- ETF spot XRP mencatat arus masuk US$11,31 juta pada pekan berakhir 9 Oktober, memperpanjang tren positif menjadi 13 pekan.
- Likuidasi posisi short mencapai US$1,50 juta dari total US$1,88 juta dalam snapshot perdagangan 24 jam.
- Harga XRP perlu melewati resistance US$1,4441 untuk membuka peluang menuju US$1,61, sementara US$1,3798 menjadi support penting.
Harga XRP masih berusaha memperkuat pemulihan menjelang perdagangan 13 Oktober 2026, ketika dana investasi berbasis XRP di Amerika Serikat mencatat arus masuk selama 13 pekan berturut-turut. Namun, minat investor ETF tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh penembusan harga di atas resistance teknikal US$1,44.
Berdasarkan data perdagangan CoinGlass yang diperiksa pada 12 Oktober, XRP berada di sekitar US$1,40, dengan nilai kontrak derivatif terbuka atau open interest mendekati US$3,08 miliar. Sementara itu, volume perdagangan futures selama 24 jam berada di kisaran US$2,34 miliar.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa XRP masih menjadi perhatian pelaku pasar derivatif, meskipun keberlanjutan pemulihannya belum mendapatkan konfirmasi dari struktur harga.
Di sisi lain, data ETF memperlihatkan permintaan investasi yang relatif konsisten sepanjang beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menciptakan perbedaan menarik antara arus dana institusional dan pergerakan harga XRP yang masih tertahan dalam pola konsolidasi.
ETF XRP Catat Arus Masuk 13 Pekan, Posisi Short Tertekan
Menurut data ETF spot XRP di SoSoValue untuk pekan perdagangan yang berakhir pada 9 Oktober 2026, dana investasi berbasis XRP mencatat arus masuk bersih US$11,31 juta.
Angka tersebut memperpanjang periode arus masuk positif menjadi 13 pekan berturut-turut. Secara kumulatif, total arus masuk bersih ETF XRP mencapai sekitar US$1,80 miliar, sedangkan total aset bersih berada di kisaran US$1,57 miliar.
Di antara produk yang tercatat, ETF XRP milik Bitwise memiliki aset bersih sekitar US$581,33 juta, disusul Franklin Templeton XRPZ dengan US$413,96 juta, berdasarkan snapshot data untuk periode tersebut.
Perkembangan ini melanjutkan tren yang terlihat pada perdagangan pekan sebelumnya.
Dalam analisis XRP pada 10 Oktober, CE Indonesia sebelumnya menyoroti arus masuk US$8,17 juta ke ETF spot XRP pada 8 Oktober, ketika produk Bitcoin dan Ethereum justru mengalami penarikan dana.
Namun, arus masuk ETF tidak otomatis menjamin kenaikan harga XRP. Nilai investasi dalam produk tersebut dapat bertambah meskipun harga aset acuannya masih mengalami tekanan.
Selain ETF, aktivitas di pasar derivatif memperlihatkan adanya posisi trader yang terdampak oleh fluktuasi harga.
Dalam snapshot likuidasi 24 jam yang digunakan untuk analisis menjelang 13 Oktober, total likuidasi XRP tercatat sekitar US$1,88 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1,50 juta berasal dari posisi short, sedangkan sisanya berkaitan dengan posisi long.
Dominasi likuidasi short menunjukkan bahwa sebagian trader yang memperkirakan harga turun mengalami kerugian paksa ketika pasar bergerak melawan posisi mereka.
Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa XRP sedang mengalami short squeeze berskala besar.
Meskipun volume perdagangan derivatif meningkat, pertumbuhan open interest dalam snapshot yang sama relatif terbatas, sekitar 1,29%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kenaikan aktivitas transaksi belum sepenuhnya diikuti oleh pembentukan eksposur derivatif baru dalam jumlah besar.
Rasio long/short akun di Binance juga berada di sekitar 2,33 pada periode pengamatan, yang berarti jumlah akun dengan posisi long lebih besar daripada akun short. Rasio tersebut menghitung posisi berdasarkan jumlah akun, bukan otomatis mencerminkan nilai modal keseluruhan.
Sementara itu, data aliran perdagangan spot masih menunjukkan tekanan jual bersih yang relatif terbatas.
Berdasarkan grafik spot XRP di CoinGlass, snapshot 12 Oktober menunjukkan net outflow sekitar US$1,09 juta.
