- Tiga siklus sebelumnya menunjukkan Bitcoin mencapai titik terendah setelah pemilu sela Amerika Serikat.
- Ali Martinez memperingatkan risiko koreksi lanjutan, dengan US$73.000 sebagai area support penting.
- Merlijn The Trader menyoroti zona US$75.000–US$78.000 sebagai area pembelian jika Bitcoin kembali terkoreksi.
Harga Bitcoin (BTC) berpotensi menghadapi tekanan jual tambahan menjelang pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November 2026. Pola historis menunjukkan bahwa BTC mencapai titik terendah siklus dalam beberapa pekan setelah pemilu pada tiga periode sebelumnya.
Berdasarkan analisis Coin Bureau, Bitcoin membentuk titik terendah masing-masing 71 hari setelah pemilu 2014, 39 hari setelah pemilu 2018, dan hanya 13 hari setelah pemilu 2022.
Jika pola tersebut terulang, akhir 2026 hingga awal 2027 dapat menjadi periode penting bagi pembentukan dasar harga Bitcoin berikutnya.
Namun, hubungan waktu tersebut tidak membuktikan bahwa pemilu menyebabkan penurunan harga. Kondisi likuiditas, siklus pasar, dan sentimen investor tetap memiliki pengaruh besar.
Pola Tiga Pemilu Sela AS Soroti Risiko Koreksi Bitcoin
Pada 2014, Bitcoin melanjutkan penurunan setelah pemilu sela AS sebelum mencapai titik terendah pada Januari 2015. Pasar kemudian memasuki fase pemulihan yang akhirnya membawa BTC mencetak rekor harga baru pada 2017.
Pergerakan serupa terjadi pada 2018. Bitcoin kembali melemah setelah pemilu November dan mencapai dasar siklus pada Desember, sebelum berangsur pulih dan mencetak rekor tertinggi baru pada 2021.

Sementara itu, pada 2022, titik terendah muncul jauh lebih cepat, yakni 13 hari setelah pemilu, ketika pasar kripto menghadapi dampak keruntuhan FTX.
Ketiga periode tersebut memperlihatkan rentang waktu yang semakin pendek antara pemilu dan pembentukan dasar harga.
Dengan pemilu sela AS berikutnya dijadwalkan pada 3 November 2026, pola historis itu menempatkan periode 16 November 2026 hingga 13 Januari 2027 sebagai rentang pengamatan apabila jeda 13–71 hari kembali terulang.
Meski demikian, terdapat perbedaan penting pada siklus saat ini. Bitcoin telah menyentuh sekitar US$57.850 pada Juli 2026, sebelum pulih menuju kisaran US$78.000.
Artinya, penurunan setelah pemilu belum tentu menghasilkan titik terendah siklus baru, kecuali harga kembali melemah melampaui dasar sebelumnya.
Saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan sekitar US$78.241, membuat sejumlah analis memusatkan perhatian pada support yang lebih dekat.
Ali Martinez dan Merlijn Soroti Level US$73.000–US$78.000
Analis kripto Ali Martinez sebelumnya memperingatkan bahwa Bitcoin mencatat kinerja negatif pada kuartal keempat dalam tiga tahun pemilu sela AS terakhir.
Berdasarkan data yang dibagikannya, BTC turun 16,70 persen pada kuartal IV 2014, 42,16 persen pada 2018, dan 14,75 persen pada 2022.
Dalam analisis terpisah, Martinez juga menyoroti besarnya koreksi Bitcoin dalam empat siklus pemilu sela sebelumnya, yakni 72 persen pada 2010, 65 persen pada 2014, 52 persen pada 2018, dan 27 persen pada 2022.
Angka koreksi siklus tersebut berbeda dari pengembalian kuartalan karena mencerminkan ukuran pergerakan harga yang berbeda.
Martinez mengidentifikasi US$73.000 sebagai level support penting, yang berada dekat dengan estimasi rata-rata harga beli investor Bitcoin jangka pendek atau short-term holder cost basis.
Area tersebut dapat menjadi perhatian pembeli apabila BTC kembali terkoreksi. Namun, penurunan berkelanjutan di bawahnya berpotensi memperbesar tekanan jual.
Sementara itu, analis Merlijn The Trader melalui unggahannya di X menyoroti rentang US$75.000–US$78.000 sebagai zona pembelian pilihannya jika Bitcoin kembali mengalami aksi jual besar.
Dalam pandangannya, koreksi lanjutan dapat memberikan peluang bagi investor yang menunggu harga lebih rendah sebelum pasar kembali pulih.
Untuk saat ini, terdapat dua kemungkinan utama. Bitcoin dapat melanjutkan koreksi dan menguji support US$75.000 hingga US$73.000, atau pembeli kembali masuk lebih cepat sehingga pemulihan berlangsung tanpa penurunan lebih dalam.
Coin Edition Indonesia sebelumnya juga membahas prediksi harga Bitcoin November 2026, dengan EMA 200 hari di sekitar US$76.463 sebagai salah satu support teknikal utama.
Dengan pemilu sela AS semakin dekat, zona US$73.000–US$78.000 menjadi area penting untuk memantau respons pembeli. Meski demikian, pola historis tiga siklus sebelumnya belum cukup untuk memastikan kapan Bitcoin akan mencapai dasar harga berikutnya.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.