- Bitcoin berada di kisaran Rp1,39 miliar, sementara tekanan jual masih membayangi pasar setelah koreksi akhir Oktober.
- Indeks kripto Indonesia CFX10 turun 8,77 persen dibandingkan posisi sebulan sebelumnya, menandakan pelemahan juga terasa di pasar domestik.
- Investor menantikan data lowongan kerja JOLTS AS malam ini, sementara perubahan komposisi CFX10 mulai berlaku pada November.
Bitcoin memasuki perdagangan Selasa, 3 November 2026, dengan satu persoalan yang belum terselesaikan: pemulihannya masih kesulitan memperoleh momentum.
Setelah sempat menguat pada awal pekan, harga BTC kembali berada di sekitar Rp1,39 miliar. Situasi ini terjadi ketika arus dana ETF Bitcoin melemah dan pasar masih mencermati dampak insiden keamanan Binance pada akhir Oktober.
Di Indonesia, gambaran pasar tidak jauh berbeda. Indeks CFX10 telah kehilangan hampir sembilan persen nilainya dalam sebulan. Angka tersebut memperlihatkan bahwa koreksi pasar kripto global juga tercermin pada indeks acuan aset digital domestik.
Bitcoin Masih Sulit Pulih, Bagaimana Kondisi Altcoin?
Berdasarkan data Bursa Kripto CFX dengan pembaruan terakhir pada 2 November pukul 23.02 WIB, Bitcoin diperdagangkan di sekitar Rp1,39 miliar.
Ethereum berada di kisaran Rp40–41 juta, sementara XRP bergerak di sekitar Rp22.000 dan Solana di sekitar Rp1,6–1,7 juta. Angka tersebut merupakan kisaran harga, bukan kuotasi langsung pada saat artikel dibaca.
Tekanan terhadap Bitcoin terlihat lebih jelas dari struktur teknikalnya.
Dalam analisis harga Bitcoin November, BTC masih menghadapi resistance di sekitar US$80.181–US$80.225. Selama harga berada di bawah area tersebut, risiko pengujian support US$76.463 tetap terbuka.
Ethereum menghadapi persoalan serupa. Berdasarkan analisis harga Ethereum terbaru, ETH perlu merebut kembali US$2.315 untuk memperkuat pemulihannya, sementara US$2.222 menjadi support yang perlu diperhatikan.
Artinya, kenaikan harga dalam satu sesi perdagangan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tren pelemahan sudah berakhir.
Radar Kripto Indonesia: CFX10 Turun, Chainlink Masuk Indeks
Perkembangan penting datang dari Bursa Kripto CFX.
Berdasarkan data indeks CFX10 yang diperbarui pada Senin (2/11) pukul 23.02 WIB, indeks berada pada level 926,38, turun 0,94 persen dalam 24 jam.
Namun, angka yang lebih menarik justru terlihat dalam perbandingan bulanan.
CFX mencatat indeks berada di level 1.015,47 pada 2 Oktober. Dengan demikian, nilainya telah berkurang 89,09 poin atau sekitar 8,77 persen dalam sebulan.
CFX10 merupakan indeks yang merepresentasikan sepuluh aset kripto berkapitalisasi pasar besar dalam daftar aset keuangan digital CFX. Indeks ini menggunakan harga konsolidasi dari laporan perdagangan anggota bursa.
Ada pula perubahan pada komposisinya. Melalui pengumuman resmi 28 Oktober, CFX menetapkan susunan indeks baru untuk periode 1 November 2026 hingga 31 Januari 2027.
Chainlink (LINK) kini masuk menggantikan Stellar (XLM).
Perubahan konstituen tersebut tidak otomatis berarti LINK akan mengalami kenaikan harga. Namun, langkah ini memperlihatkan bagaimana komposisi aset yang mewakili pasar kripto domestik dapat berubah berdasarkan evaluasi indeks.
Bagi pembaca Indonesia, perkembangan CFX10 menjadi indikator tambahan untuk memantau kondisi pasar, selain hanya melihat harga Bitcoin dalam dolar AS.
Angka yang Bercerita: Indeks Domestik Kehilangan 89 Poin
Penurunan CFX10 dari 1.015,47 menjadi 926,38 berarti indeks kehilangan 89,09 poin dalam periode pembanding satu bulan.
Itu setara pelemahan 8,77 persen.
Perhitungan ini memberi gambaran berbeda dari sekadar melihat Bitcoin bergerak naik atau turun dalam 24 jam. Sebuah pemulihan harian dapat terjadi ketika kinerja pasar dalam periode yang lebih panjang masih negatif.
Namun, angka CFX10 tidak boleh ditafsirkan sebagai penurunan nilai seluruh portofolio investor Indonesia sebesar 8,77 persen. Kinerja masing-masing investor bergantung pada aset yang dimiliki, bobot investasi, serta waktu pembelian.
Yang Perlu Dipantau Hari Ini
Perhatian pasar pada Selasa ini tertuju pada laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) Amerika Serikat.
Berdasarkan kalender ekonomi Federal Reserve Bank of New York, data lowongan pekerjaan tersebut dijadwalkan terbit pukul 10.00 waktu New York, atau 22.00 WIB.
Laporan ini dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS. Data yang lebih lemah atau lebih kuat dari perkiraan dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed, meskipun dampaknya terhadap Bitcoin tidak selalu searah.
Selain JOLTS, investor dapat memperhatikan kemampuan Bitcoin kembali menembus resistance US$80.225 dan perkembangan lanjutan pemulihan layanan Binance setelah insiden keamanan pekan lalu.
Untuk saat ini, harga Bitcoin, arus dana institusional, dan kinerja indeks CFX10 menunjukkan bahwa pemulihan pasar masih membutuhkan konfirmasi lebih kuat.
Radar Besok Pagi: Rabu (4/11), perhatian akan beralih pada hasil JOLTS serta rilis data ADP dan aktivitas sektor jasa AS. Apakah pasar kripto merespons dengan pemulihan, atau tekanan jual kembali berlanjut?
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.