garis tren naik di sekitar US$83.000. Caroline Mauron dari Orbit Markets memperkirakan pengujian ulang US$85.000 dalam beberapa hari mendatang, meskipun keyakinan pasar masih dapat dibatasi tekanan makroekonomi dan sinyal hawkish Federal Reserve.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.