- Bitcoin berisiko turun menuju US$76.732 apabila penjual berhasil menembus support penting di US$79.273.
- Ethereum perlu mempertahankan US$2.300 dan merebut kembali EMA utama untuk memperkuat peluang pemulihan.
- XRP terancam melemah menuju US$1,19 jika support Fibonacci US$1,2496 gagal dipertahankan pembeli.
Prediksi harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP pada Senin (26/10/2026) menunjukkan meningkatnya risiko koreksi karena tekanan jual masih mendominasi pergerakan ketiga aset kripto tersebut. Seluruhnya kini diperdagangkan di bawah sejumlah level teknikal penting, sehingga kegagalan mempertahankan support terdekat dapat memicu penurunan lanjutan.
Bitcoin menghadapi ujian di sekitar US$79.273 setelah mundur dari area US$85.000. Sementara itu, Ethereum perlu mempertahankan zona US$2.300, sedangkan XRP mendekati pengujian support Fibonacci penting di sekitar US$1,25.
Meski struktur harga masih cenderung bearish, indikator Stochastic Relative Strength Index (Stochastic RSI) pada Bitcoin dan Ethereum menunjukkan kondisi oversold yang cukup dalam. Situasi tersebut membuka kemungkinan rebound jangka pendek, tetapi pemulihan yang lebih meyakinkan tetap membutuhkan penembusan resistance utama.
Prediksi Harga Bitcoin: Support US$79.273 Jadi Penentu Arah BTC
Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$80.080 setelah mengalami koreksi dari area US$85.000. Penurunan terbaru membuat BTC bergerak di bawah exponential moving average (EMA) 20 hari pada US$81.935 dan EMA 50 hari di US$80.797.
Kondisi tersebut menunjukkan melemahnya momentum harga, sekaligus meningkatnya tekanan jual dalam struktur perdagangan harian.
Perhatian utama kini tertuju pada support US$79.273, yang bertepatan dengan level Fibonacci retracement 0,618. Area ini menjadi batas penting untuk menentukan apakah Bitcoin mampu mempertahankan posisinya atau justru mengalami koreksi lebih dalam.
Apabila tekanan jual mendorong BTC mencatatkan penutupan harian di bawah US$79.273, penurunan berpotensi berlanjut menuju US$77.682.
Jika support tersebut juga gagal bertahan, Bitcoin dapat kembali menguji level Fibonacci di US$76.732, dengan zona support lebih luas berada pada rentang US$76.345 hingga US$76.732.
Namun, terdapat indikasi bahwa tekanan jual mungkin mulai mendekati kondisi ekstrem. Indikator Stochastic RSI Bitcoin telah turun hingga angka nol, mencerminkan kondisi oversold yang sangat dalam.
Pembacaan tersebut dapat membuka peluang rebound sementara apabila pembeli berhasil mempertahankan support terdekat. Meski demikian, kondisi oversold tidak otomatis menjamin bahwa tren bearish telah berakhir.
Di sisi atas, Bitcoin perlu merebut kembali rentang US$80.797 hingga US$81.935 untuk memperbaiki struktur pergerakan jangka pendek.
Area tersebut menjadi resistance karena bertepatan dengan EMA 50 hari dan EMA 20 hari yang sebelumnya gagal dipertahankan.
Jika pembeli berhasil mendorong harga bertahan di atas kedua EMA, BTC berpotensi melanjutkan pemulihan menuju US$82.891 sebelum kembali menguji area US$85.000.
Perubahan struktur ini juga menjadi kelanjutan dari analisis Bitcoin pada 22 Oktober, ketika BTC masih berupaya mempertahankan peluang pemulihan menuju US$85.000 di tengah tekanan pasar global.
Dengan demikian, support US$79.273 dan zona resistance EMA pada US$80.797–US$81.935 menjadi dua area utama yang perlu diperhatikan untuk mengukur arah Bitcoin berikutnya.
Prediksi Harga Ethereum: US$2.300 Menjadi Pertahanan Penting ETH
Ethereum diperdagangkan di sekitar US$2.322 setelah mengalami penolakan harga yang tajam di dekat US$2.800.
Koreksi tersebut membawa ETH turun ke bawah EMA 20 hari, EMA 50 hari, dan EMA 100 hari. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa penjual semakin menguasai arah harga dalam jangka pendek.
Support terdekat Ethereum berada pada rentang US$2.300 hingga US$2.318. Area tersebut menjadi pertahanan awal yang perlu dijaga pembeli untuk mencegah penurunan lebih dalam.
EMA 200 hari yang berada di sekitar zona tersebut berpotensi membantu menstabilkan pergerakan harga apabila tekanan jual mulai mereda.
