- Starknet mempertimbangkan transisi menjadi Layer 1 demi keamanan kuantum pada 2027.
- Harga STRK melonjak hampir 39%, dengan resistance penting di US$0,07141.
- Open interest STRK mencapai US$85,45 juta seiring meningkatnya aktivitas derivatif.
Harga Starknet (STRK) melonjak hampir 39 persen dalam 24 jam ketika proyek blockchain tersebut mengungkap kemungkinan perubahan besar pada arsitektur jaringannya. Starknet, yang selama ini beroperasi sebagai Layer 2 Ethereum, tengah mempertimbangkan transisi menjadi blockchain Layer 1 independen demi mempercepat pengembangan keamanan terhadap ancaman komputasi kuantum.
Berdasarkan data pasar, STRK diperdagangkan di sekitar US$0,0676 setelah menguat 38,94% dalam sehari dan 53,57% selama tujuh hari. Kenaikan tersebut turut membawa kapitalisasi pasarnya mendekati US$501 juta, dengan pasokan beredar sekitar 7,4 miliar token.
Di tengah reli tersebut, trader kini memperhatikan apakah STRK mampu menembus area resistensi US$0,07000 hingga US$0,07141 untuk melanjutkan kenaikan menuju US$0,075 dan US$0,08.
Starknet Pertimbangkan Keluar dari Status Layer 2 Ethereum
Melalui pengumuman resminya di X pada 8 Oktober, Starknet menyatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan kemungkinan menjadi jaringan Layer 1 dengan target pengembangan keamanan kuantum penuh pada 2027.
Gagasan tersebut juga disampaikan CEO StarkWare Eli Ben-Sasson setelah presentasinya dalam konferensi Token2049. Menurutnya, ancaman komputasi kuantum dan perkembangan kecerdasan buatan menjadi alasan blockchain perlu meningkatkan fleksibilitas sistem keamanannya.
Sebagai jaringan Layer 2, Starknet saat ini mengandalkan Ethereum untuk penyelesaian transaksi dan sebagian aspek keamanan. Jaringan tersebut mengirimkan bukti kriptografi ke Ethereum sekaligus memublikasikan data yang diperlukan untuk merekonstruksi transaksi.
Apabila Starknet beralih menjadi Layer 1, jaringan tersebut harus mengandalkan mekanisme konsensus dan infrastruktur keamanannya sendiri. Perubahan ini berpotensi memberikan kendali lebih besar atas jadwal pembaruan kriptografi tanpa harus sepenuhnya menunggu peningkatan pada Ethereum.
Dalam penjelasan teknis mengenai keamanan kuantum, Starknet sebelumnya menyebut bahwa sistem pembuktian STARK memiliki karakteristik ketahanan terhadap serangan kuantum. Meski demikian, beberapa komponen jaringan, termasuk infrastruktur yang terhubung dengan Ethereum, masih membutuhkan penyesuaian.
Rencana menjadi Layer 1 belum menjadi keputusan final. Belum ada kepastian mengenai waktu migrasi ataupun persetujuan tata kelola untuk menjalankan perubahan tersebut.
Harga STRK Terbang, Resistance US$0,075 Mulai Dibidik
Dari sisi teknikal, STRK menunjukkan penguatan tajam setelah berhasil melewati resistensi US$0,06089 dan level Fibonacci US$0,06441 pada grafik empat jam.
Mengacu pada grafik TradingView, STRK juga bergerak di atas seluruh exponential moving average (EMA) utama, mulai dari EMA 20 hingga EMA 200.
EMA 20 berada di US$0,05571, disusul EMA 50 pada US$0,05160, EMA 100 di US$0,04724, dan EMA 200 pada US$0,04167.
Posisi harga di atas keempat indikator tersebut menunjukkan bahwa pembeli masih mendominasi struktur tren jangka pendek pada saat pengamatan dilakukan.
