- Keputusan suku bunga The Fed pada 28 Oktober waktu AS berpotensi memengaruhi pergerakan Bitcoin.
- Inflasi PCE September dan PDB AS kuartal III dijadwalkan rilis hanya 18,5 jam setelah keputusan The Fed.
- Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menekan Bitcoin, sementara data lebih rendah berpotensi mendukung pemulihan.
Harga Bitcoin (BTC) menghadapi dua ujian makroekonomi penting pada pekan terakhir Oktober 2026. Federal Reserve (The Fed) dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada 28 Oktober waktu Amerika Serikat, disusul rilis inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan data produk domestik bruto (PDB) sehari setelahnya.
Bagi investor Indonesia, kedua agenda tersebut berlangsung pada Kamis (29/10/2026), masing-masing pukul 01.00 WIB dan 19.30 WIB. Selisih waktu hanya 18,5 jam membuat pasar kripto berpotensi menghadapi dua gelombang volatilitas dalam satu hari.
Keputusan The Fed dapat menentukan reaksi awal Bitcoin, tetapi laporan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang menyusul berpotensi memperkuat atau justru membalikkan pergerakan tersebut.
Hasil kedua agenda akan memberikan gambaran mengenai prospek suku bunga AS berikutnya, terutama ketika investor masih mencermati risiko inflasi yang bertahan tinggi.
The Fed Diprediksi Pertahankan Suku Bunga, Apa Dampaknya bagi Bitcoin?
Bitcoin menghadapi keputusan penting dari The Fed yang menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober 2026.
Berdasarkan kalender resmi Federal Reserve, keputusan kebijakan moneter dijadwalkan diumumkan pada Rabu, 28 Oktober pukul 14.00 waktu AS bagian timur, atau Kamis, 29 Oktober pukul 01.00 WIB.
Konferensi pers The Fed menyusul 30 menit kemudian, tepatnya pukul 01.30 WIB.
Perhatian investor tertuju pada apakah bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga, menaikkannya, atau memberikan sinyal perubahan kebijakan pada pertemuan berikutnya.
Menurut data CME FedWatch yang dikutip pada 26 Oktober, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75–4,00 persen mencapai 90,6 persen.
Sementara itu, peluang kenaikan sebesar 25 basis poin menuju kisaran 4,00–4,25 persen tercatat 9,4 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar lebih mengantisipasi keputusan mempertahankan suku bunga dibandingkan pengetatan moneter tambahan. Probabilitas FedWatch bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perdagangan kontrak berjangka suku bunga.
Sebelumnya, Coin Edition Indonesia melaporkan peluang The Fed mempertahankan suku bunga sebesar 87,3 persen pada 16 Oktober, ketika pasar masih mempertimbangkan risiko inflasi dan potensi kenaikan bunga lanjutan.
Meski keputusan mempertahankan suku bunga sudah banyak diantisipasi, reaksi Bitcoin tidak hanya bergantung pada hasil tersebut.
Pernyataan The Fed mengenai inflasi, kondisi ekonomi, dan kemungkinan perubahan suku bunga pada bulan-bulan berikutnya juga dapat memengaruhi ekspektasi investor.
Jika bank sentral memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat, imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi meningkat dan menekan daya tarik aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Sebaliknya, sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda dapat memperkuat harapan terhadap pelonggaran kebijakan moneter pada masa mendatang.
Inflasi PCE dan PDB AS Jadi Ujian Kedua Bitcoin pada 29 Oktober
Keputusan The Fed bukan satu-satunya agenda penting bagi pasar kripto pekan ini.
Berdasarkan jadwal resmi Bureau of Economic Analysis (BEA), pemerintah AS akan merilis dua laporan ekonomi utama pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 08.30 waktu AS bagian timur atau 19.30 WIB.
Kedua laporan tersebut mencakup indeks harga PCE September 2026 serta estimasi awal pertumbuhan PDB kuartal III 2026.
PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang menjadi perhatian utama The Fed dalam menilai perkembangan harga barang dan jasa.
Sementara itu, data PDB memberikan gambaran mengenai kekuatan aktivitas ekonomi AS sepanjang kuartal ketiga.
Kombinasi kedua indikator tersebut berpotensi mengubah ekspektasi investor terhadap langkah The Fed berikutnya, bahkan setelah bank sentral mengumumkan keputusan suku bunganya.
