- Prediksi harga Monero November masih bullish di atas EMA 50 hari pada US$554,05, dengan resistance utama US$624–US$627.
- Data CryptoRank menunjukkan median return November XMR sebesar -1,85 persen, meskipun rata-rata historisnya mencapai +11,6 persen.
- Kebocoran data Wagyu mengungkap 4.580 catatan swap yang menghubungkan transaksi deposit, alamat penerima Monero, dan IP pengguna.
Prediksi harga Monero (XMR) untuk November 2026 masih menunjukkan kecenderungan bullish selama harga bertahan di atas US$554,05, yang merupakan EMA 50 hari. Namun, setelah mencatat kenaikan sepanjang Oktober, XMR menghadapi resistance penting di sekitar US$624–US$627.
Di sisi lain, data historis menunjukkan bahwa November tidak selalu menjadi periode yang menguntungkan bagi Monero. Median return bulanan tercatat negatif 1,85 persen, meskipun rata-ratanya positif 11,6 persen.
Perhatian pasar juga tertuju pada kebocoran data layanan swap Wagyu, perubahan kebijakan Kraken terhadap pengguna XMR, serta perkembangan pengujian upgrade privasi FCMP++.
Analisis Harga Monero: Bisakah XMR Tembus US$627?
Berdasarkan grafik harian XMR/USD di TradingView, Monero diperdagangkan di sekitar US$597,68 pada 30 Oktober, turun 0,93 persen dalam sesi tersebut.
Harga masih bergerak di bagian atas ascending channel atau channel naik yang terbentuk sejak titik terendah Juni. Garis atas channel berada di sekitar US$624,21, sedangkan garis tengahnya berada di sekitar US$534,40.
Sepanjang akhir Oktober, XMR beberapa kali mencoba menembus batas atas channel, tetapi belum berhasil mempertahankan breakout. Hal ini terlihat dari pembentukan sumbu candle di sekitar US$658 dan US$648, sementara harga tertinggi sesi terbaru mencapai US$638,73.
Untuk mengonfirmasi penembusan channel, XMR membutuhkan penutupan harian di atas US$627, yang juga bertepatan dengan area pivot R4.
Dari sisi tren, keempat exponential moving averages (EMA) utama masih tersusun secara bullish. EMA 20 hari berada di US$586,12, diikuti EMA 50 hari pada US$554,05, EMA 100 hari di US$506,54, dan EMA 200 hari pada US$454,36.
Posisi harga sekitar 2 persen di atas EMA 20 hari dan hampir 8 persen di atas EMA 50 hari menunjukkan bahwa pembeli masih mempertahankan kendali atas struktur tren.
Meski demikian, pullback menuju kedua rata-rata pergerakan tersebut tetap mungkin terjadi tanpa langsung membatalkan kecenderungan bullish.
Karena channel masih bergerak naik, level support dinamisnya juga berpotensi meningkat sepanjang November.
Untuk sementara, pergerakan XMR dalam kisaran US$554–US$627 masih menjadi skenario yang lebih masuk akal dibandingkan breakout yang langsung berkelanjutan.
Apabila harga mencatat penutupan harian di bawah EMA 50 hari pada US$554,05, garis tengah channel di sekitar US$534 akan menjadi area berikutnya yang perlu diperhatikan.
Perubahan struktur ini terjadi setelah harga Monero melonjak 13,18 persen pada 22 Oktober, ketika penguatan aktivitas derivatif sempat membuka peluang kenaikan menuju US$670–US$700.
Level Support dan Resistance XMR November 2026
| Jenis | Harga | Keterangan |
|---|---|---|
| Resistance | US$627 | Pivot R4, dekat garis atas channel US$624 |
| Resistance | US$658 | Puncak sumbu candle akhir Oktober |
| Resistance | US$714 | Level pivot R5 |
| Support | US$586 | EMA 20 hari |
| Support | US$554 | EMA 50 hari |
| Support | US$534 | Garis tengah channel naik |
Data CryptoRank: November Tidak Selalu Menguntungkan Monero
Meskipun struktur teknikal masih bullish, performa historis Monero menunjukkan bahwa November memiliki kecenderungan yang lebih beragam dibandingkan Oktober.
