- Prediksi harga Arbitrum masih bullish di atas US$0,1787, dengan target kenaikan pertama menuju US$0,2079.
- Entropy mengusulkan tambahan insentif 100 juta ARB untuk mendukung USDG, dengan voting berakhir 22 Oktober.
- Volume derivatif ARB melonjak 120,12 persen menjadi US$588,78 juta, sementara open interest meningkat 10,92 persen.
Prediksi harga Arbitrum (ARB) pekan ini masih menunjukkan peluang bullish selama token mampu bertahan di atas support US$0,1787. Level tersebut menjadi penentu apakah ARB dapat melanjutkan pemulihan menuju target US$0,2079.
Selain perkembangan teknikal, perhatian pasar tertuju pada proposal Entropy Advisors untuk menambah 100 juta ARB dalam program insentif DeFi guna mendukung pertumbuhan stablecoin USDG di ekosistem Arbitrum.
Sementara itu, aktivitas derivatif ARB meningkat tajam, dengan volume perdagangan melonjak 120,12 persen dan open interest bertambah 10,92 persen.
Analisis Harga Arbitrum: Bisakah ARB Bertahan di Atas US$0,1787?
Berdasarkan grafik harga Arbitrum di TradingView, ARB diperdagangkan sekitar US$0,1931, turun 2 persen pada Selasa (20/10/2026).
Sebelumnya, harga sempat menyentuh US$0,2035 sebelum kembali melemah menuju garis tren menurun dari pola segitiga yang sedang terbentuk.
ARB masih bertahan di atas level Fibonacci 0,618 pada US$0,1787. Namun, harga berada sedikit di bawah Fibonacci 0,5 pada US$0,1933.
Karena itu, penutupan harian di atas US$0,1933 menjadi langkah awal yang diperlukan untuk membuka peluang kenaikan menuju Fibonacci 0,382 di US$0,2079.
Garis tren naik dari pola segitiga yang berada di sekitar US$0,18 juga berdekatan dengan Fibonacci 0,618. Pertemuan dua level tersebut menjadikan area US$0,1787–US$0,18 sebagai zona support utama sepanjang pekan ini.
Apabila ARB mencatat penutupan harian di bawah US$0,1787, harga berisiko kehilangan kedua penopang teknikal sekaligus. Kondisi tersebut dapat membuka penurunan menuju Fibonacci 0,705 di US$0,1680.
Sebaliknya, ARB dinilai lebih berpeluang menguji US$0,2079 dibandingkan kehilangan US$0,1787 berdasarkan struktur teknikal saat analisis diterbitkan.
Penutupan harian di atas US$0,2079 selanjutnya dapat membuka peluang kenaikan menuju area US$0,22.
Level Support dan Resistance ARB per 20 Oktober 2026
| Jenis | Harga | Faktor teknikal |
|---|---|---|
| Resistance | US$0,1933 | Fibonacci 0,5 |
| Resistance | US$0,2035 | Puncak perdagangan harian |
| Resistance | US$0,2079 | Fibonacci 0,382 |
| Support | US$0,1787 | Fibonacci 0,618 dan garis tren naik |
| Support | US$0,1680 | Fibonacci 0,705 |
| Support | US$0,1580 | Fibonacci 0,786 |
Entropy Usulkan Tambahan 100 Juta ARB untuk Mendukung USDG
Di tengah pergerakan harga tersebut, Entropy Advisors mengajukan proposal tata kelola untuk memperkuat adopsi USDG, stablecoin yang diterbitkan Paxos, sebagai bagian dari strategi utama ArbitrumDAO.
Berdasarkan proposal resmi dalam Arbitrum Governance Forum, pemungutan suara awal atau temperature check sedang berlangsung dan dijadwalkan berakhir pada 22 Oktober 2026.
Temperature check merupakan voting indikatif untuk mengukur dukungan komunitas terhadap proposal sebelum melangkah ke proses tata kelola berikutnya.
USDG sendiri telah diluncurkan di jaringan Arbitrum. Proposal tersebut bertujuan memperkuat pertumbuhan dan penggunaannya melalui dukungan insentif serta pengelolaan dana DAO.
