- Prediksi harga Bitcoin November masih bearish selama BTC berada di bawah EMA 20 hari US$80.181.
- Binance mencatat arus keluar bersih US$3,64 miliar setelah membuka kembali layanan penarikan.
- ETF Bitcoin spot AS kehilangan US$515,03 juta sepanjang Oktober, menambah tekanan terhadap sentimen pasar.
Prediksi harga Bitcoin November 2026 masih cenderung bearish setelah BTC mencatat penurunan 7,32 persen sepanjang Oktober. Aset kripto terbesar itu harus kembali menembus US$80.181 untuk memperkuat peluang pemulihan.
Pada pengamatan 2 November, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$78.201,83, turun tipis 0,07 persen dalam sehari. Harga masih berada di bawah dua indikator exponential moving average (EMA) jangka pendek, sementara support US$76.463 menjadi batas penting untuk mempertahankan struktur pasar.
Tekanan juga datang dari insiden peretasan Binance senilai US$6,3 miliar serta arus keluar ETF Bitcoin spot Amerika Serikat sepanjang Oktober.
Analisis Harga Bitcoin: Bisakah BTC Bertahan di Atas EMA 200 Hari?
Berdasarkan grafik harian Bitcoin di TradingView, BTC berhasil mempertahankan EMA 200 hari di US$76.463,43 setelah menyentuh area tersebut dalam aksi jual pekan lalu.
Harga kini berada di atas EMA 100 hari pada US$77.767,74, tetapi masih tertahan di bawah EMA 20 hari US$80.180,51 dan EMA 50 hari US$80.224,72.
Kedua resistance tersebut terletak sekitar 2,5 persen di atas harga pengamatan.
Struktur teknikal juga melemah setelah BTC menembus garis tren naik dari pola segitiga yang terbentuk sejak Agustus. EMA 20 hari telah bergerak di bawah EMA 50 hari, menandakan momentum pemulihan Oktober semakin kehilangan kekuatan.
Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di 39,38, lebih rendah dari rata-ratanya di 43,23 dan batas netral 50. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi.
Selama Bitcoin gagal merebut kembali US$80.181–US$80.225, peluang pengujian ulang support US$76.463 tetap terbuka.
Jika harga ditutup secara harian di bawah EMA 200 hari tersebut, US$75.000 menjadi support berikutnya, bertepatan dengan area terendah pertengahan September.
Berikut level teknikal penting untuk November:
| Jenis | Level Harga | Acuan Teknikal |
|---|---|---|
| Resistance | US$80.225 | EMA 50 hari |
| Resistance | US$83.000 | Level mingguan utama |
| Resistance | US$87.000 | Area tertinggi September–Oktober |
| Support | US$77.768 | EMA 100 hari |
| Support | US$76.463 | EMA 200 hari |
| Support | US$75.000 | Area terendah pertengahan September |
Binance dan Arus Keluar ETF Menambah Tekanan Pasar
Sentimen Bitcoin turut dipengaruhi perkembangan terbaru Binance setelah peretasan senilai US$6,3 miliar pada akhir Oktober.
Berdasarkan pengumuman Binance pada 1 November, platform tersebut memproses penarikan senilai US$4,649 miliar dan deposit US$1,01 miliar selama sembilan setengah jam pertama setelah layanan kembali dibuka.
Dengan demikian, arus keluar bersih mencapai US$3,64 miliar, setara sekitar 2,1 persen dari total aset Binance sebesar US$171 miliar.
Binance menyatakan aktivitas penarikan mulai stabil setelah lonjakan awal. Perusahaan juga telah mengganti sekitar 95 persen aset terdampak menggunakan dana korporasi, dana asuransi futures, dan cadangan perlindungan pengguna.
Penyelidik Amerika Serikat mengaitkan pencurian tersebut dengan kelompok TraderTraitor asal Korea Utara. Binance sebelumnya menyebut laptop seorang engineer yang terkompromi sebagai kemungkinan titik awal serangan, meskipun penyelidikan teknis belum selesai.
Coin Edition Indonesia sebelumnya telah melaporkan gangguan layanan terkait insiden Binance dan dampaknya terhadap beberapa platform kripto.
