Prediksi Harga Raydium Pekan Depan: RAY Mulai Bangkit, Mampukah Tembus US$2,17?

Last Updated:
Prediksi Harga Raydium Pekan Depan: RAY Mulai Bangkit, Mampukah Tembus US$2,17?
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Prediksi harga Raydium tetap bullish selama RAY bertahan di atas support US$1,62, dengan target US$2,17.
  • Pendapatan bersih Raydium melonjak menjadi US$7,99 juta pada kuartal III, didorong perdagangan saham tokenisasi.
  • Namun, TVL turun sekitar 20 persen sepanjang Oktober, menimbulkan keraguan terhadap keberlanjutan pemulihan RAY.

Prediksi harga Raydium (RAY) untuk pekan 9–15 November 2026 mulai menunjukkan peluang pemulihan setelah token tersebut keluar dari pola falling channel. Namun, kenaikan menuju US$2,17 masih bergantung pada kemampuan pembeli mempertahankan support penting di US$1,62.

RAY diperdagangkan sekitar US$1,80 dalam pengamatan 7 November, setelah bangkit lebih dari 20 persen dari titik terendah pekan ini.

Di balik pergerakan harga tersebut, kinerja Raydium juga menarik perhatian. Pendapatan bersih protokol meningkat tajam pada kuartal III 2026, didorong aktivitas perdagangan saham tokenisasi di ekosistem Solana.

Namun, data Oktober memperlihatkan gambaran yang lebih rumit. Pangsa pasar Raydium dalam perdagangan aset tokenisasi menyusut, sementara total value locked (TVL) turun sekitar 20 persen.

Lantas, apakah RAY memiliki cukup momentum untuk menembus resistance US$2,17 pekan depan?

Analisis Harga Raydium Mingguan: US$1,62 Jadi Penentu Kelanjutan Reli

Pada grafik mingguan, harga Raydium masih mempertahankan struktur pemulihan setelah keluar dari tekanan penurunan sebelumnya.

RAY berada di sekitar US$1,80, naik sekitar 11 persen pada candle mingguan, dan diperdagangkan di atas sejumlah exponential moving average (EMA) penting.

EMA 20 minggu berada di US$1,42, EMA 50 minggu di US$1,33, sedangkan EMA 100 minggu berada di US$1,62.

Posisi harga sekitar 11 persen di atas EMA 100 minggu menunjukkan bahwa pembeli mulai mendapatkan kembali kendali dalam jangka menengah.

Namun, RAY masih menghadapi hambatan pada EMA 200 minggu di US$2,1662, sekitar 17 persen di atas harga saat pengamatan.

Resistance berikutnya berada pada upper Bollinger Band mingguan di US$2,4738, atau sekitar 27 persen di atas harga sekarang.

Perjalanan harga selama beberapa bulan terakhir juga memperlihatkan volatilitas yang cukup tajam.

RAY naik dari sekitar US$0,62 pada Agustus hingga mencapai puncak mendekati US$2,57 pada Oktober.

Namun, setelah mencapai puncak tersebut, harga terkoreksi sekitar 42 persen menuju level terendah pekan ini di US$1,4805.

Dari titik tersebut, RAY kemudian pulih sekitar 22 persen.

Kenaikan ini menunjukkan munculnya respons pembelian, tetapi belum cukup untuk memastikan tren bullish jangka panjang telah sepenuhnya kembali.

Penutupan candle mingguan di atas US$2,1662 akan menjadi perkembangan penting, karena RAY berarti telah bergerak di atas seluruh empat EMA mingguan yang diamati.

Sebaliknya, penutupan di bawah US$1,62 dapat melemahkan struktur pemulihan dan membuka peluang pengujian support lebih rendah.

Grafik Harian Raydium: Breakout Terjadi, tetapi US$1,50 Harus Bertahan

Grafik harian Raydium memperlihatkan perkembangan yang lebih positif setelah harga menembus batas atas falling channel pada awal November.

Pola tersebut sebelumnya membatasi kenaikan RAY selama fase koreksi.

Garis atas channel kini berada di sekitar US$1,45, sehingga area tersebut berpotensi berubah menjadi support ketika harga mengalami retest.

