- Chainalysis dan ZachXBT mengaitkan peretasan Binance senilai US$6,3 miliar dengan kelompok peretas TraderTraitor dari Korea Utara.
- Penelusuran on-chain menemukan dana curian Binance dan peretasan Bitget senilai US$388 juta terkumpul di alamat yang sama.
- Sekitar US$3 miliar aset curian telah dibekukan, tetapi miliaran dolar lainnya masih berpotensi dipindahkan pelaku.
Kelompok peretas yang terkait dengan Korea Utara diduga berada di balik peretasan Binance senilai sekitar US$6,3 miliar, menurut hasil penyelidikan perusahaan analitik blockchain Chainalysis dan investigator on-chain ZachXBT.
Temuan tersebut muncul setelah peneliti menemukan hubungan transaksi antara aset yang dicuri dari Binance dan dana hasil peretasan Bitget senilai sekitar US$388 juta pada September lalu.
Perusahaan intelijen blockchain TRM Labs juga mengaitkan serangan tersebut dengan kelompok TraderTraitor dari Korea Utara. Meski demikian, atribusi ini masih berdasarkan analisis keamanan dan intelijen, bukan hasil penetapan hukum terhadap pelaku.
ZachXBT Temukan Hubungan Peretasan Binance dan Bitget
CEO sekaligus salah satu pendiri Chainalysis, Jonathan Levin, mengungkapkan bahwa penyelidik menemukan dana hasil peretasan Bitget bercampur dengan aset yang dicuri dari Binance.
Menurut pernyataan Chainalysis, hubungan transaksi tersebut memperkuat dugaan keterlibatan TraderTraitor, kelompok peretas yang sebelumnya dikaitkan dengan sejumlah pencurian aset digital.
Temuan serupa disampaikan ZachXBT melalui akun X miliknya. Ia menemukan bahwa dana dari kedua peretasan akhirnya terkumpul di alamat blockchain yang sama setelah melewati THORChain.
Pola tersebut mengindikasikan kemungkinan bahwa pelaku yang sama mengendalikan aset hasil kedua serangan.
ZachXBT juga menjelaskan bahwa peretasan Bitget sebelumnya telah dikaitkan dengan TraderTraitor, yang memiliki hubungan dengan serangan lain, termasuk eksploitasi Kelp DAO.
Hubungan ini menarik karena peretasan Kelp DAO sebelumnya juga melibatkan pemindahan dana curian melalui THORChain, sebagaimana telah diberitakan Coin Edition Indonesia.
Namun, penggunaan protokol yang sama tidak dengan sendirinya membuktikan identitas pelaku. Penilaian tersebut diperkuat oleh hubungan alamat, pola transaksi, serta temuan intelijen lainnya.
Dalam laporan investigasi awal Oktober, Chainalysis juga menjelaskan bagaimana pelaku peretasan Bitget memindahkan aset melalui berbagai blockchain dan layanan likuiditas lintas jaringan untuk menyamarkan jejak transaksi.
TraderTraitor Diduga Terlibat, Miliaran Dolar Berhasil Dibekukan
TRM Labs, melalui laporan investigasi tertanggal 29 Oktober, menyatakan memiliki tingkat keyakinan tinggi bahwa TraderTraitor bertanggung jawab atas serangan terhadap Binance.
Perusahaan tersebut memperkirakan sekitar US$6,36 miliar berpindah dari dompet Binance melalui sepuluh blockchain, menjadikannya salah satu pencurian kripto terbesar yang pernah tercatat.
TraderTraitor sebelumnya juga dikaitkan dengan peretasan Bybit senilai US$1,5 miliar pada Februari 2025.
Sementara itu, Chainalysis mengungkapkan bahwa pelaku industri telah berhasil membekukan sekitar US$3 miliar aset yang terkait dengan peretasan Binance.
Upaya pembekuan melibatkan sejumlah penerbit stablecoin dan perusahaan kripto, termasuk Tether, Circle, Ripple, Paxos, World Liberty, dan Binance.