Rencana Entropy mencakup tiga komponen utama:
- Insentif DeFi: Menambahkan 100 juta ARB dari treasury DAO ke program DeFi Renaissance Incentive Program (DRIP). Proposal tersebut juga mengatur ulang siklus program, memperluas kegiatan yang memenuhi syarat, dan memperpanjang periode pelaksanaan.
- Pemanfaatan treasury: Mengalihkan pendapatan bersih dari Arbitrum Expansion Program (AEP) ke Arbitrum Treasury Management Committee (ATMC) untuk dikonversi menjadi USDG. Aset tersebut kemudian dapat digunakan mendukung pertumbuhan dan likuiditas USDG, sesuai mekanisme pengawasan yang berlaku.
- Ruang lingkup kerja: Menetapkan inisiatif USDG sebagai proyek khusus dalam mandat Entropy yang sudah berjalan, tanpa menambah kompensasi bagi tim tersebut.
Proposal resmi juga menjelaskan bahwa alokasi 100 juta ARB merupakan tambahan anggaran bagi DRIP, bukan keseluruhan dana program.
Berdasarkan harga ARB sekitar US$0,1931 pada 20 Oktober, nilai 100 juta token tersebut diperkirakan mencapai US$19,3 juta.
Namun, alokasi tambahan itu masih memerlukan persetujuan tata kelola dan belum dapat dianggap sebagai dana insentif yang telah disalurkan.
Arbitrum Soroti Potensi Penghematan Biaya Reksa Dana Pasar Uang hingga 17 Persen
Selain proposal USDG, Arbitrum turut menyoroti potensi efisiensi penggunaan blockchain dalam penerbitan produk keuangan tradisional.
Melalui unggahan video di akun X resminya, Arbitrum menampilkan penjelasan dari akun @ajwarner90 mengenai bagaimana teknologi blockchain dapat mempercepat pengembangan produk keuangan sekaligus mengurangi biaya operasional.
Dalam video tersebut, ia menyampaikan pengalaman dari salah satu mitra penerbit produk money market fund atau reksa dana pasar uang.
Menurutnya, mitra tersebut memperkirakan bahwa penerbitan produk secara on-chain dapat menurunkan biaya operasional hingga 17 persen.
Potensi penghematan itu dinilai signifikan bagi industri pengelolaan dana yang umumnya memiliki margin keuntungan relatif tipis.
Penerbitan on-chain juga memungkinkan persyaratan investasi minimum yang lebih rendah, sehingga produk keuangan dapat menjadi lebih mudah diakses investor ritel.
Pada saat yang sama, efisiensi operasional berpotensi memperbaiki margin keuntungan penerbit.
Meski demikian, angka penghematan 17 persen masih berupa estimasi yang disampaikan mitra, bukan hasil efisiensi aktual yang telah diverifikasi secara independen.
Derivatif Arbitrum Melonjak, Trader Long Tertekan dalam Empat Jam Terakhir
Data Coinglass untuk derivatif Arbitrum menunjukkan lonjakan aktivitas perdagangan pada 20 Oktober 2026.
Volume derivatif ARB meningkat 120,12 persen menjadi US$588,78 juta, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, open interest, yaitu nilai keseluruhan kontrak derivatif yang masih terbuka, naik 10,92 persen menjadi US$274,03 juta.
Kenaikan volume yang bersamaan dengan pertumbuhan open interest menunjukkan meningkatnya aktivitas transaksi dan posisi terbuka di pasar.
Namun, perkembangan tersebut tidak otomatis mengonfirmasi arah pergerakan harga selanjutnya.
Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi mencapai US$912.100. Posisi long mengalami kerugian likuidasi sebesar US$452.220, sedangkan posisi short mencatat US$459.880.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kerugian akibat likuidasi relatif berimbang antara kedua kelompok trader selama periode 24 jam.
Meski demikian, data empat jam terakhir memperlihatkan tekanan yang jauh lebih besar terhadap posisi long.
Dari total likuidasi US$86.290 selama empat jam, US$83.250 berasal dari posisi long, sementara posisi short hanya menyumbang US$3.040.
Perbedaan tersebut mencerminkan tekanan penurunan jangka pendek yang lebih berat terhadap trader yang bertaruh pada kenaikan harga ARB.
