- Harga XRP turun lebih dari 9 persen sepekan, dengan resistance utama di US$1,40.
- Ripple menggandeng Meritz Securities untuk menjajaki infrastruktur kustodian dan tokenisasi di Korea Selatan.
- Sentimen XRP masih bearish, sementara likuidasi long mencapai US$1,02 juta dalam 24 jam.
Harga XRP masih menghadapi tekanan menjelang 15 Oktober 2026, meskipun Ripple mengumumkan kemitraan baru dengan perusahaan sekuritas Korea Selatan, Meritz Securities. Token tersebut belum berhasil merebut kembali US$1,40, level yang berulang kali membatasi upaya pemulihannya sejak awal Oktober.
Berdasarkan analisis 14 Oktober, XRP diperdagangkan di sekitar US$1,37, menguat tipis 0,5 persen dalam sehari, tetapi masih mencatat penurunan lebih dari 9 persen selama tujuh hari terakhir.
Di tengah pelemahan harga, data sentimen sosial Santiment menunjukkan bahwa komentar negatif mengenai XRP lebih banyak dibandingkan komentar positif. Aktivitas derivatif juga memperlihatkan tekanan terhadap trader yang mempertahankan posisi long.
Harga XRP Tertekan, Support US$1,36 Jadi Penentu
Berdasarkan grafik harian XRP/USD di TradingView, XRP masih bergerak dalam pola segitiga menyempit yang terbentuk setelah lonjakan harga pada akhir Agustus.
Batas bawah pola tersebut terus bergerak naik dan kini berada di sekitar US$1,3619. Dalam sesi perdagangan 14 Oktober, harga sempat menyentuh US$1,36 sebelum kembali menguat menuju US$1,37.
Pantulan tersebut membuat struktur segitiga sementara tetap bertahan, meskipun belum memberikan konfirmasi pembalikan bullish.
Sementara itu, garis atas segitiga sebelumnya membatasi dua reli XRP, masing-masing di sekitar US$1,70 pada akhir Agustus dan US$1,65 pada akhir September.
Garis resistance tersebut terus menurun dan diperkirakan mendekati US$1,60 menjelang akhir Oktober.
Dalam jangka pendek, US$1,40 menjadi resistance pertama yang perlu direbut kembali pembeli. Level tersebut telah beberapa kali sulit dipertahankan sejak awal bulan.
Kondisi ini melanjutkan tekanan yang terlihat dalam analisis harga XRP pada 12 Oktober, ketika arus masuk ETF yang berlangsung selama 13 pekan belum cukup membawa harga melewati resistance US$1,44.
Jika XRP berhasil mencatat pemulihan berkelanjutan di atas US$1,40, peluang pengujian US$1,50 dan kemudian US$1,60 dapat terbuka.
Namun, penutupan harian di bawah garis tren naik sekitar US$1,3619 berisiko mengonfirmasi penembusan pola segitiga ke bawah.
Sentimen XRP Berubah Bearish, Likuidasi Long Mendominasi
Selain tekanan teknikal, sentimen komunitas XRP juga menunjukkan pelemahan.
Menurut data Santiment yang dibagikan melalui X, rasio komentar bullish terhadap bearish untuk XRP berada di 0,92 pada periode pengamatan.
Artinya, terdapat sekitar 92 komentar positif untuk setiap 100 komentar negatif dalam percakapan terkait XRP di X, Reddit, dan Telegram.
Sebagai perbandingan, Bitcoin mencatat rasio 0,82, sementara Ethereum berada di 2,05, menunjukkan perbedaan sentimen yang cukup besar di antara ketiganya.
Santiment mengategorikan kondisi XRP dan Bitcoin sebagai wilayah ketakutan atau fear, uncertainty and doubt (FUD), sedangkan sentimen Ethereum lebih mencerminkan fear of missing out (FOMO).
Perusahaan analitik tersebut memandang meningkatnya ketakutan pasar sebagai potensi sinyal kontrarian yang dapat mendukung pemulihan.
Namun, pandangan tersebut merupakan interpretasi sentimen, bukan bukti bahwa harga XRP akan segera naik.
Tekanan juga terlihat pada pasar derivatif. Berdasarkan data CoinGlass, volume perdagangan XRP turun 32,37 persen menjadi sekitar US$2,57 miliar dalam 24 jam pada snapshot 14 Oktober.
Sementara itu, open interest relatif tidak banyak berubah, mengindikasikan bahwa nilai posisi derivatif terbuka belum mengalami penurunan besar meskipun aktivitas transaksi melemah.
