Peluang The Fed Pangkas Suku Bunga Oktober 0 Persen, Bitcoin dan Emas Tertekan?

Last Updated:
The Fed dan dampak kebijakan suku bunga terhadap Bitcoin serta emas.
Google News

Get our latest news first. Add us as your Preferred Source on Google and tap "Star" to prioritize our updates.

  • CME FedWatch memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober sebesar 87,3 persen, sementara peluang kenaikan mencapai 12,7 persen.
  • Inflasi AS pada September naik 3,7 persen secara tahunan, memperkuat kekhawatiran terhadap kebijakan moneter ketat.
  • Bitcoin sempat mendekati US$81.000, sedangkan emas menghadapi tekanan dari prospek penguatan dolar AS.

Suku bunga The Fed diperkirakan tidak akan turun dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober 2026. Perubahan ekspektasi tersebut menjadi perhatian investor Bitcoin (BTC) dan emas, ketika inflasi Amerika Serikat masih jauh di atas target bank sentral.

Berdasarkan CME FedWatch yang dikutip CoinEdition Global per 16 Oktober, pasar memperkirakan peluang suku bunga tetap sebesar 87,3 persen dan kenaikan 25 basis poin sebesar 12,7 persen. Probabilitas pemangkasan tercatat 0 persen pada saat pengukuran.

Angka tersebut merupakan perkiraan pasar derivatif, bukan pengumuman keputusan resmi The Fed, dan dapat berubah menjelang rapat.

Sumber: CME FedWatch

Inflasi AS 3,7 Persen, Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menyusut

The Fed sebelumnya menaikkan rentang suku bunga acuannya menjadi 3,75–4,00 persen pada September 2026. Apabila bank sentral kembali menaikkan bunga sebesar 25 basis poin, rentangnya akan bergeser menjadi 4,00–4,25 persen.

Tekanan inflasi menjadi faktor utama yang dipantau pasar. Menurut laporan resmi Bureau of Labor Statistics, indeks harga konsumen (CPI) September naik 0,6 persen dibandingkan Agustus dan 3,7 persen secara tahunan. Inflasi inti, tanpa pangan dan energi, meningkat 0,3 persen secara bulanan dan 2,6 persen secara tahunan.

Angka tersebut masih melampaui target inflasi The Fed sebesar 2 persen. Kondisi ini mengurangi ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat, meski arah keputusan berikutnya tetap bergantung pada data ekonomi.

Bitcoin dan Emas Bisa Tertekan, Bagaimana Jika The Fed Menahan Bunga?

Bitcoin sempat bergerak menuju US$81.000 pada pertengahan Oktober ketika investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Sebelumnya, Coin Edition Indonesia melaporkan penurunan BTC dan bursa saham Asia setelah data inflasi AS memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga.

Bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik instrumen berbunga dan mendorong penguatan dolar AS, sehingga berpotensi menekan permintaan Bitcoin. Jika probabilitas kenaikan bunga semakin besar, tekanan terhadap BTC bisa berlanjut, meskipun pergerakan harga juga dipengaruhi faktor pasar lainnya.

Emas pun menghadapi risiko serupa. Logam mulia tersebut diperdagangkan sekitar US$4.100–US$4.150 dalam periode yang dibahas artikel global, dan turun lebih dari 1 persen pada hari rilis inflasi. Penguatan dolar dapat membuat emas lebih mahal bagi pembeli di luar AS.

Jika The Fed mempertahankan suku bunga, Bitcoin dan emas berpeluang memperoleh kelegaan jangka pendek karena risiko pengetatan tambahan mereda. Namun, keputusan menahan bunga tidak sama dengan memulai siklus pemangkasan.

Menjelang 28 Oktober, investor perlu mencermati perubahan probabilitas FedWatch, imbal hasil obligasi pemerintah AS, indeks dolar DXY, imbal hasil riil, serta arus dana ETF Bitcoin. Faktor-faktor tersebut dapat membantu mengukur respons pasar, tanpa menjamin arah harga.

Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.