Meski demikian, indikator Bollinger Bands %B telah mencapai 1,16, menandakan harga bergerak melampaui batas atas Bollinger Bands. Kondisi ini memperlihatkan kuatnya momentum kenaikan, tetapi sekaligus membuka kemungkinan konsolidasi atau aksi ambil untung setelah reli yang berlangsung cepat.
Untuk melanjutkan penguatan, STRK perlu melewati zona resistance US$0,07000–US$0,07141 secara meyakinkan.
Jika penembusan tersebut bertahan, area US$0,07500 menjadi target berikutnya, sebelum peluang kenaikan lebih jauh menuju US$0,08000 terbuka.
Open Interest STRK Naik ke US$85,45 Juta
Penguatan harga turut disertai pemulihan aktivitas pasar derivatif Starknet.
Berdasarkan data CoinGlass untuk STRK yang dikutip dalam laporan Global, open interest mencapai US$85,45 juta pada 9 Oktober, setelah mengalami kontraksi selama beberapa bulan sebelumnya.

Pada periode musim panas, open interest STRK sempat turun dari lebih dari US$250 juta hingga berada di kisaran US$25 juta–US$35 juta.
Kenaikan kembali ke US$85,45 juta menunjukkan bertambahnya nilai posisi derivatif yang masih terbuka ketika harga STRK menguat.
Kombinasi kenaikan harga dan open interest dapat mencerminkan masuknya aktivitas baru ke pasar. Namun, pertumbuhan posisi berleverage juga meningkatkan risiko volatilitas apabila arah harga tiba-tiba berbalik.
Dengan demikian, lonjakan aktivitas derivatif tidak serta-merta menjamin bahwa reli STRK akan terus berlanjut.
Arus Spot Positif, Pasar Tetap Perlu Waspada
Perubahan juga terlihat pada aktivitas perdagangan spot STRK.
Mengacu pada data arus spot CoinGlass dalam artikel sumber, netflow STRK tercatat positif sekitar US$5,25 juta pada 9 Oktober, setelah periode sebelumnya menunjukkan pergerakan yang lebih lemah.

Angka positif tersebut menunjukkan perubahan aktivitas perdagangan spot, tetapi tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti bahwa investor sedang memindahkan token ke bursa untuk dijual.
Interpretasinya bergantung pada jenis data dan metode pengukuran netflow yang digunakan. Karena itu, indikator tersebut perlu dibaca bersama pergerakan harga, volume perdagangan, serta kondisi pasar derivatif.
Di tengah lonjakan harga dan open interest, trader tetap perlu mewaspadai kemungkinan perubahan sentimen maupun aksi ambil untung yang dapat memicu koreksi jangka pendek.
Prediksi Harga STRK: Ini Level Penentu Reli Berikutnya
Arah harga STRK selanjutnya sangat bergantung pada kemampuan pembeli mempertahankan support US$0,06441 dan menembus zona resistance US$0,07000–US$0,07141.
Penutupan harga yang meyakinkan di atas US$0,07141 dapat memperkuat peluang kelanjutan reli menuju US$0,07500, dengan US$0,08000 sebagai target lanjutan.
Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan US$0,06441, perhatian dapat beralih ke zona support US$0,06089–US$0,05888. Koreksi yang lebih dalam berpotensi membawa harga mendekati EMA 20 di US$0,05571.
Untuk saat ini, struktur teknikal STRK masih menunjukkan kecenderungan bullish berdasarkan indikator yang digunakan dalam analisis empat jam tersebut. Namun, posisi Bollinger Bands %B yang sudah tinggi dan peningkatan aktivitas leverage menjadi faktor risiko yang tidak dapat diabaikan.
Sementara itu, kemungkinan transisi Starknet menjadi Layer 1 memberikan narasi teknologi jangka panjang bagi proyek tersebut, meskipun realisasinya masih memerlukan keputusan dan pengembangan lebih lanjut.
Dengan demikian, kelanjutan reli STRK akan ditentukan oleh kemampuan harga melewati resistance terdekat, dukungan aktivitas pasar spot, serta keberlanjutan momentum pembeli.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.