Pada saat pengamatan, RAY diperdagangkan sekitar US$1,80, menguat hampir 0,8 persen dalam perdagangan harian.

Indikator Parabolic SAR berada di US$1,4957, tepat di bawah harga, yang menunjukkan pergeseran momentum jangka pendek ke arah bullish.

Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada pada 51,57, kembali melewati batas netral 50.

RSI juga telah bergerak di atas rata-ratanya pada 42,95, setelah sebelumnya menyentuh area mendekati 35 pada awal pekan.

Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda dan momentum pembeli kembali meningkat.

Namun, ada satu area yang masih perlu diperhatikan.

Garis falling channel di sekitar US$1,45, Parabolic SAR di US$1,4957, serta level terendah pekan ini di US$1,4805 berada relatif berdekatan.

Karena itu, zona US$1,45–US$1,50 menjadi support penting dalam struktur harian Raydium.

Setelah kenaikan sekitar 22 persen dari titik terendah, retest menuju area tersebut masih mungkin terjadi tanpa langsung menghapus seluruh struktur pemulihan.

Untuk pekan 9–15 November, skenario konsolidasi antara US$1,62 dan US$2,17 terlihat lebih realistis dibandingkan breakout langsung di atas EMA 200 minggu.

Namun, jika candle mingguan ditutup di bawah US$1,62, kemungkinan pengujian ulang US$1,50 akan meningkat.

Level Support dan Resistance Raydium, 9–15 November 2026

Berikut level teknikal yang perlu diperhatikan berdasarkan grafik mingguan dan harian RAY.

JenisHargaSignifikansi
ResistanceUS$1,86Level tertinggi pekan ini
ResistanceUS$2,17EMA 200 minggu
ResistanceUS$2,47Upper Bollinger Band mingguan
SupportUS$1,62EMA 100 minggu
SupportUS$1,50Parabolic SAR harian dan area dekat level terendah pekan ini
SupportUS$1,42EMA 20 minggu

Level US$1,62 menjadi titik penting untuk membedakan pemulihan yang masih terjaga dengan potensi koreksi lanjutan.

Sementara itu, penembusan resistance US$1,86 dapat membuka ruang bagi pembeli untuk menguji EMA 200 minggu.

Pendapatan Raydium Naik Tajam, Saham Tokenisasi Jadi Pendorong

Pergerakan harga RAY juga mendapat perhatian setelah muncul laporan mengenai peningkatan pendapatan Raydium.

Melalui unggahan di X, akun analisis Our Crypto Talk menyoroti pemulihan fundamental protokol dan menilai kapitalisasi pasar RAY sekitar US$460 juta masih memiliki ruang pertumbuhan.

Argumen tersebut mengacu pada laporan kinerja Raydium kuartal III 2026 dari Blockworks Research.

Menurut laporan yang dirangkum Solana Compass, pendapatan bersih Raydium meningkat dari US$2,19 juta pada kuartal II menjadi US$7,99 juta pada kuartal III 2026.

Peningkatan tersebut setara sekitar 264 persen secara kuartalan.

September menjadi bulan dengan kontribusi terbesar, menghasilkan US$6,06 juta atau sekitar 76 persen dari seluruh pendapatan bersih kuartal III.

Salah satu pendorongnya adalah meningkatnya perdagangan saham tokenisasi.

Instrumen ini merupakan token blockchain yang dirancang mengikuti nilai aset keuangan tertentu, termasuk saham perusahaan publik.

Menurut data Blockworks, saham tokenisasi menyumbang sekitar 45 persen dari biaya swap Raydium pada kuartal III, naik dari 19,5 persen pada kuartal II.

Padahal, kategori tersebut hanya menyumbang sekitar 20 persen dari total volume perdagangan Raydium sepanjang kuartal III.

Perbedaan itu menunjukkan bahwa perdagangan aset tokenisasi memberikan kontribusi biaya yang relatif besar dibandingkan volumenya.

Raydium juga menguasai sekitar 49,8 persen volume perdagangan spot aset tokenisasi di Solana selama kuartal III, dengan pangsa pasar mencapai 62 persen pada September.

Namun, kontribusi saham tokenisasi terhadap pendapatan tidak boleh disamakan dengan seluruh pendapatan bersih protokol. Biaya swap merupakan salah satu komponennya.