Total likuidasi mencapai sekitar US$1,44 juta, dengan posisi long menyumbang US$1,02 juta, jauh melampaui likuidasi short sebesar US$423.660.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa trader yang mengantisipasi kenaikan justru mengalami tekanan lebih besar ketika harga bergerak turun.
Meskipun demikian, data posisi di Binance dan OKX memperlihatkan kecenderungan long yang masih kuat pada indikator yang diamati.
Ripple Gandeng Meritz Securities untuk Ekspansi ke Korea
Di tengah tekanan pasar XRP, Ripple mengumumkan kerja sama strategis dengan Meritz Securities pada 14 Oktober 2026.
Melalui pengumuman resminya, Ripple menyatakan kedua perusahaan akan menjajaki penggunaan Ripple Custody dan infrastruktur tokenisasi untuk mendukung aktivitas pasar modal Korea Selatan.
Kerja sama tersebut akan dimulai dalam lingkup bisnis Meritz Securities yang sudah ada dan sesuai peraturan yang berlaku, sebelum kemungkinan diperluas mengikuti perkembangan regulasi aset digital Korea.
Meritz Securities tengah mengevaluasi sejumlah peluang, termasuk ETF spot, investasi fraksional, security token, dan stablecoin berbasis won Korea.
Managing Director Strategic Planning Unit Meritz Securities, Byungha Kang, mengatakan:
“This partnership lays the foundation for combining Ripple’s global digital asset infrastructure with our capital markets capabilities.”
Kemitraan tersebut menjadi kerja sama institusional keempat Ripple di Korea Selatan sepanjang 2026, setelah Kyobo Life Insurance, Kbank, dan Jeonbuk Bank.
Sebelumnya, Ripple bersama Kyobo Life juga mengembangkan penggunaan infrastruktur kustodian untuk penyelesaian obligasi pemerintah yang ditokenisasi.
Namun, kemitraan Ripple dengan Meritz Securities tidak otomatis meningkatkan permintaan token XRP.
Pengumuman perusahaan berfokus pada layanan kustodian dan tokenisasi institusional, tanpa menjelaskan adanya komitmen pembelian XRP atau penggunaan token tersebut dalam aktivitas kerja sama yang baru.
Karena itu, perkembangan bisnis Ripple perlu dibedakan dari faktor yang secara langsung memengaruhi harga XRP di pasar sekunder.
Prediksi Harga XRP 15 Oktober: Naik ke US$1,60 atau Turun ke US$1,30?
Selain perkembangan Ripple, arah harga XRP berikutnya masih bergantung pada kemampuan pembeli mempertahankan garis bawah pola segitiga.
Berikut level teknikal yang menjadi perhatian berdasarkan analisis 14 Oktober.
| Level | Harga |
|---|---|
| Resistance 1 | US$1,40 |
| Resistance 2 | US$1,50 |
| Resistance utama | US$1,60 |
| Support 1 | US$1,3619 |
| Support 2 | US$1,30 |
| Support lanjutan | US$1,20 |
Skenario bullish: XRP menuju US$1,60
Jika XRP mampu mempertahankan support US$1,3619 dan kembali bergerak di atas US$1,40, peluang pemulihan menuju US$1,50 dapat terbuka.
Penguatan yang berlanjut berpotensi membawa harga menguji garis atas pola segitiga di sekitar US$1,60. Namun, penembusan resistance tetap diperlukan untuk mengonfirmasi momentum bullish yang lebih kuat.
Skenario bearish: XRP berisiko turun ke US$1,30
Sebaliknya, jika XRP mencatat penutupan harian di bawah US$1,3619, struktur segitiga berpotensi mengalami breakdown.
Kondisi tersebut membuka risiko pengujian support US$1,30. Penutupan di bawah level tersebut dapat meningkatkan perhatian terhadap zona US$1,20 sebagai referensi penurunan berikutnya.
Di pasar spot, data CoinGlass pada 14 Oktober juga menunjukkan netflow positif sekitar US$10,17 juta.
Berdasarkan metodologi indikator spot inflow/outflow CoinGlass, angka positif tersebut mencerminkan volume pembelian agresif yang melampaui penjualan agresif pada periode pengamatan. Angka itu bukan bukti langsung bahwa token senilai US$10,17 juta telah dikirim ke dompet bursa.
Dengan demikian, harga XRP masih berada pada fase penentuan arah. Ekspansi Ripple ke Korea memberikan perkembangan baru di tingkat perusahaan, tetapi US$1,40 dan US$1,3619 tetap menjadi dua level terdekat yang menentukan peluang pemulihan maupun risiko koreksi XRP.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.

