- Whale Bitcoin menambah kepemilikan 16.010 BTC dalam lima hari saat harga terus melemah.
- Harga Bitcoin menghadapi support penting US$77.000 dan resistance di sekitar US$84.569.
- Indikator teknikal menunjukkan pelemahan momentum menjelang rilis data inflasi CPI Amerika Serikat.
Harga Bitcoin (BTC) menghadapi tekanan teknikal baru pada Selasa, 13 Oktober 2026, meskipun investor besar atau whale tercatat menambah kepemilikan sebanyak 16.010 BTC dalam lima hari terakhir.
Akumulasi tersebut berlangsung ketika Bitcoin melemah dari sekitar US$87.000 menuju US$80.000. Di tengah peningkatan kepemilikan whale, analis justru memperingatkan potensi penurunan harga BTC menuju US$77.000, bahkan lebih rendah apabila support utama gagal dipertahankan.
Perbedaan antara aktivitas whale dan sinyal teknikal ini menjadi perhatian pasar menjelang rilis data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat pada 14 Oktober.
Whale Bitcoin Akumulasi 16.010 BTC saat Harga Melemah
Berdasarkan data on-chain yang dibagikan analis Ali Charts, total kepemilikan kelompok whale Bitcoin meningkat dari 5.247.316 BTC menjadi 5.263.326 BTC dalam lima hari.
Kenaikan bersih sebanyak 16.010 BTC atau sekitar 0,305 persen tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan harga Bitcoin dari sekitar US$87.000 menuju US$80.000.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa kelompok pemegang besar meningkatkan kepemilikan ketika harga sedang terkoreksi. Namun, pertambahan saldo tersebut tidak otomatis menjamin pemulihan harga dalam waktu dekat.
Ali Charts menilai akumulasi whale berpotensi mendukung rebound. Meski demikian, Bitcoin masih perlu melewati area pasokan penting di sekitar US$84.569.
Data Unspent Realized Price Distribution (URPD) yang dikaitkan dengan Glassnode memperlihatkan bahwa hampir 800.000 BTC sebelumnya berpindah tangan di sekitar US$84.569.
Konsentrasi pasokan tersebut membuat area ini penting untuk diperhatikan karena sebagian pemegang Bitcoin mungkin mempertimbangkan menjual ketika harga kembali mendekati harga perolehan mereka.
Fenomena akumulasi selama koreksi juga pernah menjadi perhatian dalam laporan Coin Edition Indonesia tentang aktivitas whale Bitcoin sebelumnya, ketika perubahan aktivitas pemegang besar dibahas sebagai salah satu petunjuk kondisi pasar.
Indikator Bitcoin Beri Sinyal Pelemahan, US$77 Ribu Jadi Kunci
Sementara whale meningkatkan kepemilikan, kondisi teknikal Bitcoin justru memperlihatkan sejumlah tanda peringatan.
Analis kripto Kevin, melalui analisis yang dipublikasikan di platform X, mengatakan bahwa indikator momentum pada grafik tiga hari mulai melemah ketika Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$82.500

Grafik tersebut menunjukkan bearish divergence dan dua sinyal jual. Indikator aliran modal atau money flow juga telah memasuki zona merah, yang mengindikasikan berkurangnya momentum pasar.
Kevin menyoroti area US$83.000–US$77.000 sebagai zona penting yang perlu dipertahankan Bitcoin pada kerangka waktu mingguan.
Selama area tersebut bertahan, peluang pergerakan menuju US$93.000–US$100.000 masih terbuka menurut skenarionya.
Sebaliknya, apabila Bitcoin mencatat penutupan mingguan di bawah US$77.000, risiko koreksi lebih dalam menuju kisaran US$76.000–US$67.000 dapat meningkat.
Kevin turut mencatat penolakan harga berulang di kisaran US$80.000–US$85.000, dengan resistance Fibonacci berada di sekitar US$85.300 dan US$89.400.
Sementara itu, area US$77.800 dan US$69.400 menjadi support tambahan dalam analisisnya.
Kevin juga mengamati kenaikan dominasi USDT dari area support penting, yang menurutnya mendukung kemungkinan koreksi Bitcoin, Ethereum, dan Solana menjelang akhir tahun.
Namun, sinyal tersebut belum mengonfirmasi bahwa penurunan besar akan segera terjadi. Penembusan resistance yang berkelanjutan masih dapat melemahkan skenario bearish.
Harga Bitcoin Bisa Rebound ke US$94 Ribu?
Di sisi lain, data distribusi harga Bitcoin memberikan gambaran mengenai area yang berpotensi memengaruhi pemulihan.
Melalui grafik URPD yang dibagikan Ali Charts, konsentrasi pasokan terlihat pada sejumlah level, termasuk US$83.307, US$87.094, US$92.143, US$95.929 dan US$100.978.
Metrik URPD menunjukkan harga ketika koin terakhir berpindah tangan, bukan jaminan bahwa suatu level pasti menjadi support atau resistance.
Ali Charts juga memperhatikan posisi Bitcoin di dekat batas bawah saluran harga menanjak. Jika support berhasil dipertahankan dan BTC menembus US$84.569, target kenaikan berikutnya berada di US$89.000 dan US$94.000.
Namun, risiko volatilitas masih perlu diperhatikan menjelang laporan CPI AS.
Sebagaimana dibahas dalam laporan CE Indonesia mengenai jadwal CPI dan PPI AS, data inflasi konsumen dijadwalkan dirilis pada Rabu, 14 Oktober, pukul 19.30 WIB.
Hasil inflasi yang berbeda dari ekspektasi pasar dapat memengaruhi proyeksi kebijakan suku bunga Federal Reserve dan memicu pergerakan harga Bitcoin.
Dengan demikian, US$77.000 menjadi batas penting untuk mengukur risiko penurunan, sedangkan US$84.569 merupakan area yang perlu ditembus untuk memperkuat peluang pemulihan.
Akumulasi 16.010 BTC oleh whale menunjukkan peningkatan kepemilikan investor besar, tetapi arah harga Bitcoin berikutnya masih bergantung pada kemampuan pasar mempertahankan support, mengatasi tekanan jual, dan merespons data ekonomi AS.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.