- Harga XRP masih di bawah EMA 100 hari US$1,34, dengan support terdekat US$1,2827 dan risiko koreksi menuju US$1,24.
- ETF spot XRP AS mencatat arus keluar US$2,47 juta pada 16 Oktober dan mengakhiri tren inflow selama 13 pekan.
- CEO Ripple Brad Garlinghouse menilai XRP sudah memiliki kepastian hukum meski pembahasan CLARITY Act terhambat.
Prediksi harga XRP menjelang akhir Oktober 2026 masih bearish setelah kehilangan garis tren naik dan diperdagangkan sekitar US$1,3054 pada Sabtu (17/10/2026). XRP perlu merebut kembali US$1,34, sementara support terdekat berada di US$1,2827.
Tekanan juga terlihat pada ETF spot XRP AS, sementara CEO Ripple Brad Garlinghouse menyoroti kepastian hukum XRP meski CLARITY Act tersendat.
Analisis Harga XRP: US$1,34 Jadi Resistance Penting
Berdasarkan grafik XRP/USD di TradingView yang digunakan dalam analisis, XRP bergerak di bawah empat exponential moving average (EMA) harian: EMA 100 hari US$1,3376, EMA 200 hari US$1,3766, EMA 50 hari US$1,3840, dan EMA 20 hari US$1,3934.
Harga juga telah menembus ke bawah pola segitiga yang terbentuk dari garis tren naik sejak Agustus dan garis tren turun dari puncak akhir Agustus. Parabolic SAR pada US$1,47 masih berada di atas harga, memperkuat gambaran tekanan jangka pendek.
Pada grafik mingguan, XRP kehilangan level Fibonacci 0,236 sekitar US$1,33 dan turun sekitar 7,5 persen dalam sepekan. Relative Strength Index (RSI) mingguan sebesar 47,32 juga berada di bawah level netral 50. Support berikutnya berada pada garis tengah Bollinger Band mingguan di US$1,2436.
Dalam skenario bullish, XRP perlu mencatat penutupan harian di atas EMA 100 hari sekitar US$1,34, kemudian menembus area US$1,39 sebelum menguji Parabolic SAR di sekitar US$1,4666.
Sebaliknya, pelemahan di bawah US$1,2827 dapat membuka risiko koreksi menuju US$1,2436. Jika penutupan mingguan jatuh di bawah level itu, area terendah Agustus sekitar US$0,9922 kembali menjadi perhatian.
ETF XRP Berbalik Outflow, Garlinghouse Bahas Kepastian Hukum
Menurut data SoSoValue yang dikutip dalam laporan, ETF spot XRP AS mencatat arus keluar bersih US$2,47 juta pada Jumat (16/10/2026), setelah arus keluar US$104.510 sehari sebelumnya.
Secara mingguan, arus keluar mencapai US$1,84 juta, mengakhiri 13 pekan berturut-turut arus masuk. Sebelumnya, Coin Edition Indonesia juga telah melaporkan rangkaian inflow tersebut saat XRP masih berjuang menembus US$1,44.
Di tengah tekanan harga, Garlinghouse menyatakan melalui pernyataannya yang dibagikan di X bahwa XRP telah memiliki landasan hukum, sekalipun CLARITY Act tersendat di Senat. Pernyataannya disampaikan dalam rangkaian kegiatan terkait pencatatan Evernorth, perusahaan treasury XRP yang sahamnya diperdagangkan di Nasdaq dengan kode XRPN.
Namun, putusan pengadilan AS dalam perkara Ripple dan SEC tidak berarti seluruh penjualan XRP diperlakukan sama. Pengadilan membedakan transaksi XRP di pasar sekunder dari penjualan langsung kepada investor institusional oleh Ripple, yang dinilai melibatkan kontrak investasi.
Sementara itu, akun BankXRP melaporkan melalui X lonjakan taker buy volume ketika harga mendekati US$1,30 di sejumlah bursa. Karena tidak disertai angka volume terperinci, pengamatan tersebut belum cukup untuk memastikan adanya pembalikan tren.
Dengan demikian, perhatian pasar tetap tertuju pada pemulihan US$1,34 dan ketahanan support US$1,2827, di tengah perubahan arus ETF dan ketidakpastian arah harga menjelang akhir Oktober.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.