Di sisi lain, data SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mengalami arus keluar bersih US$515,03 juta pada Oktober, menjadi bulan negatif pertama sejak Juni.
Kondisi tersebut berbalik dari arus masuk US$3,52 miliar pada Agustus dan US$2,65 miliar pada September.
Total aset bersih ETF Bitcoin juga turun dari US$107,98 miliar pada akhir September menjadi US$98,14 miliar pada akhir Oktober, atau berkurang sekitar sembilan persen.
Sebagai perbandingan, November tahun sebelumnya mencatat arus keluar US$3,48 miliar, hampir tujuh kali lebih besar dibandingkan Oktober 2026.
Prediksi Bitcoin November: Pola Historis Bertentangan dengan Sinyal Teknikal
Secara historis, November termasuk bulan yang relatif kuat bagi Bitcoin.
Dalam 16 tahun pengamatan yang digunakan analisis CE Global, BTC mencatat kenaikan pada 10 November, dengan median pengembalian sekitar 10,26 persen.
Rata-ratanya mencapai 34,95 persen, tetapi sangat dipengaruhi lonjakan 453,6 persen pada November 2013. Tanpa tahun tersebut, rata-rata kenaikan turun menjadi sekitar tujuh persen.
Sebaliknya, Oktober 2026 ditutup melemah 7,32 persen, menjadikannya Oktober terburuk sejak 2014 berdasarkan rangkaian data yang digunakan.
Performa November pada tahun pemilu sela Amerika Serikat juga tidak konsisten. Bitcoin naik 12,46 persen pada 2010 dan 11,74 persen pada 2014, tetapi turun 36,41 persen pada 2018 serta 16,23 persen pada 2022.
Dalam lima kejadian sebelumnya ketika Oktober berakhir negatif, November berikutnya juga melemah sebanyak tiga kali, yakni pada 2011, 2018, dan 2025.
Jika Bitcoin mengulangi median kenaikan November sebesar 10,26 persen dari US$78.202, harga berpotensi mendekati US$86.200.
Namun, pengulangan penurunan November 2022 dapat menyeret BTC menuju sekitar US$65.500. Angka tersebut merupakan ilustrasi berdasarkan performa historis, bukan target harga yang dipastikan akan terjadi.
Benjamin Cowen Peringatkan Potensi Penurunan Lanjutan
Analis Into the Cryptoverse, Benjamin Cowen, melalui analisis yang dipublikasikan pada akhir Oktober, menyoroti dua penutupan mingguan BTC di bawah US$83.000.
Menurutnya, Bitcoin telah kembali mendekati bull market support band, area sekitar rata-rata pergerakan 20 minggu.
Cowen membandingkan kondisi tersebut dengan pola tahun 2015, ketika pelemahan setelah pengujian ulang resistance diikuti kapitulasi besar.
Ia juga menyoroti pola historis setelah awal siklus kenaikan suku bunga. Dalam contoh 2015 dan 2022, BTC sempat turun setidaknya 20 persen di bawah harga ketika kenaikan suku bunga pertama terjadi.
Penurunan 20 persen dari harga pengamatan saat ini akan membawa Bitcoin menuju sekitar US$62.560, yang menurut Cowen berdekatan dengan area dasar rentang perdagangan.
Faktor lainnya adalah kemungkinan IPO Anthropic. Cowen memperkirakan periode 16–20 November dapat menjadi perhatian pasar apabila investor menjual aset untuk menyiapkan dana investasi.
Namun, Anthropic baru mengonfirmasi pengajuan dokumen IPO pada 26 Oktober, tanpa menetapkan tanggal pelaksanaan resmi. Karena itu, periode tersebut masih berupa perkiraan analis.
Cowen juga menguraikan skenario risiko ekstrem berdasarkan rasio Bitcoin terhadap emas. Jika rasio kembali ke sekitar 10 dan harga emas berada di US$3.800, nilai BTC secara matematis dapat mendekati US$38.000–US$40.000.
Ia menekankan bahwa skenario tersebut merupakan risiko ekstrem, bukan prediksi utamanya.
Faktor yang Perlu Dipantau Sepanjang November
Dalam jangka pendek, pelaku pasar turut mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi AS, termasuk Apple, Palantir, AMD, ARM, dan Qualcomm.