Di sisi lain, rasio akun long terhadap short di Binance mencapai 1,87. Artinya, terdapat sekitar 1,87 akun long untuk setiap satu akun short.
Data Coinglass juga mencatat rasio serupa di OKX sebesar 1,31, menunjukkan bahwa jumlah akun long masih lebih besar dibandingkan short pada kedua platform.
| Metrik | Nilai | Implikasi |
|---|---|---|
| Volume derivatif | US$588,78 juta (+120,12%) | Aktivitas perdagangan melonjak |
| Open interest | US$274,03 juta (+10,92%) | Posisi terbuka bertambah |
| Likuidasi 24 jam | US$912.100 | Long US$452.220, short US$459.880 |
| Likuidasi 4 jam | US$86.290 | Long mendominasi dengan US$83.250 |
| Rasio long/short Binance | 1,87 | Lebih banyak akun long daripada short |
| Rasio long/short OKX | 1,31 | Akun long masih mendominasi |
Sebagai perbandingan, Coin Edition Indonesia sebelumnya mengulas prediksi harga Arbitrum September 2026, ketika ARB menghadapi sejumlah level resistance penting setelah mengalami pemulihan harga.
Prediksi Harga Arbitrum Pekan Ini: Skenario Bullish dan Bearish
Skenario Bullish: ARB Menargetkan US$0,2079
Skenario bullish masih berlaku apabila ARB mampu mempertahankan support US$0,1787, kemudian mencatat penutupan harian di atas Fibonacci 0,5 pada US$0,1933.
Setelah itu, pembeli perlu mendorong harga melewati puncak perdagangan harian di US$0,2035.
Jika kedua resistance tersebut berhasil ditembus, ARB berpotensi melanjutkan kenaikan menuju Fibonacci 0,382 pada US$0,2079.
Penutupan harian di atas level itu selanjutnya dapat membuka peluang pengujian area US$0,22.
Hasil voting yang mendukung proposal USDG pada 22 Oktober, disertai pertumbuhan open interest, akan sejalan dengan skenario pemulihan tersebut. Namun, hasil voting tidak menjamin kenaikan harga ARB.
Skenario Bearish: ARB Berisiko Turun ke US$0,1680
Sebaliknya, penutupan harian di bawah US$0,1787 akan mengindikasikan pelemahan struktur teknikal karena harga kehilangan support Fibonacci 0,618 sekaligus garis tren naik dari pola segitiga.
Dalam kondisi tersebut, tekanan jual berpotensi membawa ARB menuju Fibonacci 0,705 di US$0,1680.
Apabila support berikutnya juga ditembus, risiko koreksi dapat meluas menuju Fibonacci 0,786 pada US$0,1580.
Dengan demikian, kemampuan ARB mempertahankan area US$0,1787 tetap menjadi faktor utama dalam menentukan apakah peluang pemulihan pekan ini masih terbuka.
FAQ Prediksi Harga Arbitrum
ARB berpeluang naik menuju US$0,2079 apabila bertahan di atas US$0,1787 dan menembus Fibonacci 0,5 pada US$0,1933. Jika support US$0,1787 gagal dipertahankan, harga berisiko turun menuju US$0,1680.
Entropy Advisors mengusulkan agar USDG dari Paxos menjadi bagian dari strategi utama ArbitrumDAO. Proposal tersebut mencakup tambahan 100 juta ARB untuk program DRIP, pemanfaatan pendapatan AEP melalui ATMC, serta penetapan USDG sebagai proyek khusus Entropy. Voting indikatif dijadwalkan berakhir pada 22 Oktober 2026.
Berdasarkan data Coinglass, rasio long/short di Binance mencapai 1,87 dan di OKX sebesar 1,31, menunjukkan lebih banyak akun mengambil posisi long. Namun, likuidasi 24 jam relatif berimbang, dengan posisi long kehilangan US$452.220 dan short US$459.880.
Menurut video yang dibagikan Arbitrum, salah satu mitra penerbit reksa dana pasar uang memperkirakan bahwa penerbitan produk secara on-chain dapat mengurangi biaya operasional hingga 17 persen. Teknologi tersebut juga berpotensi menurunkan batas minimum investasi dan meningkatkan margin penerbit.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.

