Sejarah ChatGPT Agen FBI Menjadi Bukti dalam Kasus Pencurian Kripto Senilai $1 Juta

Sejarah ChatGPT Agen FBI Menjadi Bukti dalam Kasus Pencurian Kripto Senilai $1 Juta

Last Updated:
Sejarah ChatGPT Agen FBI Menjadi Bukti dalam Kasus Pencurian Kripto Senilai $1 Juta
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Riwayat ChatGPT agen FBI menjadi bagian dari penyelidikan pencurian kripto dan pengajuan pengadilan.
  • Obrolan AI dapat digunakan sebagai bukti jika penyelidik mendapatkannya melalui proses hukum.
  • Percakapan ChatGPT saja tidak membuktikan kesalahan tetapi dapat mendukung bukti digital lainnya.

Sebuah kasus pidana yang melibatkan agen FBI yang dituduh mencuri hampir $1 juta dalam bentuk cryptocurrency menimbulkan pertanyaan apakah percakapan ChatGPT dapat digunakan dalam penyelidikan kriminal.

Menurut dokumen pengadilan, penyidik meninjau riwayat ChatGPT dari agen FBI Patrick Yaroch saat menyelidiki klaim bahwa ia melakukan penarikan tidak sah dari dompet cryptocurrency target kriminal asing.

Menariknya, jaksa tidak menggunakan percakapan ChatGPT untuk membuktikan pencurian itu sendiri, tetapi mereka menyertakannya bersama catatan blockchain, data keuangan, dan pernyataan saksi. Kasus ini menunjukkan bahwa riwayat obrolan AI dapat menjadi bagian dari penyelidikan kriminal dalam keadaan tertentu.

Agen FBI Dituduh Mencuri Kripto

Jaksa mengatakan Yaroch mengambil sekitar $1 juta dalam bentuk cryptocurrency dari dompet yang diakses FBI selama penyelidikan.

Menurut dokumen pengadilan, ia kemudian mengakui kepada rekan-rekannya bahwa pencurian itu telah “menggerogoti dirinya di dalam” dan bahwa ia ingin mengaku. Penyelidik kemudian menemukan cryptocurrency senilai sekitar $1 juta dalam dompet yang mereka klaim dikendalikannya.

Pihak berwenang mengklaim penarikan tersebut terjadi pada akhir 2024 dan awal 2025 menggunakan frasa sandi yang diperoleh selama penyelidikan FBI. FBI mengatakan Yaroch telah dipecat dan sedang diselidiki.

Mengapa ChatGPT Disertakan

Penyidik juga memeriksa riwayat internet Yaroch. Dokumen pengadilan mengatakan ia bertanya kepada ChatGPT bagaimana cara menginvestasikan $1 juta dan menjelaskan rencana untuk pensiun sekitar usia 40 tahun dan menjalani kehidupan yang lebih tenang di Italia atau Portugal.

Jaksa tidak mengklaim ChatGPT membantu melakukan kejahatan yang diduga tersebut. Sebaliknya, mereka memasukkan percakapan itu sebagai bukti rencana keuangannya dan kesadarannya akan memiliki sejumlah besar uang.

Pada dasarnya, ChatGPT dapat digunakan sebagai bukti jika keadaan memungkinkan. Seperti email dan unggahan media sosial yang dihapus, percakapan ChatGPT dapat diperoleh melalui surat perintah penggeledahan atau surat panggilan, tergantung pada hukum dan kebijakan data platform.

Sumber Baru Bukti Digital

Kasus ini juga menyoroti bagaimana investigasi kripto kini bergantung pada berbagai jenis bukti digital. Investigator menggabungkan catatan blockchain dengan informasi KYC pertukaran, aktivitas dompet, riwayat penjelajahan, data cloud, catatan keuangan, aplikasi pesan, dan percakapan chatbot AI.

Seiring semakin banyak orang menggunakan alat AI, percakapan tersebut memberikan informasi kepada penyelidik tentang rencana, niat, atau kondisi pikiran seseorang.

Sementara itu, tuduhan terhadap Yaroch belum terbukti di pengadilan. Namun kasus ini menjadi pengingat bahwa percakapan AI, ketika diperoleh secara legal, dapat menjadi bukti dalam penyelidikan kriminal.

Terkait: Kesepakatan Coinbase Base MCP dan MoonPay ChatGPT Memicu Prospek Bullish Bitcoin

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.