- Trump menyebut Powell gagal dan mendorong suku bunga mendekati 1% karena The Fed bertahan di 3,50%-3,75%.
- Imbal hasil Treasury 10Y mendekati 4,50%, dan suku bunga hipotek 30Y di atas 6,5% membuat biaya pinjaman tetap tinggi.
- Data IHK 12 Mei dan sinyal Fed adalah pemicu utama untuk pergerakan suku bunga berikutnya.
Presiden AS Donald Trump mengintensifkan kritiknya terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell, menyebutnya sebagai “bencana bagi Amerika” dan mengatakan suku bunga tetap terlalu tinggi.
Pernyataan itu datang bersamaan dengan postingan media sosial yang menunjukkan sosok yang menyerupai Powell jatuh ke tempat sampah. Trump telah mendorong pemotongan suku bunga yang agresif, menargetkan level mendekati 1%.
Federal Reserve telah mempertahankan suku bunga acuannya antara 3,50% dan 3,75%. Kesenjangan ini menunjukkan konflik kebijakan langsung. Trump berpendapat suku bunga yang lebih rendah akan mengurangi biaya pinjaman dan mengurangi tekanan pada utang nasional senilai $ 38 triliun. The Fed terus fokus pada pengendalian inflasi.
Trump telah mengancam akan menyingkirkan Powell dan mendukung penyelidikan Departemen Kehakiman yang terkait dengan operasi Fed. Langkah itu menimbulkan kekhawatiran tentang tekanan politik pada kebijakan moneter.

Harga Pasar Tetap Tinggi
Imbal hasil obligasi dan suku bunga hipotek tidak menunjukkan kelegaan. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun mendekati 4,50%, menandakan kondisi keuangan yang ketat. Suku bunga hipotek rata-rata 30 tahun di atas 6.5%, membuat pinjaman rumah tetap mahal.
Pergerakan suku bunga hingga 2026 tidak stabil. Suku bunga hipotek mendekati 5,75% pada awal Maret, kemudian naik melewati 6,3% pada akhir bulan karena inflasi meningkat dan ketegangan Timur Tengah meningkat.
Penurunan singkat di bawah 6% terjadi pada pertengahan April karena harapan pembicaraan damai. Langkah itu berbalik dengan cepat karena harga minyak tetap tinggi. Pada awal Mei, suku bunga sekitar 6,38%.
Harga minyak yang lebih tinggi mendorong inflasi lebih tinggi karena angka mencapai 3,3% pada awal April, level tertinggi dalam hampir dua tahun. Ini membuat imbal hasil obligasi tetap tinggi dan menghalangi penurunan suku bunga hipotek yang berkelanjutan.
Tidak Ada Pertemuan Fed, Tapi Suku Bunga Masih Bergerak
Federal Reserve tidak memiliki pertemuan yang dijadwalkan pada bulan Mei. Itu menghentikan suku bunga pada bulan April untuk ketiga kalinya berturut-turut. Meskipun demikian, biaya pinjaman terus berubah.
Pasar bereaksi terhadap data yang masuk, bukan hanya keputusan Fed. Laporan Indeks Harga Konsumen 12 Mei adalah peristiwa kunci. Cetakan inflasi yang lebih rendah dapat mendorong imbal hasil turun dan menurunkan suku bunga hipotek. Cetakan yang lebih tinggi akan menjaga tekanan pada suku bunga.
Komunikasi Fed juga mendorong ekspektasi. Setiap sinyal dari pembuat kebijakan tentang penurunan suku bunga Juni dapat segera menggeser pasar obligasi. Bahkan tanpa keputusan resmi, panduan ke depan menggerakkan hasil.
Powell Tetap Saat Tekanan Meningkat
Masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir 15 Mei, tetapi dia berencana untuk tetap berada di dewan Federal Reserve. Keputusan itu menyusul tekanan hukum dan politik selama berbulan-bulan dari pemerintahan Trump.
Powell telah menyatakan bahwa tindakan baru-baru ini terhadap Fed melewati batas dan berisiko melemahkan institusi. Kehadirannya yang berkelanjutan dimaksudkan untuk mempertahankan independensi kebijakan selama periode tantangan politik langsung.
Kebuntuan tetap belum terselesaikan. Trump terus menuntut suku bunga yang lebih rendah sementara The Fed terus mempertahankan kebijakan stabil, dan inflasi tetap di atas target.
Terkait: Jerome Powell Menyampaikan Pidato Terakhir yang Mungkin, Tingkat Tidak Berubah
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.