Berdasarkan data pengembalian bulanan CryptoRank, XMR mencatat kenaikan sekitar 7,27 persen sepanjang Oktober 2026 hingga periode pengamatan.
Kinerja tersebut menempatkan Oktober 2026 sebagai periode terbaik kelima dari 13 Oktober dalam dataset yang digunakan, meskipun bulan berjalan belum sepenuhnya berakhir.
Dalam sembilan tahun terakhir, delapan periode Oktober mencatat pengembalian positif.
Namun, rata-rata historis Oktober masih berada di negatif 2,81 persen, terutama akibat dua penurunan besar pada 2014 dan 2016, masing-masing sebesar 49,8 persen dan 39,2 persen.
Kedua penurunan ekstrem tersebut menarik rata-rata ke wilayah negatif, sementara median Oktober justru positif 1,32 persen.
Artinya, kenaikan Oktober 2026 tergolong kuat dibandingkan nilai tengah historisnya, tetapi bukan sesuatu yang belum pernah terjadi.
Untuk November, gambaran statistiknya berbeda.
Rata-rata historis return XMR mencapai positif 11,6 persen, tetapi angka tersebut sangat dipengaruhi oleh dua tahun dengan kenaikan luar biasa, yakni 2016 sebesar 75,3 persen dan 2017 sebesar 105,5 persen.
Jika kedua tahun tersebut dikeluarkan, sepuluh periode November lainnya justru mencatat rata-rata pengembalian negatif sekitar 4,18 persen.
Median November berada di negatif 1,85 persen, dengan hanya lima dari 12 periode yang berakhir positif.
Bahkan, dari delapan tahun ketika Oktober ditutup menguat, November berikutnya justru berakhir negatif dalam lima kesempatan.
Apa Artinya bagi Harga XMR?
Jika Monero mengulang median return November sebesar negatif 1,85 persen dari harga acuan US$597,68, nilainya akan turun menjadi sekitar US$587.
Angka tersebut hampir berimpitan dengan EMA 20 hari pada US$586,12.
Dengan demikian, pola musiman lebih mendukung kemungkinan pengujian ulang EMA 20 hari dibandingkan penurunan yang langsung merusak struktur tren.
Sebaliknya, apabila XMR mengikuti rata-rata kenaikan historis November sebesar 11,6 persen, harga berpotensi mencapai sekitar US$667.
Namun, proyeksi tersebut sangat dipengaruhi oleh reli ekstrem pada 2016 dan 2017. Hingga periode analisis, belum terlihat katalis yang dapat dipastikan akan menghasilkan kenaikan dengan skala serupa.
Karena itu, data musiman sebaiknya diperlakukan sebagai pembanding statistik, bukan prediksi yang menentukan pergerakan harga secara pasti.
Kebocoran Data Wagyu Ungkap 4.580 Catatan Swap Monero
Isu privasi menjadi perhatian baru setelah layanan pertukaran kripto Wagyu.xyz mengonfirmasi kebocoran data transaksi dari sekitar tiga bulan terakhir.
Dalam pernyataan pada 28 Oktober, operator Wagyu menyebut data yang bocor mencakup periode tiga bulan, tetapi menegaskan bahwa tidak ada dana pelanggan yang hilang dan aktivitas swap tidak terdampak.
Peristiwa tersebut terjadi setelah kelompok pemerasan WhiteArmor memasukkan Wagyu ke dalam daftar targetnya pada 27 Oktober, disertai tuntutan pembayaran sebesar US$5 juta.
Perusahaan intelijen ancaman Hudson Rock kemudian melakukan analisis terhadap dataset yang diduga berasal dari Wagyu.
Dari berkas yang diperiksa, Hudson Rock menemukan 38.628 catatan pesanan yang mencakup periode 18 Juli hingga 26 Oktober 2026, serta 10.139 alamat IP berbeda.
