Harga Bitcoin Bertahan di US$83 Ribu saat Saham Asia Rontok, Ada Apa?

Last Updated:
Harga Bitcoin Bertahan di US$83 Ribu Saat Saham Asia Anjlok
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Bitcoin bertahan di sekitar US$83.000 meskipun saham teknologi Asia dan AS mengalami tekanan jual.
  • Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok sekitar 6 persen, dipimpin pelemahan saham semikonduktor.
  • Coinbase premium melemah, memunculkan pertanyaan mengenai kekuatan permintaan spot Bitcoin dari pasar AS.

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan ketahanan relatif di tengah tekanan pasar saham global pada 13 Oktober 2026. Ketika sejumlah saham teknologi Asia dan Amerika Serikat mengalami aksi jual, Bitcoin justru bertahan di sekitar US$83.000, meskipun indikator permintaan spot belum menunjukkan penguatan yang meyakinkan.

Berdasarkan grafik harian TradingView yang digunakan dalam analisis, BTC diperdagangkan pada US$83.015,65, naik tipis 0,06 persen. Pergerakan tersebut kontras dengan penurunan tajam saham semikonduktor, terutama di Korea Selatan.

Namun, ketahanan harga tersebut belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren bullish. Pelemahan Coinbase premium justru menimbulkan pertanyaan mengenai sumber permintaan yang mempertahankan harga Bitcoin.

Saham Asia Anjlok, Bitcoin Justru Bertahan

Pasar saham Asia menghadapi tekanan besar pada Selasa (13/10/2026), ketika investor mulai mempertanyakan prospek investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan industri semikonduktor.

Indeks KOSPI Korea Selatan sempat mengalami penurunan sekitar 6 persen, sementara indeks Nikkei Jepang juga melemah. Saham perusahaan semikonduktor menjadi salah satu penyumbang utama tekanan tersebut.

Kekhawatiran investor meningkat setelah muncul perkembangan teknologi chip memori dari perusahaan China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), yang berpotensi memperketat persaingan dengan produsen semikonduktor global.

Selain persaingan industri, investor juga mempertanyakan apakah belanja infrastruktur AI yang sangat besar dapat menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi.

Tekanan tersebut tidak terbatas pada kawasan Asia. Berdasarkan laporan Kitco, kontrak berjangka Nasdaq sempat melemah 0,7 persen ketika saham teknologi AS, termasuk Micron dan Nvidia, menghadapi tekanan menjelang perdagangan reguler.

Philadelphia Semiconductor Index juga dilaporkan mengalami penurunan selama enam sesi berturut-turut, memperlihatkan bahwa aksi jual telah meluas di sektor teknologi.

Di tengah kondisi tersebut, analis kripto Carl Moon menyoroti perbedaan pergerakan Bitcoin dan saham AS melalui unggahan di platform X.

Ia menyebut sekitar US$260 miliar nilai pasar saham AS terhapus pada 13 Oktober, sementara pasar kripto relatif mampu mempertahankan posisinya. Angka tersebut merupakan klaim yang disampaikan analis dalam unggahannya.

Perbedaan ini menjadi perhatian karena Bitcoin sering diperdagangkan sebagai aset berisiko yang dapat ikut tertekan ketika investor mengurangi eksposur terhadap saham teknologi.

Namun, ketahanan BTC dalam satu sesi perdagangan tidak berarti korelasi antara Bitcoin dan pasar saham telah berubah secara permanen.

Sumber: X

Coinbase Premium Melemah, Siapa yang Menopang Bitcoin?

Meski mampu bertahan di sekitar US$83.000, indikator pasar spot Bitcoin menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.

Berdasarkan grafik BTC/USD di TradingView, indikator Chaikin Money Flow (CMF) berada pada -0,04 ketika Bitcoin diperdagangkan mendekati US$83.015,65.

Sumber: TradingView

Nilai CMF negatif menunjukkan bahwa tekanan beli belum mendominasi secara jelas menurut indikator tersebut. Dengan demikian, stabilitas harga Bitcoin belum dapat dianggap sebagai bukti adanya akumulasi agresif.

Perhatian juga tertuju pada Coinbase premium, yakni indikator yang mengukur perbedaan harga Bitcoin di Coinbase dibandingkan dengan bursa lain yang menjadi pembanding.

Ketika Coinbase premium negatif, Bitcoin diperdagangkan dengan harga lebih rendah di Coinbase daripada di pasar pembanding. Pelemahan indikator ini sering digunakan untuk mengamati berkurangnya kekuatan permintaan spot relatif dari pasar AS.

Namun, indikator tersebut tidak dapat mengidentifikasi siapa yang melakukan transaksi. Coinbase premium yang melemah juga tidak otomatis membuktikan bahwa investor institusional Amerika Serikat sedang menjual Bitcoin.

Perbedaan antara kondisi harga dan indikator permintaan ini menimbulkan kemungkinan bahwa aktivitas pembelian di pasar lain sedang membantu menyerap tekanan jual.

Sebagai contoh, permintaan dari bursa lain dapat mengimbangi tekanan yang tercermin dalam harga Coinbase, sehingga Bitcoin tetap bergerak stabil.

Meski demikian, belum ada bukti yang cukup untuk memastikan bahwa mekanisme tersebut benar-benar sedang terjadi, ataupun bahwa satu pelaku pasar tertentu bertanggung jawab mempertahankan harga.

Dalam laporan CE Indonesia mengenai akumulasi whale Bitcoin, kelompok pemegang besar sebelumnya tercatat menambah kepemilikan bersih sebanyak 16.010 BTC dalam lima hari ketika harga mengalami penurunan.

Namun, data kepemilikan whale tersebut tidak secara langsung menjelaskan siapa yang membeli atau menjual pada sesi ketika Bitcoin bertahan di US$83.000.

Apa Selanjutnya untuk Harga Bitcoin?

Ketahanan Bitcoin menghadapi aksi jual saham global memberikan sinyal kekuatan relatif dalam jangka pendek, tetapi arah harga berikutnya masih bergantung pada kondisi permintaan pasar.

Jika pembeli mampu mempertahankan harga di atas area terendah terbaru dan Coinbase premium mulai pulih, hal tersebut dapat memperkuat indikasi bahwa permintaan spot kembali membaik.

Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat dan Bitcoin kehilangan area support terdekat, narasi mengenai ketahanan BTC terhadap pelemahan pasar saham dapat kehilangan dukungan.

Investor juga perlu memperhatikan perkembangan pasar saham teknologi dan perubahan sentimen risiko global, mengingat tekanan terhadap sektor AI masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Pergerakan Bitcoin dalam konteks yang lebih luas turut dibahas dalam rekap pasar kripto CE Indonesia pada 14 Oktober, setelah pasar mengalami volatilitas tajam pada sesi sebelumnya.

Untuk saat ini, Bitcoin bertahan di sekitar US$83.000 dalam snapshot analisis, tetapi belum terdapat konfirmasi bahwa permintaan spot telah menguat secara menyeluruh.

Perbaikan Coinbase premium serta kemampuan harga mempertahankan support akan menjadi dua faktor penting untuk melihat apakah stabilitas tersebut dapat berlanjut atau hanya merupakan jeda sebelum volatilitas berikutnya.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.