Binance Ganti 98 Persen Aset Curian US$6,34 Miliar, Cadangan Diperluas

Last Updated:
Binance Ganti 98 Persen Aset Curian US$6,34 Miliar, Cadangan Diperluas
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • Binance telah mengganti sekitar 98 persen aset terdampak peretasan menggunakan dana perusahaan sendiri.
  • Proof of Reserves Binance kini mencakup 44 token, meningkat dari 10 token sebelumnya.
  • Justin Drake memperingatkan potensi ancaman komputer kuantum terhadap keamanan cold storage Binance.

Binance mengumumkan perkembangan terbaru pemulihan aset setelah peretasan besar pada 29 Oktober 2026 yang menyebabkan kerugian sekitar US$6,34 miliar. Bursa kripto tersebut telah mengganti sekitar 98 persen aset terdampak, sekaligus memperluas cakupan bukti cadangannya.

Dalam pengumuman resmi pada 4 November, Binance menegaskan bahwa seluruh kerugian akan ditanggung menggunakan dana perusahaan, bukan aset pelanggan.

Binance juga telah mengalokasikan dana lebih dari 100 persen nilai kerugian untuk memastikan seluruh aset terdampak dapat diganti.

Meski demikian, angka pemulihan 98 persen tersebut merujuk pada penggantian aset, bukan jumlah dana curian yang berhasil direbut kembali dari peretas.

Sebelumnya, investigasi peretasan Binance mengungkap bahwa penyerang menggunakan malware dan wawancara kerja palsu untuk menyusup ke sistem internal perusahaan.

Binance Perluas Proof of Reserves Menjadi 44 Token

Binance masih berupaya memperoleh sisa dua persen aset melalui pembelian di pasar terbuka dan transaksi over-the-counter (OTC).

Namun, proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama karena sebagian token yang harus diganti memiliki likuiditas terbatas.

Sejalan dengan upaya pemulihan, Binance memperbarui laporan Proof of Reserves (PoR) berdasarkan snapshot yang diambil pada 4 November pukul 00.00 UTC atau 07.00 WIB.

Melalui halaman Proof of Reserves, perusahaan memperluas cakupan verifikasi dari sebelumnya 10 token menjadi 44 token.

Binance memperkirakan pembuatan bukti kriptografi berbasis zero-knowledge proof membutuhkan sekitar 50–60 jam karena tingginya beban komputasi.

Setelah proses tersebut selesai, pengguna dapat memverifikasi secara independen apakah saldo aset mereka didukung cadangan dengan rasio setidaknya 1:1.

Perusahaan juga menyatakan akan terus memulihkan layanan penarikan secara bertahap sambil memperkuat sistem keamanan untuk mencegah insiden serupa.

Binance Hadapi Kritik, Justin Drake Peringatkan Risiko Cold Storage

Di tengah pemulihan tersebut, kepala komunitas Binance, Sisi, mengkritik sejumlah bursa pesaing yang dinilai memanfaatkan peretasan sebagai materi pemasaran.

Meski tidak menyebutkan nama perusahaan, Sisi menegaskan dukungannya terhadap kerja sama industri dalam menghadapi peretas. Binance juga bersedia membagikan informasi teknis mengenai serangan tersebut kepada bursa lain.

Perdebatan mengenai keamanan bursa sebelumnya turut mengemuka ketika CEO OKX mengkritik Binance menyusul insiden bernilai miliaran dolar itu.

Sementara itu, peneliti Ethereum Foundation, Justin Drake, menyerukan penguatan keamanan cold storage Binance dalam konferensi Devcon 8 di Mumbai pada 4 November.

Drake memperingatkan bahwa dua alamat penyimpanan aset Binance memiliki saldo besar dengan public key yang menurutnya telah terekspos secara publik.

Menurutnya, perkembangan komputer kuantum atau kecerdasan buatan (AI) pada masa depan berpotensi membuka jalan bagi penyerang untuk memperoleh private key dari public key yang terekspos.

Namun, peringatan tersebut merupakan risiko kriptografi jangka panjang, bukan bukti bahwa cold storage Binance telah diretas.

Dengan sebagian besar aset terdampak telah diganti, perhatian kini tertuju pada penyelesaian sisa pemulihan, verifikasi cadangan terbaru, dan penguatan keamanan Binance.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.