Buyback RAY Meningkat 203 Persen, Analis Soroti Potensi Valuasi

Selain pendapatan, Our Crypto Talk menyoroti program pembelian kembali atau buyback token RAY.

Pada kuartal III, Raydium membeli kembali token senilai US$5,23 juta, meningkat sekitar 203 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Program buyback menggunakan sebagian pendapatan protokol untuk membeli RAY dari pasar.

Menurut laporan Blockworks, dompet buyback Raydium menampung sekitar 87,5 juta RAY, setara kurang lebih 32 persen dari pasokan beredar.

Token tersebut berada dalam dompet buyback tanpa jadwal pelepasan yang diumumkan.

Namun, kepemilikan dalam dompet buyback tidak sama dengan token yang telah dibakar secara permanen. Status dan potensi perpindahannya tetap perlu dipantau.

Secara keseluruhan, pasokan maksimum RAY mencapai 555 juta token, sementara sekitar 270 juta RAY telah beredar.

Our Crypto Talk mengemukakan skenario valuasi US$3 miliar untuk Raydium.

Jika kapitalisasi pasar tersebut tercapai dengan pasokan beredar tetap mendekati 270 juta RAY, harga teoretisnya akan berada di sekitar US$11 per token.

Angka tersebut sekitar 6,2 kali harga RAY yang digunakan dalam analisis.

Namun, target itu merupakan proyeksi valuasi dari akun analis, bukan harga yang telah dicapai maupun jaminan pergerakan RAY.

Untuk mendukung valuasi sebesar itu, Our Crypto Talk memperkirakan Raydium perlu kembali mencatat pendapatan kuartalan mendekati puncak 2025, yakni sekitar US$28 juta.

Jumlah tersebut sekitar 3,5 kali pendapatan bersih kuartal III 2026.

Tantangan utamanya adalah mempertahankan kinerja September.

Pasalnya, aktivitas peluncuran token pada awal Oktober tercatat sekitar 39 persen lebih rendah dibandingkan periode September setelah migrasi StonkFun ke LaunchLab.

Jika lonjakan pendapatan September ternyata hanya bersifat sementara, skenario valuasi US$3 miliar kemungkinan membutuhkan waktu lebih panjang, dengan 2027 disebut sebagai salah satu kemungkinan dalam analisis tersebut.

Data Oktober Raydium: Pendapatan Saham Tokenisasi Masih Dominan, tetapi TVL Turun

Perkembangan Oktober memberikan gambaran yang lebih seimbang mengenai kondisi Raydium.

Dalam unggahan X, Infra dari Raydium menyatakan bahwa aset saham tokenisasi menyumbang 39 persen dari pendapatan swap Oktober.

Kategori tersebut menjadi kontributor terbesar untuk bulan ketiga berturut-turut.

Namun, kontribusinya telah menurun dari sekitar 45 persen pada kuartal III menjadi 39 persen pada Oktober.

Berikut komposisi pendapatan swap Raydium selama Oktober, berdasarkan data Blockworks Research yang dikutip Crypto News Flash.

KategoriPangsa Pendapatan Swap Oktober
Aset tokenisasi39 persen
Memecoin32 persen
Token proyek18 persen
Pasangan SOL–stablecoin6 persen

Data tersebut menunjukkan bahwa saham tokenisasi masih menjadi sumber biaya perdagangan terbesar bagi Raydium.

Namun, kontribusi memecoin tetap signifikan, mencapai 32 persen.

Di sisi lain, pangsa Raydium dalam volume perdagangan spot aset tokenisasi di Solana menurun menjadi 38 persen pada Oktober, dibandingkan 49,8 persen sepanjang kuartal III.

Artinya, meskipun perdagangan saham tokenisasi masih memberikan kontribusi besar, persaingan antarbursa terdesentralisasi mulai memengaruhi posisi Raydium.

Tekanan juga terlihat pada total value locked.

Berdasarkan data DefiLlama, TVL Raydium turun dari sekitar US$1,35 miliar pada 6 Oktober menjadi US$1,085 miliar pada 31 Oktober.

Penurunan tersebut setara sekitar 20 persen.

Bahkan, data DefiLlama pada 7 November menunjukkan TVL kembali turun ke sekitar US$1,018 miliar.