Sebanyak 4.580 catatan swap lintas blockchain menuju Monero yang ditandai selesai memuat tiga informasi penting secara bersamaan, yakni ID transaksi deposit, alamat penerima XMR, dan alamat IP pelanggan.
Di antaranya terdapat 1.011 catatan transaksi Bitcoin ke Monero dengan kombinasi data yang sama.
Keterhubungan tersebut menimbulkan risiko privasi karena transaksi deposit dari blockchain publik dapat dikaitkan dengan alamat penerima Monero dan metadata koneksi yang tersimpan pada layanan pertukaran.
Namun, terdapat batas penting dalam memahami temuan ini.
Hudson Rock belum memverifikasi secara independen asal maupun keaslian keseluruhan berkas yang diterimanya. Jumlah 10.139 alamat IP juga tidak berarti terdapat jumlah pengguna unik yang sama.
Satu orang dapat menggunakan beberapa alamat IP, sedangkan layanan VPN, jaringan bersama, dan infrastruktur otomatis dapat menghubungkan banyak pengguna ke alamat IP yang sama.
Lebih penting lagi, temuan tersebut tidak membuktikan bahwa kriptografi Monero berhasil ditembus.
Informasi yang berpotensi terungkap berasal dari catatan operasional Wagyu, bukan dari kemampuan menelusuri seluruh transaksi yang berlangsung di blockchain Monero.
Analisis tersebut juga tidak menunjukkan ke mana XMR berpindah setelah memasuki jaringan Monero.
Kasus ini memperlihatkan bahwa penggunaan aset kripto berorientasi privasi tidak otomatis menjamin kerahasiaan seluruh informasi ketika pengguna berinteraksi dengan layanan pihak ketiga.
Kraken Hentikan Kuesioner Pengguna XMR, tetapi Pembatasan Regional Tetap Ada
Perkembangan lain muncul dari Kraken, yang memutuskan menarik permintaan informasi tambahan kepada pelanggan Monero.
Co-CEO Kraken, Arjun Sethi, menyatakan pada 24 Oktober bahwa bursa tersebut telah menghentikan kuesioner yang meminta pelanggan menjelaskan rencana penggunaan XMR setelah melakukan pembelian atau penarikan.
Menurut Sethi, permintaan tersebut tidak diwajibkan oleh ketentuan regulasi yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa pelanggan tidak lagi perlu menjawab pertanyaan mengenai bagaimana XMR akan digunakan setelah aset berpindah dari platform.
Meski demikian, pemeriksaan terkait asal-usul dana tetap menjadi bagian dari kewajiban kepatuhan Kraken.
Sethi juga menegaskan bahwa Kraken akan terus mendukung perdagangan dan penarikan Monero di wilayah yang masih mengizinkannya.
Keputusan tersebut tidak berlaku secara universal karena XMR tetap menghadapi pembatasan di sejumlah yurisdiksi.
Di India, misalnya, pemberitahuan resmi Kraken menunjukkan bahwa perdagangan dan deposit XMR dihentikan pada 10 April 2026, sedangkan layanan penarikan ditutup pada 15 Mei.
Kondisi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan akses perdagangan Monero masih dipengaruhi kebijakan kepatuhan di masing-masing negara.
Upgrade FCMP++ Monero Masuk Pengujian Lanjutan
Di sisi pengembangan jaringan, Monero terus mempersiapkan peningkatan privasi melalui teknologi Full-Chain Membership Proofs (FCMP++).
Pada 26 Oktober, pengembang merilis FCMP++ dan Carrot beta stressnet versi 3.1, yang menghadirkan sejumlah perbaikan teknis.
Pembaruan tersebut mencakup peningkatan kecepatan pemindaian wallet, perlindungan terhadap serangan denial-of-service (DoS), dan perbaikan kerentanan inflasi yang dapat terdeteksi pada jaringan pengujian.