Namun, istilah net outflow pada indikator perdagangan spot tersebut tidak sama dengan jumlah XRP yang ditarik dari bursa menuju dompet pribadi.
Menurut metodologi resmi CoinGlass mengenai inflow dan outflow, indikator itu dihitung berdasarkan selisih volume pembelian agresif dan penjualan agresif. Angka negatif berarti penjualan agresif lebih dominan pada periode pengamatan.
Dengan demikian, data tersebut tidak dapat digunakan sendirian untuk membuktikan bahwa investor sedang menarik XRP dari bursa untuk disimpan dalam jangka panjang.
Secara keseluruhan, arus masuk ETF yang konsisten memberikan konteks positif bagi permintaan investasi XRP. Akan tetapi, aktivitas derivatif dan tekanan jual spot menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya bergerak dalam satu arah.
Prediksi Harga XRP: US$1,44 Jadi Gerbang Menuju US$1,61
Dari sisi teknikal, XRP masih bergerak di sekitar garis tren naik yang terbentuk sejak posisi terendah Agustus, ketika harga sempat berada dekat US$1,00.
Berdasarkan grafik XRP/USD di TradingView, garis tren tersebut berdekatan dengan exponential moving average (EMA) 200 hari pada US$1,3798 dalam snapshot analisis terbaru.
Level tersebut menjadi salah satu area yang perlu dipertahankan pembeli agar struktur pemulihan tidak kembali melemah.
EMA 50 hari berada di sekitar US$1,3993, hampir sejajar dengan harga saat analisis dilakukan. Sementara itu, EMA 20 hari pada US$1,4441 merupakan hambatan terdekat yang harus ditembus untuk memperkuat momentum kenaikan.
Penutupan harian yang mampu bertahan di atas US$1,4441 dapat membuka peluang XRP menguji garis atas pola segitiga yang terbentuk sejak akhir Agustus.
Garis resistance tersebut diperkirakan mendekati US$1,61 menjelang akhir Oktober. Jika area ini berhasil ditembus secara meyakinkan, zona US$1,69 menjadi resistance berikutnya yang dapat diperhatikan.
Namun, penembusan menuju level tersebut belum terkonfirmasi.
Indikator Chande Momentum Oscillator pada grafik harian tercatat sekitar minus 35,51, menunjukkan bahwa tekanan jual masih memiliki pengaruh terhadap pergerakan harga.
Sementara itu, pada grafik mingguan, XRP berada sedikit di atas garis tengah Keltner Channel pada US$1,3520. Batas atas indikator tersebut berada di sekitar US$1,6941, sedangkan batas bawahnya mendekati US$1,0099.
Relative Strength Index (RSI) mingguan tercatat sekitar 51,48, tidak jauh dari wilayah netral. Pembacaan ini menunjukkan bahwa momentum jangka menengah belum memberikan sinyal dominasi pembeli yang sangat kuat.
Jika XRP gagal mempertahankan area US$1,3798, perhatian pasar dapat beralih ke garis tengah Keltner Channel di sekitar US$1,35.
Penembusan berkelanjutan ke bawah US$1,35 akan memperlemah skenario pemulihan dan meningkatkan risiko pengujian area support yang lebih rendah.
Kondisi tersebut sejalan dengan analisis XRP pada September yang sebelumnya menyoroti pentingnya zona US$1,35 sebagai area pertahanan, sekaligus memperingatkan risiko likuiditas di bawah harga pasar.
Dengan demikian, prediksi harga XRP menjelang 13 Oktober masih bergantung pada dua level utama, yakni support US$1,3798 dan resistance US$1,4441.
Apabila pembeli mampu mempertahankan support dan menembus resistance, peluang kenaikan menuju US$1,61 tetap terbuka dalam skenario teknikal beberapa pekan mendatang.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan zona tersebut dapat membawa XRP kembali menguji US$1,35, terutama apabila tekanan jual meningkat dan aktivitas derivatif kembali melemah.
Arus masuk ETF selama 13 pekan menjadi perkembangan positif, tetapi belum dapat dianggap sebagai jaminan bahwa XRP akan menembus resistance. Konfirmasi pergerakan harga dan keberlanjutan partisipasi pasar tetap menjadi faktor penting untuk menilai arah berikutnya.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.