Namun, penembusan yang menentukan di bawah support US$2.300 dapat membuka risiko penurunan menuju US$2.218.
Jika tekanan jual berlanjut, ETH berpotensi menguji support lebih rendah di sekitar US$2.078.
Sebaliknya, Ethereum perlu merebut kembali rentang US$2.330 hingga US$2.363 sebagai langkah awal untuk memperbaiki momentum harga.
Keberhasilan menembus area tersebut dapat membawa ETH menghadapi resistance berikutnya pada US$2.443 hingga US$2.459.
Zona ini menjadi hambatan tambahan karena sejumlah rata-rata pergerakan jangka pendek berada di sekitarnya dan dapat membatasi upaya pemulihan.
Apabila Ethereum berhasil mencatatkan breakout yang berkelanjutan di atas resistance tersebut, peluang kenaikan menuju US$2.604 dapat terbuka.
Target pemulihan berikutnya berada pada US$2.808, mendekati area tempat Ethereum sebelumnya mengalami penolakan harga.
Di sisi momentum, indikator Stochastic RSI Ethereum juga menunjukkan kondisi oversold yang sangat dalam. Pembacaan tersebut mengindikasikan potensi terjadinya relief rally, yaitu kenaikan sementara setelah periode tekanan jual yang kuat.
Namun, pemulihan tersebut belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren selama ETH masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama.
Sebelumnya, analisis harga Ethereum di CE Indonesia juga telah menyoroti risiko penurunan meskipun produk ETF spot ETH kembali mencatat arus masuk dana.
Dengan kondisi terbaru, area US$2.300 menjadi support yang paling penting untuk dipertahankan, sedangkan pemulihan menuju US$2.443–US$2.459 diperlukan sebelum prospek bullish dapat dinilai lebih kuat.
Prediksi Harga XRP: Support US$1,25 Terancam Ditembus
XRP diperdagangkan di sekitar US$1,2891 setelah gagal mempertahankan pemulihan harga di dekat US$1,57.
Token tersebut masih membentuk pola puncak yang semakin rendah (lower highs) dan dasar yang semakin rendah (lower lows), menunjukkan struktur tren bearish yang belum berubah.
Selain itu, XRP tetap bergerak di bawah empat EMA utama, memperlihatkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga hariannya.
Support terdekat XRP berada pada rentang US$1,27 hingga US$1,28. Area tersebut menjadi pertahanan awal yang perlu dijaga pembeli agar harga tidak mengalami penurunan lebih dalam.
Di bawah zona itu, level Fibonacci retracement pada US$1,2496 menjadi support yang lebih menentukan.
Apabila XRP mencatatkan breakdown yang terkonfirmasi di bawah US$1,2496, risiko koreksi dapat meningkat dengan target penurunan berikutnya menuju US$1,19.
Sebaliknya, pembeli perlu mendorong harga kembali ke atas rentang US$1,33 hingga US$1,35 untuk mulai memperbaiki prospek jangka pendek.
Jika area tersebut berhasil ditembus, XRP akan menghadapi resistance tambahan pada US$1,36 hingga US$1,37, sebelum menguji US$1,4056.
Penembusan yang bertahan di atas seluruh resistance tersebut berpotensi memperkuat peluang pemulihan menuju US$1,46.
Namun, XRP masih membutuhkan konfirmasi teknikal sebelum dapat menantang struktur tren menurun yang telah terbentuk.
Indikator Stochastic RSI mencatat pembacaan 34,58 dan 36,50, yang menunjukkan momentum bullish masih melemah.
Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang telah menunjukkan kondisi oversold sangat dalam, pembacaan XRP tersebut mengindikasikan bahwa tekanan bearish masih perlu diwaspadai.
Oleh karena itu, kemampuan pembeli mempertahankan support dan merebut kembali resistance terdekat menjadi faktor utama untuk menentukan apakah XRP dapat memulai pemulihan.
Sebagai konteks, prediksi harga XRP pada 24 Oktober sebelumnya telah menyoroti struktur bearish dan pentingnya area support di sekitar US$1,26.
Pergerakan terbaru memperlihatkan bahwa XRP masih menghadapi tekanan serupa, dengan level Fibonacci US$1,2496 kini menjadi batas penting sebelum risiko penurunan menuju US$1,19 semakin terbuka.
Secara keseluruhan, Bitcoin, Ethereum, dan XRP masih menghadapi risiko koreksi selama harga belum mampu merebut kembali resistance utama masing-masing. Meski peluang rebound jangka pendek tetap ada, pembeli memerlukan konfirmasi teknikal yang lebih kuat untuk membalikkan tekanan bearish saat ini.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.