Namun, tidak seluruh aset dapat dibekukan melalui mekanisme yang sama. Bitcoin dan Ethereum yang masih berada dalam kendali penyerang menjadi tantangan tersendiri karena tidak memiliki mekanisme pembekuan terpusat seperti sejumlah stablecoin.
Kasus serupa sebelumnya memunculkan persoalan hukum mengenai kepemilikan dan pemulihan aset, termasuk dalam sengketa dana Kelp DAO yang dibekukan di jaringan Arbitrum.
Karena itu, pembekuan dana tidak otomatis berarti seluruh aset telah berhasil dikembalikan kepada pihak yang dirugikan.
Bagaimana Peretasan Binance Senilai US$6,28 Miliar Terjadi?
Investigator blockchain Dickson Wu mengungkapkan rincian pergerakan dana yang menunjukkan bahwa beberapa hot wallet Binance kehilangan aset bernilai sekitar US$6,28 miliar di delapan blockchain.
Menurut perhitungannya, sekitar US$6,07 miliar berpindah dalam 55 menit pertama, sementara penyerang terus menguras sebuah dompet Ethereum selama dua jam berikutnya.
Ethereum mencatat nilai pencurian terbesar, sekitar US$3,74 miliar. Bitcoin menyusul dengan 18.270,2 BTC senilai US$1,47 miliar.
Di jaringan Tron, penyerang mengambil aset USDT dan TRX senilai sekitar US$627,5 juta.
Aset lainnya yang turut terdampak mencakup 233,5 juta XRP senilai US$296,5 juta, 970.522 SOL senilai US$96,1 juta, serta sejumlah token di Arbitrum, Avalanche, dan Optimism.
Dari aset berbasis Ethereum yang dicuri, sekitar US$1,87 miliar berupa USDT, US$823 juta USDC, US$457 juta ETH, dan US$88,5 juta RLUSD.
Wu sebelumnya memperkirakan sekitar US$2,8 miliar aset telah dibekukan oleh berbagai pihak. Angka tersebut kemudian meningkat dalam pembaruan penyelidikan berikutnya.
Perbedaan total kerugian antara laporan Wu dan TRM Labs mencerminkan cakupan blockchain, waktu pengamatan, dan metode valuasi yang tidak sepenuhnya sama.
Binance Ungkap Dugaan Titik Masuk Peretas
Dalam pembaruan resminya pada 30 Oktober, Binance menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal mengarah pada kemungkinan kompromi laptop milik seorang engineer DevOps.
Perangkat yang disusupi diduga memungkinkan penyerang mengakses service container dan mengirimkan transaksi penarikan tanpa izin.
Binance menyatakan belum menemukan bukti kebocoran private key dompet, meskipun penyelidikan teknis masih berlangsung.
Bursa tersebut juga berjanji menanggung seluruh kerugian menggunakan dana perusahaan dan dana darurat Secure Asset Fund for Users (SAFU).
Binance menegaskan bahwa dana pengguna aman, tetapi klaim tersebut merupakan pernyataan perusahaan dan belum menggantikan hasil investigasi independen secara menyeluruh.
Sebagai langkah pengamanan, Binance sempat menghentikan sementara layanan deposit dan penarikan, mencabut otorisasi alamat yang terdampak, serta bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan perusahaan intelijen blockchain untuk melacak aset curian.
Perkembangan ini memicu persaingan waktu antara penyerang yang berusaha memindahkan aset dan perusahaan kripto yang mencoba membekukannya sebelum dana ditukar atau dialihkan ke jaringan lain.
Besarnya nilai pencurian juga mengundang reaksi publik. Mantan kepala produk X, Nikita Bier, bahkan menanggapi kejadian tersebut dengan candaan bahwa produk domestik bruto Korea Utara baru saja bertambah US$5,57 miliar.
Meski demikian, nilai aset yang dicuri tidak dapat disamakan begitu saja dengan tambahan PDB suatu negara.
Untuk saat ini, hubungan on-chain antara peretasan Binance dan Bitget memperkuat dugaan keterlibatan TraderTraitor, sementara proses penelusuran, pembekuan, dan pemulihan dana masih terus berlangsung.
Berlangganan saluran YouTube kami untuk berita kripto terbaru.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.