- Prediksi harga Cardano 2026–2030 perlu dievaluasi setelah ADA diperdagangkan jauh di bawah target sebelumnya.
- ADA menghadapi resistance jangka pendek di US$0,2310, sementara pengembangan ekosistem terus berjalan.
- Peluang mencapai US$1 atau lebih membutuhkan pertumbuhan permintaan yang sebanding dengan valuasi jaringan.
Prediksi harga Cardano (ADA) 2026–2030 perlu ditinjau ulang setelah pergerakan pasar jauh tertinggal dari perkiraan yang diterbitkan pada Maret 2025. Ketika itu, artikel ini memproyeksikan ADA mencapai US$2,15–US$2,60 pada 2026.
Namun, menurut analisis Coin Edition Indonesia pada 15 Oktober, ADA diperdagangkan sekitar US$0,2241, setelah mengalami tekanan jual dan likuidasi derivatif.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa proyeksi jangka panjang bukan harga yang pasti tercapai. Perubahan kondisi pasar, likuiditas, dan adopsi jaringan perlu diperhitungkan kembali.
Prediksi Harga Cardano 2026: Level ADA yang Perlu Diperhatikan
Berdasarkan analisis 15 Oktober, harga ADA menghadapi support sekitar US$0,2195 dan US$0,2132, dengan resistance awal di US$0,2310.
Jika mampu kembali bertahan di atas resistance tersebut, area US$0,2563 menjadi target pengamatan berikutnya. Sebaliknya, penurunan di bawah US$0,2132 dapat memperbesar risiko pelemahan menuju US$0,1954.
Level tersebut merupakan hasil analisis teknikal pada tanggal tertentu, bukan batas harga permanen. Sebagai perbandingan, laporan Cardano 12 Oktober mencatat ADA sekitar US$0,2513.
Tabel berikut memperlihatkan proyeksi harga yang diterbitkan pada Maret 2025.
| Tahun | Proyeksi harga lama |
|---|---|
| 2026 | US$2,15–US$2,60 |
| 2027 | US$3,10–US$3,85 |
| 2028 | US$4,55–US$5,40 |
| 2029 | US$6,25–US$7,75 |
| 2030 | US$9,80–US$11,20 |
Seluruh angka tersebut merupakan perkiraan historis, bukan prediksi terbaru atau target yang dijamin tercapai.
Dengan harga sekitar US$0,23 pada pertengahan Oktober 2026, mencapai batas bawah proyeksi lama untuk tahun ini membutuhkan kenaikan lebih dari sembilan kali lipat. Belum ada dasar memadai untuk memperlakukannya sebagai skenario utama.
Prospek Cardano 2027–2030: Apakah ADA Bisa Kembali ke US$1?
Dalam jangka panjang, prospek Cardano bergantung pada kemampuannya mengubah perkembangan teknologi menjadi penggunaan jaringan yang nyata.
Pada 30 September, Cardano Foundation mengumumkan dua aplikasi riset bersama Petrobras untuk ketertelusuran bahan bakar berkelanjutan.
Selanjutnya, laporan resmi Cardano pada 7 Oktober mengonfirmasi peluncuran standar programmable token CIP-113 di mainnet. Teknologi tersebut memungkinkan aset digital menerapkan aturan kepatuhan tertentu.
Meski demikian, kemajuan teknologi tidak otomatis meningkatkan permintaan ADA. Aktivitas transaksi, pertumbuhan DeFi, biaya jaringan, dan penggunaan token tetap perlu dipantau.
Menurut ketentuan resmi Cardano, pasokan maksimal ADA dibatasi hingga 45 miliar token.
Jika dihitung berdasarkan seluruh batas pasokan tersebut, harga US$1 menyiratkan valuasi terdilusi penuh (fully diluted valuation/FDV) sebesar US$45 miliar. Pada US$5, nilainya menjadi US$225 miliar, sedangkan US$10 setara US$450 miliar.
Perhitungan itu bukan prediksi kapitalisasi pasar saat ini, melainkan gambaran skala valuasi yang diperlukan pada masing-masing harga.
Dengan demikian, proyeksi 2027–2030 masih sangat bergantung pada pertumbuhan ekosistem, permintaan investor, dan kondisi pasar kripto. Target US$1 dapat dipantau sebagai skenario pemulihan, bukan kepastian, sementara perkiraan mendekati US$10 pada 2030 memerlukan pembenaran fundamental yang jauh lebih besar.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.