Sebagai contoh, apabila inflasi PCE lebih tinggi daripada perkiraan sementara pertumbuhan ekonomi tetap kuat, pasar dapat memperkirakan bahwa suku bunga perlu dipertahankan pada level tinggi lebih lama.
Kondisi itu berpotensi mendorong kenaikan imbal hasil Treasury AS dan memberikan tekanan tambahan terhadap Bitcoin.
Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi, terutama apabila dibarengi pertumbuhan ekonomi yang sehat, dapat meningkatkan optimisme bahwa tekanan harga mulai terkendali tanpa perlambatan ekonomi yang tajam.
Sebelumnya, data inflasi AS juga menjadi perhatian pasar Bitcoin pada pertengahan Oktober, ketika investor mencermati pengaruh CPI, PPI, dan komunikasi The Fed terhadap aset berisiko.
Empat Skenario PCE dan PDB yang Perlu Diwaspadai Bitcoin
Reaksi Bitcoin terhadap laporan 29 Oktober kemungkinan bergantung pada seberapa jauh hasil inflasi dan pertumbuhan ekonomi berbeda dari ekspektasi pasar.
1. Ekonomi kuat, inflasi lebih tinggi dari perkiraan
Jika pertumbuhan ekonomi tetap solid dan inflasi PCE inti melampaui perkiraan, ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga dapat semakin terbatas.
Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS dan menekan harga Bitcoin.
2. Ekonomi kuat, inflasi lebih rendah dari perkiraan
Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan tekanan inflasi yang mereda dapat menjadi skenario positif bagi aset berisiko.
Kondisi tersebut menunjukkan ekonomi AS masih tangguh tanpa peningkatan tekanan harga yang berlebihan, sehingga berpotensi mendukung sentimen Bitcoin.
3. Ekonomi melemah, inflasi tetap tinggi
Skenario ini menghadirkan dilema bagi The Fed.
Bank sentral harus mempertimbangkan kebutuhan mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali.
Ketidakpastian mengenai arah kebijakan dapat meningkatkan volatilitas pasar keuangan, termasuk kripto.
4. Ekonomi melemah, inflasi ikut mereda
Apabila pertumbuhan ekonomi melambat dan inflasi lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter berpotensi menguat.
Penurunan imbal hasil obligasi dapat mendukung Bitcoin, meskipun kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi yang lebih luas tetap berisiko membatasi kenaikan.
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader Bitcoin Setelah Keputusan The Fed?
Investor Bitcoin tidak cukup hanya memantau apakah The Fed mempertahankan atau mengubah suku bunga pada 28 Oktober waktu AS.
Reaksi pasar setelah pengumuman tersebut perlu dibandingkan dengan pergerakan harga ketika laporan inflasi PCE dan PDB dirilis 18,5 jam kemudian.
Rentang waktu tersebut memberikan kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi keputusan bank sentral sebelum memperoleh informasi ekonomi tambahan.
Salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan adalah imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury yields.
Apabila imbal hasil meningkat setelah keputusan The Fed dan kembali naik menyusul inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi, kondisi tersebut dapat mengindikasikan meningkatnya keyakinan pasar bahwa suku bunga akan bertahan tinggi.
Situasi itu berpotensi menjadi tekanan tambahan bagi Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Sebaliknya, penurunan imbal hasil setelah data PCE yang lebih rendah dari perkiraan dapat mendukung sentimen pasar, terutama apabila investor mulai memperkirakan kebijakan moneter yang lebih longgar.
Namun, hubungan tersebut tidak selalu berlangsung secara langsung. Respons Bitcoin juga dipengaruhi likuiditas pasar, perubahan posisi trader, serta sentimen terhadap risiko secara keseluruhan.
Dengan demikian, keputusan suku bunga The Fed pada dini hari 29 Oktober dan rilis PCE serta PDB pada malam harinya menjadi dua agenda utama yang perlu dicermati pasar Bitcoin pekan ini.
Arah pergerakan setelah kedua peristiwa tersebut akan memberikan petunjuk apakah respons awal Bitcoin terhadap The Fed dapat bertahan atau justru berbalik akibat perubahan ekspektasi ekonomi AS.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.