- Whale XRP kini menguasai 46,87 miliar token atau 68,48 persen dari suplai yang dipantau Santiment, proporsi tertinggi sejak November 2022.
- Harga XRP masih bergerak di sekitar US$1,30, sementara analis menyoroti resistance US$1,50 hingga US$1,70 sebagai penentu pemulihan.
- Analis memproyeksikan peluang kenaikan menuju US$2,50–US$3,50, tetapi kegagalan mempertahankan support US$1,00–US$1,10 dapat melemahkan prospek bullish.
Akumulasi whale XRP terus meningkat meskipun harga token tersebut masih kesulitan membangun momentum pemulihan yang kuat. Data terbaru Santiment menunjukkan bahwa wallet dengan kepemilikan minimal 10 juta XRP kini menguasai 46,87 miliar token, mencerminkan konsentrasi kepemilikan terbesar dalam hampir empat tahun.
Jumlah tersebut mewakili 68,48 persen dari suplai yang dipantau platform analitik blockchain itu, sekaligus menjadi proporsi tertinggi sejak November 2022.
Perkembangan ini menarik perhatian karena peningkatan kepemilikan wallet besar berlangsung ketika XRP masih diperdagangkan di sekitar US$1,30.
Di sisi lain, sejumlah analis melihat peluang pemulihan harga apabila pembeli berhasil mempertahankan support penting dan menembus resistance antara US$1,50 hingga US$1,70.
Namun, besarnya akumulasi whale belum tentu langsung diikuti kenaikan harga. Struktur kepemilikan wallet, permintaan pasar, dan konfirmasi breakout tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah XRP berikutnya.
Akumulasi Whale XRP Meningkat Meski Harga Masih Tertekan
Berdasarkan data Santiment yang dibagikan melalui X, kelompok alamat dengan kepemilikan sedikitnya 10 juta XRP terus memperbesar jumlah token yang dikuasainya sejak 2023.
Peningkatan akumulasi semakin terlihat menjelang akhir 2025, ketika kelompok wallet terbesar mencatat pertumbuhan saldo.
Tren tersebut berlanjut sepanjang 2026, meskipun harga XRP mengalami fluktuasi dan belum menunjukkan pemulihan yang sebanding.
Hasilnya, wallet besar kini mengendalikan 46,87 miliar XRP atau 68,48 persen dari suplai yang tercakup dalam pengukuran Santiment.
Proporsi tersebut merupakan yang tertinggi sejak November 2022, menunjukkan bahwa konsentrasi kepemilikan pada kelompok alamat besar semakin meningkat.
Namun, data tersebut perlu ditafsirkan secara hati-hati.
Wallet dengan saldo besar tidak selalu dimiliki satu investor atau institusi. Sebagian alamat dapat merupakan wallet bursa kripto atau layanan kustodian yang menyimpan aset atas nama banyak pelanggan.
Karena itu, peningkatan saldo kelompok whale tidak otomatis membuktikan bahwa sejumlah investor individu sedang membeli XRP dalam jumlah besar.
Demikian pula, angka 68,48 persen merupakan proporsi berdasarkan cakupan data Santiment dan tidak boleh langsung disamakan dengan persentase suplai beredar yang dilaporkan penyedia data pasar lain.
Kondisi tersebut juga memperlihatkan bahwa meningkatnya konsentrasi token pada alamat besar tidak selalu menghasilkan kenaikan harga dalam waktu dekat.
Sebagai konteks, analisis XRP sebelumnya di Coin Edition Indonesia turut menyoroti perbedaan antara aktivitas jaringan, pergerakan whale, dan struktur harga yang masih menghadapi tekanan bearish.
Sementara itu, berdasarkan snapshot CoinMarketCap yang dikutip dalam analisis terbaru, XRP diperdagangkan di sekitar US$1,30, naik 0,72 persen dalam 24 jam.
Volume perdagangan hariannya mencapai sekitar US$1,56 miliar, sedangkan kapitalisasi pasar berada pada US$82,26 miliar.
Dengan nilai tersebut, XRP menempati peringkat kelima berdasarkan kapitalisasi pasar kripto pada periode pengamatan.
CoinMarketCap juga mencatat suplai beredar sekitar 63,35 miliar XRP dari suplai maksimum sebanyak 100 miliar token.
Meskipun saldo whale menunjukkan peningkatan, harga XRP masih membutuhkan dukungan pembeli yang lebih luas agar tekanan jual dapat berkurang secara berkelanjutan.
Prediksi Harga XRP: Resistance US$1,50 dan US$1,70 Jadi Penentu
Seiring berlanjutnya akumulasi whale, sejumlah analis kripto mulai mengidentifikasi area harga yang dapat menentukan arah XRP berikutnya.
Santiment menyoroti US$1,30 sebagai level pivot jangka pendek yang perlu diperhatikan.
Area tersebut menjadi penting karena harga XRP masih bergerak di sekitarnya, sementara pembeli belum berhasil membangun pemulihan yang lebih kuat.
Dalam skenario positif, Santiment melihat peluang akumulasi tetap relevan apabila XRP mampu bertahan di atas US$1,20 dan saldo kelompok whale tetap tinggi.
