- Bitcoin diperdagangkan sekitar US$77.976 pada awal sesi Asia, sementara penarikan Binance mulai stabil.
- PMI manufaktur resmi China turun menjadi 49,3 pada Oktober, menekan sentimen pasar saham Asia.
- Yen melemah ke 157,78 per dolar AS menjelang pemilu sela Amerika dan keputusan suku bunga Australia.
Harga Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar US$78.000 pada Senin (2/11/2026), ketika sejumlah pasar saham Asia menghadapi tekanan akibat melemahnya aktivitas manufaktur China.
Dalam perdagangan awal sesi Asia, Bitcoin berada di sekitar US$77.976, sedangkan Ethereum (ETH) diperdagangkan mendekati US$2.268.
Kekhawatiran terhadap belanja besar perusahaan teknologi untuk kecerdasan buatan (AI), serta dampak peretasan Binance senilai US$6,3 miliar, masih membayangi sentimen investor.
Sementara itu, mata uang yen Jepang melemah terhadap dolar AS menjelang pemilu sela Amerika Serikat dan sejumlah keputusan kebijakan moneter bank sentral pekan ini.
Saham Asia Tertekan Setelah PMI Manufaktur China Turun
Aktivitas manufaktur China kembali memasuki wilayah kontraksi pada Oktober setelah sempat menunjukkan ekspansi pada September.
Berdasarkan data resmi Biro Statistik Nasional China (NBS), indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur turun dari 50,1 pada September menjadi 49,3 pada Oktober.
Angka di bawah 50 menunjukkan aktivitas sektor manufaktur mengalami kontraksi dibandingkan bulan sebelumnya.
Indeks pesanan baru juga turun menjadi 49,4, mencerminkan melemahnya permintaan terhadap produk manufaktur China.
Namun, survei swasta RatingDog yang disusun S&P Global menunjukkan gambaran berbeda. PMI manufaktur masih berada di wilayah ekspansi pada level 52,0, meskipun melambat dari 52,1 pada September.
Pertumbuhan pesanan ekspor dalam survei tersebut juga melemah ke level terendah dalam tiga bulan. Perbedaan hasil kedua survei menunjukkan pemulihan industri China belum merata.
Pada pengamatan awal perdagangan, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang melemah 0,2 persen, sementara Nikkei Jepang turun 0,1 persen. Sebaliknya, saham Korea Selatan menguat sekitar 0,8 persen.
Di tengah pelemahan ekonomi, People’s Bank of China (PBOC) melakukan operasi reverse repo overnight senilai 541 miliar yuan atau sekitar US$81,3 miliar, dengan suku bunga 1,25 persen.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perubahan kerangka pengelolaan likuiditas jangka pendek China, dengan suku bunga overnight sebagai acuan kebijakan utama. Kebijakan ini bukan pemangkasan suku bunga pinjaman acuan.
Bitcoin Bertahan Dekat US$78.000, Yen Melemah Jelang Pemilu AS
Di pasar kripto, Bitcoin masih berupaya mempertahankan pemulihan setelah menyentuh level terendah enam minggu pada Jumat lalu.
Perkembangan Binance menjadi salah satu perhatian setelah bursa tersebut membuka kembali layanan penarikan secara bertahap pada Minggu (1/11).
Dalam pembaruan resminya, Binance menyatakan telah memproses penarikan US$4,649 miliar dan deposit US$1,01 miliar setelah layanan kembali dibuka.
Dengan demikian, arus keluar bersih mencapai US$3,64 miliar, sekitar 2,1 persen dari total aset pelanggan yang dilaporkan sebesar US$171 miliar.
Binance menyebut volume penarikan mulai stabil setelah lonjakan awal. Perusahaan juga telah mengganti sekitar 95 persen aset yang terdampak peretasan menggunakan sumber daya internal.
Perkembangan pemulihan pasar kripto sebelumnya turut dibahas dalam Crypto Indonesia Pagi Ini edisi 2 November.
Sementara itu, di pasar valuta asing, yen Jepang melemah sekitar 0,15 persen menjadi 157,78 per dolar AS.
Pelemahan yen berpotensi mendukung eksportir Jepang, tetapi juga meningkatkan tekanan inflasi dari barang impor.
Dolar Australia bergerak di sekitar US$0,7033 menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) pada 3 November.
Pelaku pasar memperkirakan RBA akan menaikkan suku bunga acuannya dari 4,60 persen menjadi 4,85 persen. Namun, keputusan tersebut belum diumumkan secara resmi.
Di India, rupee dibuka menguat enam paise menjadi 94,89 per dolar AS. Sementara itu, minyak Brent melemah sekitar dua persen ke US$111,15 per barel, sedangkan emas menguat 0,9 persen menuju US$3.911 per ons.
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada pemilu sela AS pada 3 November dan laporan ketenagakerjaan Oktober yang dijadwalkan pada 6 November.
Bagi Bitcoin, stabilisasi arus dana Binance serta arah dolar AS setelah pemilu dapat menjadi faktor penting dalam menentukan pergerakan berikutnya.
Sementara itu, pasar saham Asia masih membutuhkan sinyal pemulihan permintaan China yang lebih kuat untuk mendukung kenaikan berkelanjutan.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.