TVL merupakan estimasi nilai aset yang tersimpan dalam smart contract protokol. Penurunannya dapat dipengaruhi oleh penarikan likuiditas maupun perubahan harga aset yang disimpan.

Karena itu, berkurangnya TVL tidak otomatis berarti seluruh selisihnya merupakan dana yang ditarik pengguna.

Meski demikian, pelemahan TVL dan pangsa perdagangan menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan Raydium masih menghadapi tantangan.

Sebelumnya, analisis Coin Edition Indonesia juga menyoroti pergerakan RAY bersama NEAR dan IOST, ketika Raydium berusaha mempertahankan momentum pemulihan di tengah volatilitas pasar altcoin.

Prediksi Harga Raydium Pekan Depan: Dua Skenario yang Perlu Diperhatikan

Skenario Bullish: Target US$2,17

Dalam skenario bullish, RAY perlu mempertahankan support US$1,62 dan mencatat penutupan mingguan di atas resistance US$1,86.

Jika pembeli berhasil mempertahankan momentum, harga berpeluang menguji EMA 200 minggu pada US$2,1662, atau sekitar US$2,17.

Penembusan level tersebut akan menempatkan RAY di atas keempat EMA mingguan yang diamati.

Kondisi itu berpotensi membuka jalan menuju upper Bollinger Band di US$2,47.

Jika momentum semakin kuat, puncak Oktober di sekitar US$2,57 dapat menjadi target lanjutan.

Namun, skenario tersebut membutuhkan konfirmasi harga dan tekanan beli yang memadai.

Laporan pendapatan baru yang menunjukkan keberlanjutan aktivitas perdagangan saham tokenisasi juga dapat membantu memperkuat sentimen, meskipun tidak menjamin kenaikan harga.

Skenario Bearish: Risiko Turun ke US$1,50

Skenario bearish akan semakin relevan apabila RAY gagal mempertahankan support US$1,62.

Penutupan mingguan di bawah level tersebut dapat membuka peluang koreksi menuju US$1,50, yang berdekatan dengan Parabolic SAR harian di US$1,4957.

Di bawahnya, garis falling channel sekitar US$1,45 serta EMA 20 minggu pada US$1,42 menjadi area penting berikutnya.

Jika tekanan jual berlanjut, EMA 50 minggu di US$1,33 dapat menjadi support lebih rendah.

Skenario ini dapat memperoleh dukungan dari pelemahan fundamental apabila TVL Raydium terus menurun atau kontribusi perdagangan aset tokenisasi kembali menyusut.

Dengan demikian, meskipun RAY menunjukkan tanda-tanda pemulihan, pembeli masih harus membuktikan kemampuan mempertahankan support sebelum mengincar target yang lebih tinggi.

FAQ Prediksi Harga Raydium

Berapa Prediksi Harga Raydium Pekan Depan?

Prediksi harga Raydium untuk 9–15 November tetap bullish selama RAY bertahan di atas US$1,62. Harga berpeluang menguji US$1,86 dan EMA 200 minggu di US$2,17, sedangkan penutupan di bawah US$1,62 dapat membuka koreksi menuju US$1,50.

Mengapa Harga Raydium Naik?

RAY menguat sekitar 10,68 persen pada candle mingguan dan diperdagangkan dekat US$1,80 setelah menembus falling channel, dengan pemulihan sekitar 22 persen dari level terendah pekan ini. Peningkatan pendapatan saham tokenisasi dan buyback mendukung sentimen, tetapi tidak ada bukti satu faktor saja menyebabkan kenaikan.

Berapa Kontribusi Saham Tokenisasi terhadap Pendapatan Raydium?

Aset tokenisasi menyumbang sekitar 39 persen dari pendapatan swap Raydium pada Oktober 2026, menurut data Blockworks Research. Angka tersebut menjadikannya kategori terbesar, disusul memecoin dengan kontribusi 32 persen.

Di Mana Level Support Utama Raydium?

Support utama RAY berada di US$1,62 berdasarkan EMA 100 minggu. Jika level tersebut ditembus, perhatian beralih ke US$1,50 yang berdekatan dengan Parabolic SAR harian, kemudian EMA 20 minggu pada US$1,42.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.