FCMP++ dirancang menggantikan sistem ring signatures saat ini, yang menggunakan 16 output sebagai himpunan penyamaran transaksi.
Melalui pendekatan baru tersebut, pembuktian kepemilikan dapat mencakup output yang memenuhi syarat dari seluruh riwayat blockchain Monero, sehingga memperluas cakupan privasi transaksi.
Sementara itu, Carrot ditujukan untuk meningkatkan protokol pengalamatan Monero, termasuk aspek keamanan, privasi, dan kemudahan penggunaan.
Namun, rilis 26 Oktober masih terbatas pada beta stressnet dan belum diterapkan pada jaringan utama.
Pengembang juga belum mengumumkan tanggal aktivasi FCMP++ di mainnet.
Karena itu, kemajuan pengujian merupakan perkembangan teknis yang relevan, tetapi belum dapat diperlakukan sebagai katalis yang sudah memiliki jadwal peluncuran pasti.
Prediksi Harga Monero November: Skenario Bullish dan Bearish
Skenario Bullish: Target US$658
Dalam skenario positif, Monero perlu mempertahankan EMA 50 hari di US$554,05 dan mencatat penutupan harian di atas garis atas channel sekitar US$624,21.
Konfirmasi breakout yang lebih kuat akan muncul apabila XMR berhasil melewati pivot R4 pada US$627.
Jika kedua resistance tersebut berhasil ditembus, harga berpeluang kembali menguji puncak akhir Oktober di sekitar US$658.
Penembusan lebih lanjut dapat membuka jalan menuju pivot R5 pada US$714.
Skenario tersebut akan lebih selaras dengan performa November yang mendekati rata-rata historis positif 11,6 persen dibandingkan median negatif 1,85 persen.
Namun, pergerakan harga tetap membutuhkan konfirmasi tekanan pembelian, bukan sekadar mengandalkan statistik musiman.
Skenario Bearish: Risiko Turun ke US$534
Sebaliknya, penutupan harian di bawah EMA 50 hari pada US$554,05 dapat melemahkan struktur bullish jangka pendek.
Dalam kondisi tersebut, XMR berpotensi turun menuju garis tengah channel naik di sekitar US$534.
Apabila level tersebut juga gagal dipertahankan, area pivot R3 dekat US$504 dan EMA 100 hari pada US$506,54 menjadi support berikutnya.
Penurunan lebih dalam dapat membawa harga menuju EMA 200 hari di US$454,36.
Secara keseluruhan, Monero masih mempertahankan struktur tren positif selama berada di atas US$554,05. Namun, resistance US$624–US$627 tetap menjadi hambatan utama yang harus ditembus untuk membuka peluang kenaikan menuju US$658.
FAQ
XMR masih berpeluang bergerak bullish selama bertahan di atas EMA 50 hari pada US$554,05. Penembusan resistance US$624–US$627 dapat membuka peluang menuju US$658. Sebaliknya, penutupan harian di bawah US$554,05 meningkatkan risiko koreksi menuju US$534.
Secara historis, November menunjukkan hasil beragam. Berdasarkan data CryptoRank, median return XMR pada November sebesar negatif 1,85 persen, dengan hanya lima dari 12 periode berakhir positif. Rata-rata positif 11,6 persen sangat dipengaruhi reli pada 2016 dan 2017.
Belum ada bukti yang menunjukkan hal tersebut. Data yang dianalisis Hudson Rock berasal dari catatan layanan swap yang menghubungkan transaksi deposit, alamat penerima Monero, dan alamat IP. Temuan tersebut tidak menunjukkan kerusakan kriptografi Monero ataupun kemampuan melacak seluruh perpindahan XMR di blockchain.
Belum ada tanggal peluncuran FCMP++ di mainnet. Pengembang merilis beta stressnet versi 3.1 pada 26 Oktober 2026 untuk melanjutkan pengujian dan memperbaiki sejumlah masalah teknis sebelum peningkatan jaringan dapat diterapkan secara luas.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.

