- Harga BEAM turun 13,19 persen dalam sehari, tetapi masih menguat 58,90 persen sepekan.
- Open interest melonjak menjadi US$16,58 juta, meningkatkan risiko volatilitas dan likuidasi posisi berleverage.
- Arus spot bersih negatif US$50.070 menunjukkan tekanan jual aktif masih membayangi pemulihan BEAM.
Harga Beam (BEAM) menghadapi tekanan jual setelah reli mingguan yang membawa token tersebut mendekati US$0,0063. Pada pengamatan 2 November 2026, BEAM diperdagangkan sekitar US$0,005035, turun 13,19 persen dalam 24 jam.
Meski mengalami koreksi, token tersebut masih mempertahankan kenaikan 58,90 persen selama tujuh hari terakhir. Volume perdagangan hariannya mencapai US$131,63 juta, sementara kapitalisasi pasarnya berada di sekitar US$252 juta.
Peningkatan aktivitas pasar derivatif turut menjadi perhatian setelah open interest melonjak menuju US$16,58 juta. Namun, melemahnya momentum harga menimbulkan pertanyaan apakah pembeli mampu mempertahankan pemulihan atau justru menghadapi koreksi lebih dalam.
Analisis Harga BEAM: Resistance US$0,0052 Jadi Penghalang
Grafik harian BEAM menunjukkan pemulihan kuat dari titik terendah Agustus di US$0,001273. Sejak saat itu, harga membentuk serangkaian higher high dan higher low, sebelum mendekati US$0,0063.
Namun, tekanan jual terbaru mendorong harga kembali ke bawah US$0,0052.
Berdasarkan grafik BEAM/USDT di TradingView, area US$0,0052 kini menjadi resistance terdekat, berdekatan dengan level Fibonacci retracement 0,786.
Pembeli perlu merebut kembali level tersebut untuk memperkuat peluang pemulihan. Jika breakout terkonfirmasi, target kenaikan berikutnya berada di US$0,0057, kemudian area tertinggi terbaru di US$0,0063.
Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, support pertama yang perlu diperhatikan berada di US$0,004375, bertepatan dengan Fibonacci 0,618.
Penurunan di bawah area tersebut dapat membuka jalan menuju zona US$0,00378–US$0,00372. Zona ini mempertemukan level Fibonacci 0,5 dengan exponential moving average (EMA) 20 hari di sekitar US$0,003716.
Meski demikian, BEAM masih diperdagangkan di atas EMA 20, 50, 100, dan 200 hari. Susunan indikator tersebut menunjukkan bahwa struktur pemulihan yang lebih luas belum sepenuhnya melemah.
Indikator Bollinger %B juga turun menjadi 0,95 setelah sebelumnya melampaui 1. Perubahan ini menunjukkan harga telah kembali memasuki batas atas Bollinger Bands, tetapi belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan bearish.
Open Interest BEAM Melonjak, Tekanan Jual Spot Perlu Diwaspadai
Pasar derivatif BEAM mencatat peningkatan aktivitas yang cukup besar selama reli harga terbaru.
Menurut data CoinGlass, open interest mencapai US$16,58 juta pada 2 November, meningkat tajam dibandingkan kisaran US$3 juta hingga US$4 juta yang terlihat dalam beberapa bulan sebelumnya.
Angka tersebut juga semakin mendekati puncak Oktober 2025, ketika open interest BEAM berada di sekitar US$25 juta.

Peningkatan ini menunjukkan bertambahnya nilai kontrak derivatif yang masih terbuka. Namun, open interest tidak menunjukkan apakah trader lebih banyak mengambil posisi bullish atau bearish.
Ketika eksposur derivatif meningkat, pergerakan harga yang tajam dapat memperbesar risiko likuidasi bagi trader dengan leverage tinggi.
Risiko serupa sebelumnya dibahas Coin Edition Indonesia dalam laporan peningkatan open interest Bitcoin, Ethereum, dan Solana yang menyoroti potensi likuidasi berantai.
Sementara itu, data perdagangan spot menunjukkan tekanan yang berbeda.
Grafik CoinGlass mencatat spot netflow BEAM negatif sekitar US$50.070 pada 2 November, setelah sebelumnya sempat mengalami lonjakan arus positif mendekati US$800.000 selama reli.

Pembacaan negatif tersebut menunjukkan volume penjualan aktif lebih besar daripada pembelian aktif dalam periode pengamatan. Namun, indikator ini tidak secara langsung membuktikan adanya penarikan token dari dompet bursa.
Karena itu, satu pembacaan negatif belum cukup untuk memastikan perubahan tren. Pergerakan berikutnya perlu diamati bersama volume perdagangan, open interest, dan respons harga terhadap area support.
Prediksi Harga BEAM: Bisakah Kembali ke US$0,0063?
Prospek harga BEAM bergantung pada kemampuan pembeli mempertahankan US$0,004375 dan kembali menembus resistance US$0,0052.
Dalam skenario bullish, breakout di atas US$0,0052 dapat membuka peluang kenaikan menuju US$0,0057. Jika momentum berlanjut, BEAM berpotensi kembali menguji puncak terbarunya di US$0,0063.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$0,004375 dapat mendorong harga menuju US$0,00378–US$0,00372, yang berdekatan dengan EMA 20 hari.
Penutupan harian yang berkelanjutan di bawah zona tersebut akan melemahkan struktur pemulihan dan meningkatkan risiko koreksi lanjutan.
Untuk saat ini, BEAM berada di titik penentuan setelah reli mingguan hampir 59 persen. Kenaikan open interest menunjukkan aktivitas derivatif semakin besar, sementara tekanan jual spot dan pelemahan momentum teknikal membuat konfirmasi breakout menjadi penting sebelum mengharapkan pemulihan berkelanjutan.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.