Agenda ekonomi juga mencakup data ketenagakerjaan AS, termasuk laporan pekerjaan utama yang dijadwalkan pada Jumat, 6 November.
Pemilu sela AS pada 3 November menjadi faktor ketidakpastian lainnya karena hasilnya dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan ekonomi dan sentimen investor.
Menurut CryptosRUs, penurunan Bitcoin menuju US$76.000 pekan lalu berkaitan dengan kombinasi peretasan Binance dan aksi jual saham teknologi setelah laporan keuangan yang mengecewakan.
Ia menilai pemulihan menuju US$78.000 relatif lebih kuat daripada perkiraan awal dan membuka kemungkinan pengujian US$81.000 jika momentum berlanjut.
Prediksi Harga Bitcoin Mingguan November 2026
Skenario dasar analisis memperkirakan Bitcoin masih akan bergerak di bawah US$80.225 dan berpotensi kembali menguji EMA 200 hari di US$76.463.
Rentang penutupan akhir bulan yang diproyeksikan berada di sekitar US$77.000–US$83.000, dengan kemungkinan volatilitas lebih besar sepanjang pertengahan November.
| Periode | Perkiraan Rentang BTC | Faktor Penentu |
|---|---|---|
| 2–8 November | US$75.500–US$82.000 | Laporan teknologi, data pekerjaan AS |
| 9–15 November | US$74.500–US$82.500 | Pengujian EMA 200 hari |
| 16–22 November | US$73.000–US$81.000 | Sentimen pasar dan spekulasi IPO Anthropic |
| 23–30 November | US$74.000–US$85.000 | Perkembangan arus ETF dan arah pasar |
Rentang tersebut merupakan proyeksi bersyarat dari analisis CE Global, bukan harga yang dijamin tercapai.
Skenario Bullish: Bitcoin Menuju US$87.000
Dalam skenario bullish, Bitcoin perlu mempertahankan EMA 200 hari di US$76.463, kemudian merebut kembali EMA 20 dan 50 hari di sekitar US$80.181–US$80.225.
Jika BTC mampu menembus resistance mingguan US$83.000, peluang pengujian area US$87.000 akan semakin terbuka.
Pemulihan arus masuk ETF Bitcoin dan stabilnya sentimen pasar dapat mendukung skenario tersebut.
Skenario Bearish: Support US$76.463 Terancam
Sebaliknya, kegagalan menembus EMA jangka pendek akan mempertahankan tekanan bearish.
Penutupan harian di bawah US$77.768 dan US$76.463 dapat membuka jalan menuju US$75.000.
Jika tekanan jual berlanjut dan arus keluar ETF kembali meningkat, risiko koreksi lebih dalam tetap perlu diperhitungkan, termasuk skenario ekstrem US$62.560 yang disoroti Cowen.
Untuk saat ini, US$80.225 dan US$76.463 menjadi dua level penentu arah Bitcoin sepanjang November. Penembusan resistance akan memperkuat peluang pemulihan, sedangkan kehilangan EMA 200 hari meningkatkan risiko kelanjutan koreksi.
FAQ
Bitcoin masih menghadapi tekanan bearish di bawah US$80.181. Penembusan US$80.225 dan US$83.000 membuka peluang menuju US$87.000, sedangkan penurunan di bawah US$76.463 meningkatkan risiko pengujian US$75.000.
Secara historis, Bitcoin naik pada 10 dari 16 November, dengan median pengembalian 10,26 persen dalam dataset analisis. Namun, performa tahun-tahun pemilu sela AS menunjukkan hasil yang beragam.
Penurunan terjadi bersamaan dengan insiden peretasan Binance, pelemahan saham teknologi, dan arus keluar ETF Bitcoin spot AS. Kondisi tersebut meningkatkan tekanan terhadap sentimen pasar, meskipun kontribusi masing-masing faktor tidak dapat dipastikan secara terpisah.
Menurut SoSoValue, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus keluar bersih US$515,03 juta selama Oktober. Total arus masuk bersih kumulatifnya masih sekitar US$56,98 miliar pada akhir bulan tersebut.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.