Namun, konfirmasi pemulihan yang lebih meyakinkan membutuhkan pergerakan menuju US$1,50.
Penembusan resistance tersebut dapat menjadi indikasi bahwa peningkatan kepemilikan alamat besar mulai diikuti perbaikan permintaan pasar.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$1,20 akan melemahkan dasar skenario pemulihan berdasarkan pendekatan tersebut.
Analis Carolina Soroti Target XRP US$1,55 hingga US$3,50
Analis kripto Carolina juga mengidentifikasi US$1,30 sebagai area penting dalam prospek harga XRP jangka lebih panjang.
Melalui unggahannya di X, ia menyampaikan beberapa target kenaikan, yakni US$1,55, US$2,00, dan US$3,50.
Target awal US$1,55 berada tidak jauh di atas resistance US$1,50 yang turut menjadi perhatian Santiment.
Apabila XRP mampu melewati zona tersebut dan mempertahankan kenaikannya, target US$2,00 dapat menjadi area berikutnya yang diperhatikan dalam proyeksi Carolina.
Sementara itu, US$3,50 merupakan target lebih ambisius yang membutuhkan kondisi pasar kripto jauh lebih kuat.
Namun, proyeksi Carolina berkaitan dengan skenario kapitalisasi pasar kripto global yang berpotensi mencapai US$20 triliun.
Angka tersebut merupakan asumsi yang sangat spekulatif, bukan proyeksi pertumbuhan pasar yang sudah pasti akan tercapai.
Karena itu, target US$3,50 lebih tepat dipahami sebagai kemungkinan bersyarat dalam skenario bullish jangka panjang, bukan harga yang diperkirakan akan segera dicapai XRP.
Pola Inverse Head and Shoulders Buka Peluang ke US$2,50
Analis lainnya, Crypto With Gopal, menyoroti kemungkinan terbentuknya pola inverse head and shoulders pada grafik XRP.
Dalam analisis yang dibagikan melalui X, ia mengidentifikasi area neckline atau garis leher pola tersebut pada rentang US$1,65 hingga US$1,70.
Inverse head and shoulders merupakan pola analisis teknikal yang kerap dikaitkan dengan potensi pembalikan arah dari tren turun menuju tren naik.
Namun, keberadaan pola tersebut belum cukup untuk mengonfirmasi perubahan tren.
Pembeli perlu mendorong harga menembus neckline dan mempertahankan pergerakan di atas resistance agar skenario pembalikan menjadi lebih meyakinkan.
Menurut Crypto With Gopal, breakout yang terkonfirmasi di atas US$1,65–US$1,70 dapat membuka peluang kenaikan menuju US$2,50.
Meski demikian, pola pembalikan tersebut juga memiliki area invalidasi yang perlu diperhatikan.
Jika XRP gagal mempertahankan support US$1,00–US$1,10, prospek pemulihan berdasarkan pola inverse head and shoulders akan melemah.
Dengan demikian, jarak antara harga XRP di sekitar US$1,30 dan neckline US$1,65–US$1,70 menunjukkan bahwa pembeli masih perlu melewati sejumlah resistance sebelum target US$2,50 menjadi lebih relevan.
Apakah Akumulasi Whale Bisa Mendorong Harga XRP Naik?
Peningkatan kepemilikan whale menunjukkan perubahan distribusi token, tetapi belum cukup untuk memastikan XRP akan segera mengalami reli.
Dalam jangka pendek, US$1,30 menjadi area pivot yang perlu dipertahankan, sementara US$1,50 merupakan resistance awal untuk mengonfirmasi pemulihan lebih kuat.
Jika pembeli berhasil merebut kembali US$1,50, perhatian dapat bergeser menuju US$1,55 dan neckline US$1,65–US$1,70.
Penembusan yang terkonfirmasi di atas zona tersebut akan memperkuat skenario bullish dari Crypto With Gopal, dengan target potensial US$2,50.
Adapun target US$3,50 dari Carolina memerlukan kondisi pasar yang lebih optimistis dan tidak dapat dianggap sebagai konsekuensi otomatis dari peningkatan saldo whale.
Di sisi bearish, support US$1,20 menjadi level awal yang perlu dipantau berdasarkan skenario akumulasi Santiment.
Penurunan lebih jauh menuju US$1,00–US$1,10 dapat melemahkan kemungkinan pembalikan tren yang diproyeksikan melalui pola inverse head and shoulders.
Secara keseluruhan, akumulasi whale XRP yang mencapai 46,87 miliar token merupakan perkembangan on-chain yang penting. Namun, harga masih memerlukan konfirmasi teknikal dan permintaan spot yang lebih kuat.
Untuk saat ini, kemampuan XRP mempertahankan US$1,30 serta menembus resistance US$1,50–US$1,70 akan menjadi penentu apakah peningkatan kepemilikan wallet besar dapat diikuti pemulihan harga yang lebih berkelanjutan.
Disclaimer: The information presented in this article is for informational and educational purposes only. The article does not constitute financial advice or advice of any kind. Coin Edition is not responsible for any losses incurred as a result of the utilization of content, products, or services mentioned. Readers are advised to exercise caution before taking any action related to the company.